Unik! Pria Muslim di Malang Bernama Slamet Hari Natal

0
241
Slamet Hari Natal saat menunjukkan bukti KTP. Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

TIMORDAILY.COM, MALANG-Seorang pria asal Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini terbilang unik. Pria muslim berusia 57 tahun ini bernama Slamet Hari Natal. Nama ini memilik arti, ucapan selamat hari raya natal untuk umat beragama Kristen.

Slamet Hari Natal pria yang lahir 25 Desember 1962 ini kerap dipanggil dengan nama Yesus oleh teman atau tetangganya.

“Benar, warga memanggil saya Yesus, mungkin karena perawakan dan rambut saya yang mirip,” ungkapnya, Kamis (12/12/2019) siang, dilansir tugumalang.id

Ia bercerita, asal usul namanya ini karena lahir tepat hari raya natal. Namun nama tersebut, dalam bahasa Indonesia, berarti Selamat Hari Natal.

Tepat 25 Desember, hari perayaan natal ia dilahirkan, Slamet mengaku, proses kelahiran ini berkat pertolongan seorang bidang beragama Kristen. “Yang membantu saat saya lahir itu orang Kristen Jawi Wetan, namanya ibu Welasasih,” tuturnya.

Baca juga : Simak Sejarah dan Asal Usul Santa Claus

Baca juga : Perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Bertemu Paus Fransiskus

Lahir bertepatan dengan hari raya natal, bidan itu menyarankan agar diberi nama Slamet Hari Natal agar mudah dihafalkan. “Lantas ibu saya ya mengikuti saja saran bidan tersebut,” terangnya.

Dikatakannya, dirinya dan keluarga beragama muslim semua. Bahkan, setiap harinya selalu rutin mengikuti kegiatan di mushala. “Saya kadang juga azan di mushala juga. Tidak ada masalah,” jelasnya.

Menurut dia, selama ini tetangganya tidak mempersoalkan namanya walaupun mayoritas adalah muslim.

Dia menuturkan, memiliki nama unik sering kali menemui kesulitan dalam mengurus surat-surat di kecamatan. Pasalnya, petugas selalu mengkonfirmasi berkali-kali.

“Lambatnya tidak dipersulit, hanya nanya lagi apa bener ini namanya,” kenangnya sembari tertawa.

Baca juga : Paus Fransiskus Singgung Dokumen “Persaudaraan Insani” Saat Hadiri Konfrensi di Universitas San Luigi Napoli Italia

Baca juga : Pembangunan Jalan Setapak Dinilai Isolasi Warga, Lurah Tulamalae Mengaku Belum Ada Laporan

Pria ini juga dikenal dengan sosok dermawan. Setiap hari, ia dengan sukarela membersihkan sampah dengan mobil pick up miliknya untuk dikirim ke TPA.

“Ya saya angkut sampah sukarela, daripada dibuang di sungai. Yang penting dapat barokahnya saja,” tuturnya.
Berkat keikhlasannya itu, ia mengantar sang anak bungsu menjadi prajurit TNI meskipun keadaan keluarganya serba kekurangan. Sang anak yang bernama Sertu Teddy saat ini sedang menjalani pendidikan S1 di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Sehari-hari saat pulang ke rumah, Sertu Teddy seringkali membantu sang ayah membersihkan sampah di lingkungannya dengan sukarela.
Tetangga Barunya Sempat Heran
Seorang tetangganya, Ahmad Muhajri saat pertama pindah ke Wates, dirinya bingung dengan nama Slamet Hari Natal. Bahkah, sering dipanggil dengan nama Yesus.
“Awalnya heran, ini muslim kok namanya Slamet Hari Natal. Tapi waktu ada hajatan di rumah beliau, bapaknya menceritakan awalnya, jadi saya paham,” terang Ahmad.
Ahmad juga mengatakan kalau Yesus adalah salah satu masyarakat yang ditokohkan di lingkungannya. “Ya kalau beliau ini memang baik, bahkan salah satu yang ditokohkan di sini,” tutupnya.(Kumparan.com/tugumalang.id/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)
Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply