Update Covid-19 di Yogyakarta, Tembus 220 Kasus

0
23
Ilustrasi.
Ilustrasi.

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA-Perkembangan Covid-19 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus ada penambahan kasus baru.

Tercatat, Jumat (22/5/2020) terkonfirmasi lima kasus baru dan Covid-19 di Kota Gudeg tembus 220 kasus.

Lima kasus ini, tiga pasien baru merupakan keluarga karyawan Indogrosir. Data terbaru, delapan kasus dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil laboratorium negatif.

Melansir Harianjogja.com, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan lima kasus baru ini meliputi Kasus 218, perempuan 44 tahun warga Gunungkidul; Kasus 219, laki-laki 24 tahun warga Sleman; Kasus 220, laki-laki 74 tahun warga Sleman; Kasus 212, laki-laki 21 tahun warga Sleman; dan Kasus 222, perempuan 52 tahun warga Sleman.

BACA JUGA : Begini Nasib Mahasiswa Asal Flores Timur di Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19

BACA JUGA : Dosen Sosiologi UNY Donasi ke Posko IKM NTT Yogyakarta

BACA JUGA : Kisah Mahasiswa di Yogyakarta, Lulus Kuliah Saat Pandemi Covid-19

“Kasus 218 merupakan hasil kontak tracing klaster Jamaah Tabligh Gunungkidul. Kasus 219 adalah karyawan Indogrosir. Kasus 220, 221 dan 222 adalah keluarga karyawan Indogrosir,” ungkapnya.

Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 98, laki-laki 13 tahun warga Kulonprogo; Kasus 101, laki-laki 32 tahun, Bantul; Kasus 146, laki-laki 15 tahun, Sleman; Kasus 157, laki-laki 32 tahun, Bantul; Kasus 160, perempuan 32 tahun, Kulonprogo; Kasus 166, laki-laki 70 tahun, Kota Jogja.

Kasus 167, perempuan 56 tahun, Bantul; Kasus 168, laki-laki 49 tahun, Kota Jogja; Kasus 170, laki-laki 34 tahun, Bantul; Kasus 171, perempuan 65 tahun, Bantul; Kasus 182, laki-laki 35 tahun, Sleman; Kasus 184, laki-laki 45 tahun, Bantul; dan Kasus 198, laki-laki 32 tahun, Sleman.

Pada hari yang sama juga dilporkan satu PDP meninggal dunia, yakni laki-laki 70 tahun warga Gunungkidul. Pasien ini sudah diambil swab dan sedang menunggu hasil laboratorium. “Memiliki riwayat jantung,” ungkapnya.

BACA JUGA : IKM NTT Yogyakarta Buka Posko Peduli Covid-19

BACA JUGA : Selesai Wisuda, Belasan Pemuda Asal Pulau Timor Memilih Kerja di Yogyakarta

BACA JUGA : Komunitas Bakubantu Bagi Sembako ke 21 Asrama Papua di Yogyakarta

Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY sebanyak 220 kasus, dengan 118 kasus diantaranya telah sembuh. Sedangkan PDP meninggal menjadi sebanyak 20 pasien, dan PDP masih dirawat 146 pasien.

Terkait beberapa kasus positif yang belum sembuh meski telah dirawat sebulan lebih, menurutnya ditentukan oleh tiga faktor.

“Pertama kondisi tubuh dan imunitas pasien, kedua adanya penyakit lain atau komorbid dan ketiga kemungkinan virulensi virus yang masuk dalam tubuh pasien,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan jika kesembuhan bisa lebih cepat pada kasus orang tanpa gejala (OTG). OTG kata dia, statusnya tidak sakit tapi mengandung virus. Pada umumnya OTG bisa lebih cepat sembuh karena tidak ada gejala atau penyakit yang menyertainya.(Harianjogja/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat