Update Covid-19 Kabupaten Belu, 23 OTG Tersebar di 4 Kecamatan

0
40

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Orang Tanpa Gelaja (OTG) di Kabupaten Belu meningkat drastis. Tercatat hingga Rabu (20/5/2020) OTG berjumlah 23 orang.

Rilis resmi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu yang diterima TimorDaily.com, Rabu (20/5/2020) malam, 23 OTG ini tersebar di 4 kecamatan.

Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Kota Atambua 7 orang, Kecamatan Atambua Barat 7 orang dan Kecamatan Atambua Selatan 8 orang.

Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 nihil.

BACA JUGA : Sambangi Gubuk Reot Nenek Yuliana, Bupati Belu Willy Lay Janji Akan Bedah Rumah

BACA JUGA : Penguatan Pendidikan Karakter, Sekolah di Alor Dibagikan Alat Musik Gong

BACA JUGA : Bupati Belu Willy Lay Serahkan BLT kepada Masyarakat Desa Tasain

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu, Kristoforus M. Loe Mau yang dikonfirmasi TimorDaily.com melalui telefon seluler, Rabu (20/05/2020) malam, menjelaskan, 23 OTG tersebut sedang jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan diawasi oleh petugas medis.

Namun, kata Kristoforus saat ini pemerintah tengah berusaha mempersiapkan dua tempat untuk melakukan karantina khusus terhadap OTG yang ada.

“Kita sementara persiapan untuk karantina khusus, yang pertama di rusunawa di Nenuk tidak jadi. Sekarang masih cari dua tempat karantina, kalau sudah ada kita sampaikan,”tandasnya.

Dia menuturkan, selain dipantau tim medis, sampel swab dari 23 OTG telah diambil untuk dilakukan tes swab di Kupang.

“Sampel swabnya sudah dikirim ke Rumah Sakit Yohanes di Kupang, itu juga masuk daftar antri jadi kita menunggu saja,” kata Kristoforus.

Pelaku Perjalanan Resiko di Kabupaten Belu

Dalam rilis resmi yang diterima TimorDaily.com, data monitoring dari 17 puskesmas tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Belu hingga Rabu (20/5/2020) pukul 15.00 Wita total pelaku perjalanan beresiko dalam pantauan tersisa 125 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3 orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang.

Walau demikian, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

“Berdiam diri di rumah saja, menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker,” dikutip dari rilis resmi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belu.

Pemerintah juga menyarankan, bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO), semua masyarakat mengenakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis, sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan bisa dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan bersama.

BACA JUGA : Mobil Buser Polres Belu Dihadang Massa di Pasar Baru Atambua, Ada Apa? 

BACA JUGA : Diterlantarkan Selama 21 Tahun, Warga Eks Timor Timur Ancam Mengadu ke Mahkamah Internasional

BACA JUGA : Gali Informasi di WAG Pers & Polres Malaka, Wartawan ini Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Diperiksa 4 Jam

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) & Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Untuk penyaluran BLT DD sudah dilakukan di 36 desa dari 69 desa.

Orang Tanpa Gejala

Melansir Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merevisi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam dokumen revisi itu, Kemenkes menambahkan kategori kelompok orang tanpa gejala (OTG).

OTG adalah seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko telah tertular dari orang
konfirmasi Covid-19.

Di mana, OTG ini memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif Covid-19.

Kontak erat yang dimaksud adalah kontak langsung secara fisik, berada dalam satu ruangan atau berkunjung dengan radius 1 meter dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), termasuk positif Covid-19 dalam 2 hari sebelum timbul gejala dan 14 hari setelah kasus timbul gejala.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat