Warga Belu Perbatasan RI-RDTL Kibarkan Bendera Setengah Tiang Sambut Pemulangan Jenazah Praka Yanuarius 

0
104

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Jelang pemulangan jenazah almarhum Praka Yanuarius Loe ke kampung halaman, warga Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur perbatasan RI-RDTL kibarkan bendera setengah tiang.

Bendera setengah tiang akan dikibarkan selama seminggu terhitung, Senin 17 sampai Sabtu 22 Februari 2020 sebagai bentuk belasungkawa kepada Praka Yanuarius salah satu putra daerah Belu yang tewas dalam kecelakaan jatuhnya helikopter M1-17 TNI di Papua Juni tahun 2019 lalu.

Pengibaran bendera setengah
tiang dikibarkan warga di seluruh halaman rumah warga desa Rinbesihat sebagai bentuk penghormatan kepada Praka Yanuarius salah satu korban dari 12 rekan TNI lainnya atas insiden jatuhnya Helikopter MI-17 dalam operasi pengamanan wilayah perbatasan NKRI dan Papua Nugini.

Informasi penemuan bangkai Helikopter MI-17 TNI yang mengangkut 12 prajurit TNI termasuk Praka Yanuarius Loe saat melaksanakan tugas operasi militet di Provinsi Papua, pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2020 pekan lalu.

Salah seorang warga Dusun Seo B desa Rinbesihat Maria Funan mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang dilakukan warga setempat sebagai bentuk ungkapan belasungkawa dan penghormatan kepada almahrum Praka Yanuarius Loe.

BACA JUGA : Agrowisata Renrua  jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Belu

BACA JUGA : Organisasi Pemuda Katolik Komcab Belu Perbatasan RI-RDTL Gelar Rekonsiliasi

BACA JUGA : Tak Konsumsi Narkoba, Didi Kempot Mengaku Pernah Minum Ciu

Akui dia, warga merasa kehilangan salah satu putera terbaik. Oleh karena itu sebagai bentuk penghormatan, warga desa Rinbesihat mengibarkan bendera setengah tiang yang akan berlangsung selama sepekan.

“Kami kasih naik bendera stengah tiang untuk menanti kepulangan jenazah Almahrum Yanuarius. Selain itu, pengibaran bendera stengah tiang juga untuk menghormati anak kami,” ujar Maria.

Komandan Kodim 1605/Belu Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho menuturkan, sesuai rencana, besok Selasa (18/2/2020) jenazah almarhum Praka Yanuarius Loe dipulangkan ke kampung halamannya.

Untuk waktu jenazah almarhum tiba jelas Nugroho, masih belum ada kepastian. Saat ini jenazah almarhum bersama beberapa rekan yang menjadi korban jatuhnya helikopter masih berada di Jayapura Papua siap diterbangkan ke masing-masing daerah.

“Untuk penyambutannya di Kupang. Tempat pemakaman masih dirundingkan dari pihak keluarga. Kalau rencana waktunya hari Jumat,” sebut Ari Nugroho, Senin (17/2).

Almarhum Yanuarius merupakan anak ke tiga dari 11 bersaudara pasangan Fransiskus Loe dan Elisabet Dahu. Kematian Yanuarius Loe Anggota Yonif 725/Woroagi mendapat perhatian dari negara, dimana mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Pratu ke Praka. Rencana jenazah Praka Yanuarius akan dimakamkan di TMP Seroja Haliwen pada Jumat 21 Februari. (TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

Leave a Reply