Waktu Pelaksanaan Proyek Jalan Dalam Kota Atambua Berakhir 2019, Kontraktor Masih Kerja Hingga Februari 2020

0
139
Waktu Pelaksanaan Proyek Jalan Dalam Kota Atambua Berakhir 2019, Kontraktor Masih Lakukan Pekerjaan Hingga Februari 2020
Pengerjaan duiker di depan toko Sukaroti Atambua. Proyek tahun anggaran 2019 namun masih dikerjakan hingga Februari 2020. Foto diambil Minggu (2/2/2020)

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pengerjaan ruas jalan dalam Kota Atambua hingga Bulan Februari 2020 masih terus berlangsung. Padahal, waktu pelaksanaan proyek senilai Rp 13 miliar lebih ini sesuai kontrak telah berakhir pada Bulan Desember 2019 lalu.

Pantauan TIMORDAILY.COM, Minggu (2/2/2020), ada dua titik yang masih dalam pengerjaan yakni duiker di depan Toko Suka Roti Atambua dan perempatan samping Toko Flora.

Dua ruas jalan ini terputus dan tidak bisa dilalui. Ada dua unit eskavator dikerahkan untuk mengeruk saluran ini.

BACA JUGA : Pengerjaan Jalan Dalam Kota Atambua Senilai Rp 13,8 Miliar Terkesan “Tambal Sulam”

BACA JUGA : Pengerjaan Jalan Dalam Kota Atambua Terkesan “Tambal Sulam”, Ini Tanggapan Kadis PUPR Belu

BACA JUGA : Ternak Babi Milik Warga Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Begini Penjelasan Kadis Peternakan

Waktu Pelaksanaan Proyek Jalan Dalam Kota Atambua Berakhir 2019, Kontraktor Masih Lakukan Pekerjaan Hingga Februari 2020
Pengerjaan duiker di pertigaan Toko Flora Atambua. Proyek tahun 2019 tapi masih dikerjakan di Februari 2020/ Foto diambil Minggu (2/2/2020).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu, Vincent Laka yang dikonfirmasi TIMORDAILY.COM, Selasa (4/2/2020) membenarkan adanya pengerjaan pada dua titik tersebut.

Menurutnya, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada kontraktor pelaksana yakni PT. Kurnia Mulia Mandiri untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu 50 hari ke depan.

“Pembangunan ruas jalan oleh pelaksana PT. Kurnia Mulia Mandiri dengan sumber angggaran Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2019, terlebih di depan UD Flora (pasar baru) dan pertigaan Suka Roti, kalau tidak beres lagi dalam 50 hari ini, akan kita Putus Hubungan Kerja,” ujarnya.

Lanjut Vincent, pihaknya membenarkan bahwa itu merupakan proyek tahun 2019 yang belum selesai dikerjakan oleh pelaksana dan kontraknya sudah berakhir di Bulan Desember 2019 lalu.

“Itu proyek tahun lalu yang belum habis dikerjakan oleh pelaksana dan menurut regulasinya, bahwa penyedia bila belum selesai pengerjaanya diberikan waktu 50 hari tambahan, sehingga mereka sekarang masih bekerja itu,” jelasnya.

Untuk diketahui, proyek ini bersumber dari DAU tahun 2019 sebesar Rp 13.448.000.000, dengan pelaksananya PT. Kurnia Mulia Mandiri, dengan alamat jln. Ratulangi no 07 kec. Mappedeceng Kabupaten Lawu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk pekerjaan, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan – pengadaan jalan kabupaten , kelas III jalan dalam kota. (ito/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM )

Laporan Wartawan : Oktofianus Fatin

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here