Warga Leuntolu Beberkan 14 “Dosa” Mantan Kades, Begini Tanggapan Patris Luan

Warga Leuntolu Beberkan 14 "Dosa" Mantan Kades, Begini Tanggapan Patris Luan

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Sejumlah warga Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu mengadukan mantan kepala desanya, Patris Luan ke DPRD, polisi dan jaksa.

Pengaduan tersebut berisikan sejumlah “dosa” alias dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa oleh sang mantan kepala desa yang juga terpilih lagi untuk periode enam tahun ke depan.

Copian pengaduan warga berisikan 14 “dosa” kepala desa ini diperoleh TIMORDAILY.COM di kantor DPRD Belu, Rabu (6/11/2019) lalu.

Adapun sejumlah “dosa” sang mantan kades tersebut antara lain :

— Dana desa tahun 2016 dan 2017 untuk pengadaan handtraktor masing – masing 7 unit bermasalah sampai sekarang. Rangkanya Kubota sedangkan mesinnya China (bisa cek di Jhon Parera dusun kota Sukaer, Bene Bau dusun Amahatan, Linus Banase dusun Subaru, (Alm.) Vinsen Aluman dusun Subaru, dan Markus Mau dusun Webutak).

— Dana desa tahun 2016 untuk beli sapi 10 ekor. Sapi tersebut sudah dijual dan masyarakat yang ikat, dibayar upahnya Rp. 1.500.000. Uang hasil jualnya ada di mantan kepala desa.

— Ada bantuan dana ketahanan pangan sebesar Rp. 200.000.000. Pencairan pertama Rp. 150.000.000 dan pencairan kedua Rp. 50.000.000 untuk lumbung desa di dusun Bibin yang dikelola oleh Antonius Seran (ketua) dan bendaharanya istri mantan kepala desa. Dana tersebut keberadaannya tidak jelas.

BACA JUGA : Stok BBM Habis di Beberapa SPBU Kota Atambua, Banyak Kendaraan Antri di SPBU Fatubenao

BACA JUGA : BBM Bersubsidi Habis, SPBU Sesekoe Sepi Pengendara

BACA JUGA : Bupati TTU Raymundus Fernandez Mengaku Terharu Orang Tuanya Dapat Penghargaan dari Menteri

— Dana desa tahun 2018 untuk pengadaan kambing 15 ekor kepada dusun Kuanitas tetapi sampai saat ini masyarakat dusun itu belum terima.

— Dana desa tahun 2018 untuk pengadaan mebeler bagi PAUD St. Andreas Kuanitas belum diterima sampai sekarang oleh pengelola.

— Pembangunan irigasi sepanjang 1.000 meter tahun 2018, baru dikerjakan 700 meter. Lokasinya di Dusun Amahatan (belakang kapela Sukabitetek).

— Dana desa tahun 2018 untuk pembangunan jalan usaha tani di Dusun Kuanitas, penahannya sudah ambruk.

— Pembangunan jalan tani di depan Kapela Sukabitetek tahun 2017. Dua unit deker tidak dikerjakan dan badan jalan tidak digilas.

— Bantuan handtracktor dari pertamina tahun 2017 kepada Dusun Bibin sudah dijual oleh Antonius Seran.

— Alokasi dana desa untuk Bumdes tahun 2017 sebanyak Rp. 27.000.000, dibelanjakan oleh mantan kepala desa tanpa sepengetahuan badan pengurus.

— Pembangunan deker di Dusun Kota Sukaer (belakang kapela) tahun 2018, belum selesai.

— Pembangunan pagar kantor desa tahun 2019 belum selesai.

— Pelantikan penjabat sejak bulan Juni tahun 2019, namun sampai dengan bulan Oktober 2019 belum dilakukan serah terima jabatan. Kepala PMD masa bodoh, diduga mereka kerja sama. Tim dari Pemdes dan inspektorat sudah beberapa kali turun periksa tetapi kelihatan mereka melindungi mantan kepala desa. Karena itu, masyarakat Desa Leuntolu mengharapkan pemeriksaan dana desa mulai dari tahun 2015 sampai 2019 yang dikelola oleh mantan Kepala Desa Patrisius Luan, Bendahara Erni Anoit dan Pamong Desa Antonius Seran. Kuat dugaan, penggunaan dana itu serba direkayasa.

— Penjabat Kepala Desa Leuntolu sampai saat ini sebagai lambang saja karena pengelolaan dana desa  2019 dilaksanakan oleh bendahara dan mantan kepala desa.

Surat pengaduan yang juga ditujukan kepada Kajari Belu dan Unit Tipikor Belu ini ditandatangani oleh sembilan orang warga desa tersebut yakni: Aloysius Moruk, Andreas Seran Luan, Filomena Dasilva, Andreas Nahak, Silvester Seran, Regina Buik, Agustinus Koli dan Frengki Moruk.

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – PAN Belu Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Hanya Selama 4 Hari

BACA JUGA : Pilkades Serentak 2019 di Belu – Panitia Kabupaten Belum Bersikap Terkait Desa Rafae

BACA JUGA : Aksi Serempet Mobil – Camat VM dan Wartawan Berdamai dan Saling Memaafkan

Mantan Kepala Desa (kades) Leuntolu, Patris Luan yang dikonfirmasi TIMORDAILY.COM, Jumat (8/11/2019) mengatakan, pengaduan sejumlah warga terkait dugaan penyalahgunaan dana desa itu tidak benar.

Patris lantas menjelaskan secara detail terhadap 14 “dosa” yang dibeberkan sejumlah warganya. Yang intinya bahwa tidak ada penyalahgunaan dana seperti yang telah dilaporkan tersebut.

Bahkan, lanjutnya, pihak kejaksaan sudah melakukan klarifikasi di lapangan namun tidak ada temuan seperti yang dilaporkan tersebut.

“Jaksa sudah turun ke lokasi pada tanggal 4 November 2019 lalu dan tidak ada bukti fisik apapun seperti yang dilaporkan. Hanya ada sisa material pekerjaan jalan yang masih menumpuk di badan jalan sehingga diminta untuk dirapikan. Sedangkan yang lainnya tidak ada temuan apapun. Semua sudah dilakukan sesuai APBDes kita,” jelasnya.

Menurutnya, laporan tersebut bisa dikatakan sebagai upaya dari pihak yang merasa kalah dalam pilkades setempat beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk mengganggu suasana di desa.

“Padahal semuanya tidak benar. Kita menduga ada unsur politiknya,” kata Patris.

Untuk diketahui, Desa Leuntolu adalah satu dari 32 desa yang menggelar pilkades serentak pada tanggal 16 Oktober 2019 lalu. Hasil pemilihannya, Patris Luan meraih suara terbanyak dan ditetapkan untuk memimpin desa tersebut enam tahun ke depan. (roy/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau

Loading...