Tokoh Adat Belu Dukung Paket Sehati di Pilkada 2020

0
64
Tokoh Adat Belu Dukung Paket Sehati Bartarung di Pilkada 2020
Sejumlah Tokoh Adat Kabupaten Belu di Rumah Perubahan, Tulamalae, Atambua Barat, Perbatasan RI-RDTL, Selasa (23/6/2020. Foto: Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Sejumlah Tokoh Adat (kenaian) Kabupaten Belu mendukung dr. Agus Taolin dan Aloysius Haleserens untuk bertarung di Pilkada Belu 2020.

Dukungan dari sejumlah Tokoh Adat di Kabupaten Belu ini disampaikan saat menggelar acara jumpa pers bersama awak media di Rumah Perubahan, Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, Selasa (23/06/2020).

“Bahwa kehadiran kami ini benar-benar mendukung dr. Agus dan Pak Alo Haleseren, bahwa kami ingin kedua orang ini menjadi Bupati di Belu untuk melakukan perubahan,” kata Guido Meo, salah satu Tokoh  Adat.

Guido menandaskan, perubahan yang dimaksud berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta penguatan terhadap adat isti adat masyarakat Belu.

“Apa yang sekarang sudah ada ini harus diubah lebih baik lagi, seperti kesehatan,dan membuat masyarakat lebih sejahterah lagi,” pungkas Guido.

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Paket Sehati Kantongi SK Dukungan dari  4 Parpol

BACA JUGA : Tagih Janji Penyelesaian Sengketa Pilkades, Masyarakat Rafae Geruduk Lagi Kantor PMD Belu

BACA JUGA : DPRD Belu Minta Pemda Segera Salurkan Dana JPS

Sedangkan Nai Nanaet, Naitimu Rudi Manek menambahkan, sebagai Tokoh Adat di Kabupaten Belu, dirinya menginginkan sosok pemimpin yang paham dan mengerti juga soal adat isti adat yang berlaku di Kabupaten Belu.

“Kita orang Belu, kita orang adat, kita harus memilih pemimpin yang betul-betul tahu adat,” tuturnya.

Naitimu Rudi Manek menjelaskan, dr. Agus dan Aloysius Haleserens adalah figur yang tidak diragukan lagi, apalagi tentang kemampuan berbicara yang telah teruji.

“Kemampuan berbicara di depan umum kalau yang saya lihat di Blbapak dr. Agus Taolin dan Pak Alo Haleseren, bukan saja punya kemampuan public speaking, tetapi beliau juga sangat fasih berbicara bahasa tetun dan ini modal dasar untuk menjadi seorang pemimpin,” jelasnya.

Hadir saat itu, Tokoh Adat Fialaran bersama Ina-Ama, Tokoh Adat Lasiolat dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya di Kabupaten Belu.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat