Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

0
254
Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka
Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

TIMORDAILY.COM, KUPANG – Ikatan Mahasiswa Malaka (Immala) Kupang, sebagai organisasi mahasiswa tingkat Kabupaten Malaka di Kupang kembali menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada Minggu (22/3/2020).

Dalam forum RUA yang  berlangsung di Aula Wilma Penfui Kupang ini, Verry Manek yang merupakan salah satu calon ketua, terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi  satu tahun ke depan.

Dengan terpilihnya Verry Manek ini maka kepemimpinan Immala Kupang untuk periode 2020-2021 akan berjalan baik sebagai tempat berhimpunnya ratusan bahkan ribuan Mahasiswa Malaka yang sedang melanjutkan studi baik di kampus Negeri maupun swasta di Kota Kupang.

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

BACA JUGA : Proyek Bawang Merah Bermasalah Hingga Dugaan Adik Titip Uang di 5 Rekening, TPDI NTT Sebut Kemungkinan Kecil Bupati Malaka Tidak Tahu

BACA JUGA : Melki Laka Lena Tegaskan Kawal dan Proses Oknum yang Terlibat Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka

Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka
Verry Manek Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang dalam RUA di Aula Wilma, Minggu (22/3/2020) malam

Dalam pidatonya usai terpilih, Verry Manek menegaskan Immala Kupang tidak boleh hanya berdiam diri tetapi harus terlibat aktif juga dalam setiap permasalahan yang dihadapi Masyarakat Kabupaten Malaka, tak terkecuali masalah korupsi.

“Immala sebagai organisasi pengkaderan dan perjuangan asal Kabupaten Malaka, yang berkedudukan di Kota Kupang tentu tak boleh hanya tinggal diam dan harus berjuang atas segala kepentingan rakyat, semisal terkait kasus korupsi bawang merah yang menyeret sejumlah pejabat tinggi di Kabupaten Malaka pada hari ini,” kata Verry Manek.

Dia menyampaikan terimakasih kepada para anggota Immala Kupang yang telah memercayainya memimpin organisasi tersebut selama satu tahun ke depan.

“Terima kasih atas dukungan dan kerja samanya dari teman-teman semua sehingga apa yang kita kehendaki sudah tercapai, tentunya ini bukanlah akhir melain awal dari sebuah perjuangan,” ujar Mahasiswa Fisip Unwira Kupang itu.

Verry lantas mengajak seluruh mahasiswa asal Kabupaten Malaka yang ada di Kota Kupang agar tak hanya fokus menyelesaikan kuliah tapi harus bersatu padu peduli terhadap setiap persoalan kemasyarakatan di Malaka.

“Dinamika telah usai mari kita berbenah dan bergandengan tangan untuk membuat immala lebih baik lagi. Immala Kupang merupakan satu-satunya organisasi atau wadah perjuangan dan pengkaderan yang mengatasnamakan Kabupaten Malaka di Kota Kupang.
Di pundak kita ada banyak harapan agar tetap tampil sebagai agen of changes dan agen of control,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Verry menyoroti hebohnya kasus dugaan korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka karena telah membuat 9 pejabat menjadi tersangka. Baginya, ini kasus yang luar biasa jika dilihat dari usia Kabupaten Malaka yang belu genap 8 tahun pisah dari Kabupaten Belu.

“Hari ini publik dihebohkan dengan kasus dugaan korupsi Di salah satu komoditi RPM yaitu kasus bawang merah, polemik-polemik yang terjadi Malaka perlu ditanggapi serius oleh mahasiswa asal malaka.  Saya sebagai mandataris terpilih akan melakukan konsolidasi dan kolaborasi dengan teman-teman dari OKP nasional maupun lokal untuk berdiskusi terkait kasus ini, dan mendukung penuh Polda NTT untuk mengusut tuntas skandal Bawang Merah,” tandasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Verry Manek, Immala Kupang yang sudah berdiri kokoh di kota kupang kurang lebih 19 tahun, sebagai organisasi yang mengatas namakan kabupaten Malaka tentu tidak tinggal diam dengan persoalan yang belakangan ini heboh di perbincangkan oleh Publik.

Menurut Verry, Mahasiswa yang notabenenya bergelut di organisasi sudah seharusnya melihat polemik yang terjadi, harus hadir sebagai solusi dan memberi edukasi terhadap Masyarakat dan tidak memihak, bukan menjadi juri bicara untuk elite politik, sebagai mandataris terpilih akan terus mengawal setiap persoalan sosial yang terjadi di Masyarakat Malaka.

“Sebagai organisasi mahasiswa asal Malaka, kami menyikapi secara serius atas sejumlah Kasus korupsi di Malaka,” tegas Manek.

Hal yang sama ditegaskan oleh Mantan Ketua Immala, Sirilius Klau, ia menjelaskan, organisasi yang mewakili kKabupaten Malaka di Kota Kupang hanya Immala Kupang. ”Dan Immala harus serius mengusut tuntas kasus korupsi di Malaka,”  tegasnya.

Menurut Sirilius, Immala Kupang harus berdiri di atas kaki sendiri sebagai organisasi mitra kritisnya pemerintah.

Sirilus, menambahkan, pada masa kepemimpian ini bertepatan dengan momentum politik, tentu sebagai ketua harus menjaga marwah organisasi dan integritas organisasi.

Pantauan TIMORDAILY.COM, di lokasi RUA pada Minggu (22/3/2020) malam, dinamika forum terlihat sangat keras dalam nuansa intelektual serta spirit untuk menatap masa depan Malaka kearah yang lebih baik. Adu argumen dan perdebatan tak terhindarkan sebagai momentum evaluasi perjalanan kepemimpinan di organisasi dan momentum refleksi soal arah dan gerak organisasi . Namun akhirnya semua sepakat secara aklamasi memilih ketua dan sepakat untuk peduli terhadap Rai Malaka, Rai Moris Fatin. (Jho/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply