Warga Berang dituduh Mencuri Maek Bako Milik Pemerintah di Hutan Jati Nenuk, Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL

0
204

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani budidaya tanaman maek bako (porang) di kawasan hutan jati Nenuk, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL mengungkapkan kekesalan dan kemarahanya ketika dituduh oleh PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta ikut mencuri maek bako milik pemerintah di kawasan hutan jati.

Proyek maek bako (porang) milik Pemerintah senilai Rp. 1,3  miliar ditanam di sekitar kawasan hutan jati Nenuk mulai dari cabang Tirta (sebelah kiri dan kanan dua jalur sebelum pos Polisi jurusan Kupang.

Ketua kelompok tani Yosefa De Jesus didampingi sejumlah anggota kelompok kepada awak media setelah kunjungan Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, Selasa (11/2/2020) mengatakan pihaknya sudah menanam tanaman ini dari tahun 2009 silam dari masa kepemimpinan Joakim Lopes dan sudah melakukan panen beberapa kali.

“Ini kami ambil maek ini dong di dalam hutan sana bukan di proyek pemerintah itu, karena kami sudah tanam ini dari tahun 2009 lalu,” ujar dia.

Lanjut Yosefa, kalau bilang kami curi itu dong omong sembarang saja, kami sudah panen 3 kali di sini, karena dulu waktu pa Joakim Lopes (Bupati belu sebelumnya) datang dan beritahu kami untuk tanam ini karena ada harga.

“Kalau kami tau begini, tadi biar pa gubernur juga kami tidak terima untuk datang kesini, karena kami sangat sakit hati dibilang mencuri ini, lain kali kami tidak akan terima dong ( pemerintah ) untuk datang tipu kami lagi,” ujar dia dengan nada kekesalannya.

BACA JUGA : PLT Sekda Belu Benarkan Bahwa Warga Mengambil Maek Bako Milik Pemerintah

BACA JUGA : Wakil Bupati Belu Sanggupi Permintaan Gubernur VBL Akan Tanam 500 Hektar Kelor

BACA JUGA : Victor Laiskodat : Fulan Fehan Itu Menarik Tapi Masalahnya Tidak Ada WC

Lanjut Yosefa, kemarin dulu dorang dari pegawai kehutanan datang bertemu kami di sini itu pa Yustinus Soro, bilang karena pemerintah punk maek dong tidak tumbuh, jadi nanti pa gubernur datang biar di sini saja karena tanaman maek di sini subur – subur to, jadi kami juga mau.

“Eh, ini dong su datang liat kami punk (tanaman maek bako) baik, baru dong bilang kami curi lagi, ini kata-kata yang buat kami sangat sedih dan marah ini,” ungkap dia.

tanaman maek bako kelompok dampingan UPTD Kehutanan Belu di kawasan hutan jati Nenuk

Lebih lanjut ia megatakan, memang lahan ini milik pemerintah punya, tapi untuk tanam ini maek dorang, kami sendiri yang usaha tanpa ada bantuan 1 rupiah punk dari Pemerintah Belu.

“Kalau dong bilang dong yang tanam, panggil dong untuk menghadap kami, tidak tau malu ini kami tanam setengah mati baru bilang kami curi dan ini dorang punya lai,” tukas Yosefa.

Dulu, jelas dia kami juga di suruh Pemerintah untuk membantu tanam di dalam hutan jati itu untuk proyek pemerintah punk dan janji mau kasi kami uang siri pinang sedikit dengan dapat berar raskin. “Tapi itu omong kosong semua sampai sekarang kami tidak dapat itu dong,” ungkap  Yosefa dengan nada kesal.(ito/TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM )

Laporan Wartawan : Oktofianus Fatin

Leave a Reply