Wabup Ose : Wartawan Jangan Dijauhi, Tapi Dirangkul

0
64

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Wakil Bupati Belu, J. T Ose mengatakan, yang perlu ditumbuhkan dalam diri kita sebagai pelayan (birokrasi,red) adalah jangan menjauhi mereka wartawan. Karena semakin jauh mereka mencari celah mendahului kita satu langkah kedepan lebih cepat.

“Wartawan itu kuli tinta, kuli kritik, kuli informasi, kuli ungkap, kuli bongkar dan kuli informasi. Karena mereka dilatih, lebih baik merangkul sama-sama kita jalan membangun daerah,” kata Ose dalam sambutan natal dan tahun baru bersama sekaligus peluncuran buku dan pengukuhan pengurus Pena Batas RI-RDTL periode 2020-2022 di gedung Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (31/1/2020).

Menurut dia, tugas seorang pekerja jurnalis yakni pelayanan, wartawan bukan pendukung tapi pelaku yang mempunyai andil memberikan masukan, koreksi dan mengambil gambar fakta hidup bermasyarakat.

“Tanpa mereka dunia mati, karena mati dalam kemunafikan karena tidak lihat untu ndi kritik tentang pelayanan kepada masyarakat,” tegas mantan Sekda Belu itu.

BACA JUGA : Peluncuran Buku Sumbang Gagas untuk Negeriku, Wabup Belu Ose Luan Apresiasi Pena Batas RI-RDTL

BACA JUGA : Minta Tangani Hama Ulat Pakai Herbal, PMKRI Dapat Apresiasi Bupati Alor

BACA JUGA : Hama Ulat Serang Jagung Petani di Kabupaten Alor Meluas Hingga 17 Kecamatan

BACA JUGA : Eni Anggrek Sinyalir di Alor Ada Kontraktor Kerja Lebih dari Tiga Paket Proyek

Dikatakan, jurnalis itu kuli tinta, tapi itu tidak menjadi sebuah hal ketersiggungan justru itu menjadi kebanggaan kuli untuk mengkritik, mengontrol setiap kejadian baik itu di pemerintahan maupun masyarakat.

“Dari wartawan kita perolah informasi-informasi. Mereka terhormat dan harus diberikan hormat, mereka membuka dan membongkar setiap kejadian,” ujar dia.

Dikatakan, dirinya sangat bangga bisa berada bersama organisasi Pena Batas. Organisasi ini mereka berbicara tentang seluruh kepentingan jurnalis yang tidak terlepas dalam pembangunan daerah.

Ose kembali tegaskan bahwa, wartawan itu kuli tinta tapi pekerjaan mereka terhormat.
Mereka tidak boleh dijadikan lawan atau menjauhinya sebaliknya, wartawan harus dirangkul dan bermitra secara baik dengan mereka.

“Lebih baik kita merangkul mereka untuk berjalan bersama-sama. Kalau dijauhi, mereka bisa mendahului kita dengan fakta. Kita yang di birokrasi pemerintahan harus merangkul wartawan, jangan menjauhi wartawan,” tandas dia.

Peluncuran Buku Sumbang Gagas untuk Negeriku, Wabup Belu Ose Luan Apresiasi Pena Batas RI-RDTL
Penyerahan bendera Pena batas RI-RDTL oleh mantan ketua, Fredrikus Royanto Bau kepada ketua baru Stefanus Dile Payong sebagai tanda beralihnya kepemimpinan komunitas tersebut

Untuk diketahui, Komunitas Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL meluncurkan  buku bertajuk “Sumbang Gagas Untuk Negeriku” di tahun kedua perjalanan organisasi yang menjadi wadah pekerja jurnalis di Belu.

Peluncuran buku secara resmi oleh Wakil Bupati Belu J. T Ose Luan bersama Dansatgas Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf. Ikhsanudin selaku pelindung Pena Batas turut mendampingi Mantan Ketua Pena Batas Periode 2017-2019 Frederikus Royanto Bau, Ketua panitia Buku, Bermans Nahak,  tokoh agama serta Miss Global NTT Virginia Seran ditandai dengan pemukulan tihar.

Sementara itu Ketua Pena Batas terpilih periode 2020-2022 Stefanus Dilepayong melakukan serah terima jabatan dengan mantan Ketua sebelumnya dan dilanjutkan dengan pengukuhan kepengurusan Pena Batas secara rohani oleh tokoh agama Romo Ino Berek, Pr.

Edy Bau sapaan akrab mantan Ketua meminta kepada pengurus Pena Batas yang baru agar tetap mengemban tugas sebagai jurnalis sesuai kode etik dan tetap menjaga kemitraan dengan semua pihak, menjaga sinergitas dan meningkatkan prestasi sebagai pekerja media.

“Jaga kekompakan, sinergitas dan tingkatkan prestasi sebagai pekerja jurnalis melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” pinta dia.(TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here