Trend Meningkat, Status KLB DBD Di Kabupaten Alor Belum Dicabut

0
35

TIMORDAILY.COM, ALOR-Dinas Kesehatan Kabupaten Alor belum mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah tersebut.

Pasalnya jumlah penderita DBD di Kabupaten Alor belum mengalami penurunan pasca dinyatakan KLB pada akhir Januari 2020 lalu, namun hingga saat ini trendnya meningkat jumlah penderitanya.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemory kepada Timor Daily di Kantornya, pada Senin (10/2/2020).

“Status KLB DBD belum dicabut. Trend penderita setiap minggu meningkat. Data Kabupaten yang ada sampai Sabtu (9/2/2020) dicurigai 13 orang, yang positif 134 orang, dan yang meninggal 2 orang,” ungkap dr. Christine akrab disapa dr. Maya.

Menurutnya, jumlah ini tersebar di 9 Kecamatan dari 17 Kecamatan yang di Kabupaten Alor. Dinas Kesehatan telah melaksanakan upaya pencegahan dan pengobatan secara langsung. Selain itu juga telah memberikan himbauan sesuai surat yang telah dikeluarkan sebelumnya, yakni diminta kepada semua jajaran pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan desa, serta semua stokholder yang ada didaerah itu, baik tokoh agama, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh pendidikan, organisasi, dan mitra kerja untuk merespon kondisi yang ada, dengan segera melapor bila ada DBD diwilayah masing-masing.

Berikutnya dia mengungkapkan, yakni diinstruksikan kepada semua masyarakat kabupaten Alor untuk melakukan pencegahan dengan memberantas jentik nyamuk yang ada melalui cara menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, memberikan bubuk abate pada bak penampung air, menggunakan kulambu saat tidur siang dan malam, dan memakai obat anti nyamuk.

Hal penting berikutnya yang dinstruksikan, kepada semua UPT Puskesmas di Kabupaten Alor untuk melayani kasus DBD 1 X 24 jam, dan kepada semua jajaran petugas kesehatan mulai dari Dinas, pustu, puskesmas, dan rumah sakit untuk melakukan pemberantasan dan penangganan DBD, serta dibutuhkan dukungan penangganan lintas.

BACA JUGA : Gubernur NTT Viktor Laiskodat Kagumi Keindahan Padang Fulan Fehan di Belu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Warga Umanen Geger Temukan Mayat Laki-Laki  Dekat Puskesmas Atambua Barat Perbatasan RI-RDTL

Dia melanjutkan, kondisi KLB DBD di Kabupaten Alor mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Tim dari Dinas Kesehatan Propinsi telah datang ke Kabupaten Alor sebanyak 2 kali untuk melihat dan berusaha bersama Pemerintah Kabupaten Alor untuk menangani DBD ini.

“Dinas Kesehatan Propinsi kirim 3 orang dokter spesialis, yakni dokter anak, penyakit dalam, dan patologi klinik. Propinsi juga membantu kami dengan abate,” ungkapnya, sambil menambahkan perhatian Propinsi ini sebab Kabupaten Alor merupakan Kabupaten urutan kedua tertinggi jumlah penderita DBD saat ini setelah Kabupaten Sikka di Propinsi NTT.

Bupati Alor Gelar Ratas Ancaman DBD di Kabupaten Alor yang meluas dan berdampak pada terus terjadinya peningkatan penderita DBD ini membuat Bupati Alor, Drs. Amon Djobo menggelar rapat terbatas (ratas).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine mengatakan Bupati sangat memberikan perhatian terhadap KLB DBD ini. Menurut dia, Bupati Alor sudah beberapa kali menggelar ratas, dan rapat terakhir dilakukan pada Sabtu (9/2/2020) pengobatan penderita dan pencegahan terhadap meluasnya DBD ini.

“Bicara DBD ini bukan bicara Dinkes, bukan bicara pemerintah, tetapi masyarakat juga punya tanggungjawab bersama. Cukup dengan membersihkan lingkungan dengan anjuran kesehatan yang ada,” tandasnya.

Dia melanjutkan, kondisi cuaca saat ini hujan panas berseling, maka nyamuk ini akan cepat menyebar apalagi ditambah dengan kondisi lingkungan yang kotor.

“Pola hidup nyamuk pembawa DBD ini sekarang berubah. Kalau sebelumnya siklus penetasan telurnya 5-7 hari, namun sekarang hanya 3 hari. Kalau dulu nyamuk ini bergerak gigit manusia pada pagi hari jam 10.00 – 11.00 wita dan sore hari pukul 15.00-16.00 wita, tetapi sekarang 24 jam. Demikian juga kalau dulu hidupnya di genangan air jernih, tetapi saat ini air kotor pun menjadi wadahnya,” tambah dia.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

 

Leave a Reply