Wajah ODGJ Bersimbah Darah, Kasat Reskrim Polres Belu Sedang Dalami Kasus

0
151
Korban penganiayaan saat berada di Kantor Polres Belu, Jumat (13/3/2020). Foto: Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Kabupaten Belu, pada Jumat (13/3/2020) terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah ditangani Polres Belu.

Korban Rodrigo Bere Lelo yang diduga menderita gangguan jiwa, pada Jumat (13/3/2020), diketahui sedang membakar kotoran di samping Toko Timor Permai.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada Timor Daily via WhatsApp, Sabtu (21/3/2020) mengatakan, Polres Belu sedang mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap ODGJ.

Siregar mengatakan, melalui video yang beredar, pihaknya telah memanggil kembali pelaku dugaan penganiayaan terhadap korban ODGJ.

Dari kata pengakuan, kata Siregar, pelaku mengakui tersulut emosi karena korban hampir mencelakai ibunya dengan sebuah pisau daging.

BACA JUGA : Wajah ODGJ Babak Belur, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Terbentur Pick Up

BACA JUGA : Video Bukti Penganiayaan Anak Pengusaha Terhadap ODGJ, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Akibat Benturan di Mobil Pikap

BACA JUGA : PMKRI Atambua Minta Polres Belu Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan ODGJ

“Pelaku mengakui saat itu tersulut emosi karena korban sudah hampir mencelakai ibunya dengan pisau daging yang dibawa korban dan terus memaki-maki pelaku dan sempat menggigit ibu jari tangan pelaku,” tulis Siregar kepada Timor Daily via WhatApps, Sabtu (21/3/2020) malam.

Sesuai keteragan saksi, lanjut Siregar,  korban bersimbah darah karena berbenturan pada dinding bak truk. Sebelum dipukul oleh seorang pelaku, kondisi wajah ODGJ sudah berlumuran darah.

“Sehingga wajar pada saat dipukul oleh salah satu pelaku pun kondisinya sudah berdarah-darah. Adapun pemukulan yang terlihat di video, ini baru kita dapatkan videonya dan pelaku sudah kita interogasi kembali,” ungkapnya.

Siregar menegaskan, dari hasil interogasi, pelaku mengaku tersulut emosi dan sekali memukul korban, lanjut dia, pemukulan itu tidak secara membabi buta hingga babak belur sebagaimana diberitakan.

BACA JUGA : Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Benturan Pick Up, Ternyata Ini Tinju Anak Pengusaha Timor Permai ke Wajah Kakek Rodrigo

BACA JUGA : Wajah ODGJ Babak Belur, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Terbentur Pick Up

BACA JUGA : Adik Kandung Bupati Malaka Diduga Menerima Fee Proyek Rp 3 Miliar yang Disimpan di 5 Rekening

“Pemukulan tersebut hanya satu kali. Tidak secara membabi buta hingga babak belu sebagaimana diberitakan. Kebetulan luka sobeknya cukup lebar sehingga mengeluarkan banyak darah,” jelas Siregar.

Siregar menceritakan, anak pengusaha Timor Permai Atambua sempat menghubungi polisi untuk mengamankan ODGJ tersebut. Namun, pihak sudah akan di lempar batu, maka mengambil inisiatif membawa sendiri korban ke kantor polisi.

“Karena meronta-ronta dan memukul pelaku pada bagian dada dan lengan, maka orang gangguan jiwa tersebut diikat dan supaya tidak melompat dari mobil nantinya saat di bawa,” tulis Siregar.

Kasat Reskrim Polres Belu ini menambahkan, kasus ini dilihat secara bijak. Berawal dari absennya pemerintah memberikan hak-hak sipil ketertiban dan kedamaian kepada warganya. Masih berkeliaran orang gila ini, Jelas dia, untung tidak melakukan pembacokan atau penikaman terhadap orang lain.

Namun, tegas Siregar, pihaknya tidak membenarkan main hakim sendiri. Untuk kasus dugaan penganiayaan ini, ia harus mencari akar permasalahan dan dilihat dari awal kejadian.

Sebelumnya diberitakan, seorang kakek yang mengalami gangguan jiwa diduga dianiaya oleh anak pengusaha Timor Permai Atambua, Jumat (13/3/2020).

Sesuai pantauan Timor Daily, Jumat (13/3/2020) sore, kasus dugaan penganiayaan ini berawal dari kakek Rodrigo membakar kotoran di sekitar toko tersebut.

Tak terima dengan tindakan itu, anak pengusaha Timor Permai langsung menyambarnya dan melakukan penganiayaan. Akhirnya, wajah kakek Rodrigo bersimbah darah.

Tak lama kemudian, pihak Kepolisian Polres Belu langsung menuju TKP mengamankan situasi dengan membawa korban dan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Belu AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat dikonfirmasi Timor Daily, Jumat (20/3/2020) untuk kelanjutan kasus tersebut. Siregar mengatakan, wajah Rodrigo yang berlumuran darah akibat berbenturan dengan badan mobil pick up.

BACA JUGA : Mahasiswa Asal Belu di Kota Kupang Jadi Mekanik Bengkel, Begini Ceritanya

BACA JUGA : Erwin Bau Target Renrua jadi Desa Tujuan Wisata di Kabupaten Belu

BACA JUGA : Warga Alor yang Dirawat di RSU Kalabahi Berstatus PDP Covid-19

“Orang gila ini saat digendong naik ke bak pick up, orang gila ini meronta-ronta dan menggigit tangan salah satu anak. Sehingga refleks melempar ke dalam bak sehingga kepalanya terbentur dinding bak pick up nya dan mengakibatkan luka bentur sobek pada wajah,” tulis Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (20/03/2020).

Penelusuran Timor Daily, melalui video berdurasi 2,54 menit yang sempat direkam saat itu. Terlihat, korban Rodrigo dianiaya di atas sebuah mobil pick up dan tangan serta kakinya diikat.

Anak penguasaha sedang memukul wajah Kakek Rodrigo. Foto : Hasil tangkapan layar pada video berdurasi 2,54 menit.

Dalam video itu, terdengar suara seorang lelaki yang memberikan instruksi untuk mengikat kaki kakek Rodrigo serta mengancam untuk membunuhnya.

Tak hanya itu, dalam video tersebut anak pengusaha Timor Permai mendekati kakek Rodrigo dan mengayunkan tinju ke wajah kakek tersebut. Ini terlihat pada menit ke 1,45 detik.

Selain itu anak pengusaha Timor Permai, terlihat dalam video memakai baju merah mengatakan, akibat Kakek Rodrigo membakar kotoran itu, dirinya langsung sakit.

Dia juga mengeluarkan bahasa kotor, dan menamai Kakek itu dengan sebutan binatang.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL yang diduga mengalami gangguan jiwa dihajar oleh putra pemilik Toko Timor Permai, Jumat (13/2/2020).

Pantauan Timor Daily, sebelumnya, pria yang diduga gila ini sedang membersihkan rumput dan membakarnya di depan Toko Timor Permai.

Tidak terima dengan perbuatannya, kedua putra pemilik Toko Timor Permai melakukan penganiayaan dengan dibantu oleh 4 karyawan karena dianggap mengganggu dan mengotori halaman toko tesebut.

Rodrigo Bere Lelo sedang berada di atas mobil, Jumat (13/2/2020). Foto : Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

Akibatnya, pria diketahui bernama Rodrigo Bere Lelo (64) warga Haekesak, Kecamatan Raihat ini mengalami luka serius di bagian wajahnya.

BACA JUGA : Pimpin IKABE Malang, Edel Soro Tekad Jaga Keharmonisan Antar Organisasi

BACA JUGA :  Mahasiswa Ikip Budi Utomo Malang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

BACA JUGA : Pilkada Malaka 2020 – PSI Serahkan SK Dukungan untuk Paket Sakti

Fanus seorang pengendara motor yang juga dalam kerumunan masa itu mengatakan, pria yang dihajar hingga babak belur ini, awalnya terlihat sedang membakar kotoran di depan toko.

“Mungkin, pemilik toko rasa tidak nyaman atau bagaimana, sehingga anak pemilih toko itu dengan 4 orang karyawannya pi tangkap dia di depan dan ikat tangannya baru pukul mukanya sampai babak belur seperti itu,” urai Fanus.

Terlihat banyak pengendara motor dan mobil memadati tempat itu, memprotes dan menuntut untuk para pelaku diproses hukum, dan nyaris terjadi bentrok serta penyerangan dari warga yang hadir di tempat itu terhadap pemilik toko dan karyawannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resort Belu sudah mengamankan para pelaku di Polres Belu juga korban penganiyayaan.(ino/ito/TIMOR DIAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply