Wabah DBD di Belu Perbatasan RI-RDTL Meningkat, Terjadi 136 Kasus. Dinas Kesehatan Sebut Bukan KLB

0
95
Kadis Kesehatan Belu, dr. Joice Manek didampingi Sekretaris Dinas, Theresia, Kamis (27/2/2020)

TIMORDAILY.COM-ATAMBUA-Wabah penyakit Demam Berdarah Denque (DBD) atau yang dikenal demam deque di wilayah Kabupaten Belu, NTT perbatasan RI-RDTL meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek, Kamis (27/2/2020) menuturkan, dari data Dinas dalam dua bulan sejak Januari hingga Februari 2020 terjadi 136 kasus DBD.

“Data yang masuk sampai hari ini ada 136 kasus DBD di Belu,” sebut dr. Joice didampingi Sekretaris Dinas Theresia Un Tae saat ditemui awak media diruang kerjanya.

Saat disinggung soal seorang anak pasien DBD yang meninggal pada Rabu (26/2) apakah kejadian berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), dirinya membantah hingga kini belum ada status KLB terkait DBD.

“Belum ada KLB, karena kita berdasarkan Permenkes 1501 tahun 2010. Dinyatakan KLB itu sesuai kenaikan kasusnya dan Permenkes,” terang dr. Joice.

BACA JUGA : DBD Memakan Korban, Seorang Anak Meninggal di Rumah Sakit Atambua Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Benih Dibeli Dengan Harga Berbeda Pada Tahun yang Sama

BACA JUGA : Pemerintah Kabupaten Belu Bakal Punya Agen Informasi di Desa-desa, Ini Tugasnya

BACA JUGA : 570 Ekor Babi di Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Dinas Peternakan Belum Tahu Penyebabnya

Masih menurut dia, sesuai data pada Dinas di tahun 2018 terjadi 110 kasus DBD satu pasien meninggal, tahun 2019 terjadi 115 kasus dan tahun 2020 sejak Januari sampai Februari terjadi 136 kasus.

“Statusnya masih endemis tinggi, belum mencapai KLB karena kita berdasarkan Permenkes,” tambah dia mantan Direktur RSUD Atambua itu.

Dijelaskan, selain 136 kasus DBD di Belu, saat ini terdapat 25 pasien kasus DBD asal Kabupaten tetangga TTU yang sementara (dalam minggu ini) menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan TTU dan bekerja dalam menangani kasus tersebut.
Data sepakan terakhir dari tanggal 21 hingga 27 ada 19 kasus, satunya meninggal kemarin,” ujar dia.

Lanjut dr. Joice, dari jumlah 19 kasus tersebut 6 pasien DBD orang dewasa dan sisanya anak-anak, dua kasus DBD orang dewasa di rawat di Rumah Sakit Sito Husada. (TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau