Wakil Bupati Ini Lantik Dua Istrinya Jadi Kepala Desa

0
330
Wabup Blitar bersama dua istrinya yang jadi kepala desa (Foto: Istimewa)

TIMORDAILY.COM, BLITAR-Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo lantik dua orang istrinya sebagai kepala desa di Kecamatan Talun secara bersamaan. Kedua istri Wabup Blitar ini mengalahkan para kandidat lainnya berkat program unggulan pemberdayaan masyarakat desa.

Halla Unariyanti (48) istri pertama wabup, terpilih kembali menjadi Kepala Desa Bendosewu. Sedangkan istri kedua, Fendriana Anitasari (33 tahun), terpilih menjadi kepala desa di Desa Wonorejo.

Pelantikan ini sebagai tanda kedua istri Wabup ini melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua.

Melansir Detik.com, Fendriana (istri kedua) berhasil meraut 2.275 suara dari 3.539 daftar pemilih tetap, dengan jumlah kehadiran 2.789 warga.

“Saya akan melanjutkan visi misi yang belum terealisasi pada periode sebelumnya. Ada empat pengembangan ekonomi rakyat, yakni mengembangkan simpan pinjam syariah di BumDes, mengangkat produk unggulan genteng dan ukm serta membuat desa wisata,” jawab Fendriana di ujung telepon, Senin (16/12/2019).

Baca juga : Pilkades Serentak 2019 di Belu – Puluhan Warga Desa Leowalu Ikut Pantau Sidang PTUN Kupang

Baca juga : Kabar Tapal Batas – Lagi, Satgas Yonif Raider 142/KJ Resmikan Bedah Rumah dan Gelar Baksos di Belu Perbatasan RI-RDTL

Baca juga : Pembangunan Jalan Setapak Dinilai Isolasi Warga, Lurah Tulamalae Mengaku Belum Ada Laporan

Istri pertama Wabup Blitar, Halla unggul juga dengan perolehan suara dalam pilkades serentak pada Oktober 2019.

Menurut Fendri, keduanya saling berkoordinasi dan bersinergi untuk memajukan desa masing-masing. Secara lokasi, Desa Wonorejo berada di sebelah utara rumah pribadi wabup, yang berada di Desa Bendosewu.

“Yang jelas kami bekerjasama agar dua desa jadi tolak ukur di Kecamatan Talun dan Kabupaten Blitar. Kebetulan dua desa ini sebagai sentra genting di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.

Fendri bersyukur, selama menjadi Kades Wonorejo tidak mengalami kendala berarti. Semakin tingginya kesadaran sosial masyarakat menurutnya memudahkan upaya kemajuan bersama.

Baca juga : Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Belu Melonjak Tinggi, Harga Daging Stabil

Baca juga : Kabar Tapal Batas – Lagi, Satgas Yonif Raider 142/KJ Resmikan Bedah Rumah dan Gelar Baksos di Belu Perbatasan RI-RDTL

Baca juga : Tempat Pelelangan Ikan di Kabupaten Alor Terancam Mubasir

Bagi Fendri, kendala yang dihadapi sekarang justru pada sistem birokrasi dan regulasi pelaporan penggunaan anggaran yang rumit. Sementara, perangkat desa belum mendapatkan pelatihan sampai betul-betul mumpuni mengolah data menjadi bentuk laporan Sistem Keuangan Desa (siskeudes)

“Saya sangat mendukung Bapak Presiden tidak memperumit birokrasi. Pelaporan penggunaan uang negara itu penting dan sangat saya dukung. Saya berharap ada pelatihan terus menerus pada perangkat desa, supaya mereka bisa bekerja maksimal, sama-sama enaknya,” pungkasnya.(Detik.com/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply