Warga Alor yang Dirawat di RSU Kalabahi Berstatus PDP Covid-19

0
163

TIMORDAILY.COM, ALOR-Seorang warga yang dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Rabu malam (18/3/2020) masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkaitan dengan antisipasi pencegahan virus corona atau covid 19 di daerah tersebut.

Pasien itu sejak masuk rumah sakit langsung diisolasi di sebuah kamar khusus di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Alor tersebut.

Hal ini terungkap dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Alor yang dipimpin Bupati Alor di ruang kerjanya, Jumat (20/3/2020).

Rapat ini dihadiri Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek, SH, Unsur Muspida, Instansi Vertikal, dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Wartawan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemory dalam rapat itu menjelaskan, pasien yang dirawat tersebut berada dalam status PDP, dan ditempatkan di ruangan khusus di RSD Kalabahi.

BACA JUGA : Adik Kandung Bupati Malaka Diduga Menerima Fee Proyek Rp 3 Miliar yang Disimpan di 5 Rekening

BACA JUGA : 25 Anggota DPRD Nagekeo NTT Ditetapkan Sebagai ODP Coronavirus COVID-19

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Bikin Hand Sanitizer dan Disinfektan

Menurut dr. Christine, pasien ini masih dalam tahap pemeriksaan, sehingga belum mengetahui dia terpapar corona atau tidak.

Sementara itu, Bupati Djobo dalam penyampaiannya menanggapi kesimpang-siuran berita tentang terindikasi satu orang di Alor yang diduga terpapart virus corona menegaskan, Pasien Dalam Pengawasan tersebut memang sedang diisolasi di RSD Kalabahi, namun belum bisa dipastikan apakah itu gejala corona atau penyakit lain seperti paru-paru atau sakit maag kambuh.

Satu hal yang pasti, jelas Bupati Djobo, adalah pasien seorang perempuan dari salah satu instansi vertikal tersebut baru kembali bertugas dari luar daerah (Bogor) dan sempat dirawat di rumah atau tempat kosnya, dan setelah itu baru diantar ke RSD Kalabahi untuk dirawat.

Menuru Bupati Djobo, laporan yang diterimanya, kepulangan atau kedatangannya (pasien tersebut) melalui jalur udara atau menggunakan pesawat terbang pada Senin (16/3/2020) lalu.

“Tidak melalui jalur laut KM. Sirimau seperti dinformasi sebelumnya yang telah diwartakan sejumlah media lokal online,” tandas Bupati Djobo.

Bupati Dua Periode ini juga menyampaikan terima kasih kepada Pihak Gereja Protestan (PGI) dan Katolik (KWI) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menyuarakan dan mengambil langkah-langkah antisipatif kepada umat.

BACA JUGA : Antisipasi Corona, Pemkab Alor Hentikan Pengambilan Sampah di Kapal Pelni

BACA JUGA : Warga NTT Alami Demam Tinggi Saat Hadiri Ijtima Dunia 2020

BACA JUGA : ARAKSI Desak Polda NTT Periksa Bupati dan Ketua DPRD Malaka Terkait Dugaan Korupsi Bawang Merah

Bupati Djobo Juga memberikan apresiasi kepada Pihak Bandara dan Pelabuhan Laut yang telah melakukan tindakan-tindakan nyata di lapangan, seperti penyemprotan antiseptik di lokasi kerja dan check suhu badan ketika kedatangan atau keberangkatan penumpang.

“Pihak Pemerintah Daerah bersama DPRD Alor membuka sekretariat di Dinkes Alor, sekaligus membantu peralatan medis dan juga membuka Dompet Kemanusiaan bagi setiap orang yang ingin menyumbang,” tandas Bupati Djobo.

Minta Wartawan Bantu Pencegahan Corona

Bupati Djobo dalam rapat tersebut minta kepada Wartawan atau media massa di Kabupaten Alor untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan corona di Kabupaten Alor.

Bupati Djobo berharap, berita yang disajikan atau ditayang tidak membuat masyarakat merasa panik atau berita yang menimbulkan interpretasi lain dari masyatakat.

Bupati Djobo mengungkapkan, apabila ingin mempublikasikan berita tentang corona bisa melakukan konfirmasi dengan satuan tugas yang telah dibentuk.

BACA JUGA : Kunjungi Desa Perbatasan RI-RDTL, Bupati Belu Willy Lay Targetkan Mahuitas Jadi Penghasil Kopi Robusta

BACA JUGA : Update : Per 19 Maret Positif Corona 309, 15 Sembuh dan 25 Meninggal

BACA JUGA : Gubernur NTT Viktor Laiskodat Instruksikan Tutup PLBN, Ternyata di Motaain Aktivitas Lancar

Dalam rapat tersebut setelah mendengarkan pendapat dari peserta, sehingga diputuskan beberapa hal, yakni pertama, Dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Virus Corona Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2020 yang diketuai oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ferdy I. Lahal, SH dan Pusat Administrasi Kegiatan berlangsung di Dinas Kesehatan Kabupaten Alor.

Point keduanya, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Alor akan mengeluarkan surat kepada sekolah-sekolah untuk siswa-siswi dirumahkan, artinya diliburkan tapi tetap belajar di rumah dan tidak melakukan aktivitas rekreasi yang melibatkan banyak orang berkumpul.

Keputusan ketiga adalah Pihak Rumah Ibadat dapat menghimbau kepada umat atau jemaat agar mencegah atau menghindari penyebaran virus corona. Dan keempat, masyarakat juga diminta agar tetap tenang dan jangan terlampau cemas sehingga memunculkan gejala penyakit lain yang mampu mengakibatkan kematian.

Point kelima, yakni Pihak Media Masa diminta agar memberitakan informasi yang akurat sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah warga.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat