Terpilih Aklamasi, Epy Nahak Kembali Pimpin Golkar Belu

0
41
Terpilih Aklamasi, Epy Nahak Kembali Pimpin Golkar Belu
Epy Nahak dalam sambutan Musda X. Foto: theeast.co.id

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Yohanes Jefri Nahak kembali terpilih menjadi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL, Selasa (21/7/2020).

Yohanes Jefri Nahak yang akrab Epy Nahak ini terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar Belu selama lima tahun.

Musda X dibuka langsung Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena  dan dihadiri unsur pengurus Partai Golkar NTT, pengusur partai Kabupaten hingga tingkat Kecamatan dengan menjalankan protokol kesehatan.

Turut hadir dalam Musda X partai Golkar itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Balon Bupati Belu dr. Agus Taolin, Balon Wabup Apolonarios da Costa, Yohaneta Mesak serta Vincent Laka serta Pj Sekda Belu.

BACA JUGA : Buka Musda Golkar Belu, Laka Lena Pastikan Hasil Survey Bakal Calon Bupati dan Wakil Diumumkan Agustus

BACA JUGA : Dipertanyakan Golkar, Wabup Belu Ose Luan Sebut Kepiting Bakau Sudah Dipanen 820 Kg Selama 2 Tahun

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020-PKS Resmi Dukung Agus Taolin dan Alo Haleserens, Golkar Masih Survey

Menurut Ketua DPD I Golkar NTT, kegiatan Musda ini tentu merupakan media kami menyegarkan, refleksi organisasi kami selama lima tahun ke depan. Dengan Musda ini diharapkan, proses mufakat bisa terlaksana dengan baik sehingga betul-betul partai Golkar siap untuk masuk di momen Pilkada tanpa ada kendala.

“Perlu diatur lagi secara internal solid untuk bisa masuk dalam sebuah proses Pilkada dengan tim yang lebih kuat,”ujar Melki Laka Lena.

Melki Laka Lena menandaskan, Musda dilakukan untuk persiapan Pilkada Belu. Partai Golkar sudah memutuskan lima daerah di Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat dan Ngada.

Dan Belu salah satu dari lima Kabupaten masih dalam survey terhadap seluruh bakal calon yang telah daftar di partai Golkar baik Bupati maupun Wakil Bupati.

“Memang proses survey masih berjalan sampai saat ini diperkirakan awal Agustus selesai sehingga bisa dibahas di partai Golkar karena itu domain partai,”ucap dia.

Terkait dengan hasil survey itu Melki Laka Lena tegaskan, tidak bisa dintervesi karena dalam survey itu ada semacam tim pendamping dari pusat. Yang pasti karena ini cek berlapis tidak mudah untuk intervensi hasil dari proses survey ini.

BACA JUGA : Golkar Belu Sebut Sejumlah Program Pemkab di Bawah Kepemimpinan Sahabat Gagal

BACA JUGA : Golkar dan Gerindra Bahas Koalisi Pilkada 2020

BACA JUGA : Kejaksaan Negeri Belu Siap Bantu BRI Atambua Jika Ada Masalah

Dikatakan, perbedaan politik itu barang biasa, tapi apapun perbedaan kita tidak boleh memutuskan komunikasi dan silaturahmi. Kemungkinan pada saat keputusan DPP itu kurang mungkin kita sedikit berbeda, tapi nanti saya akan kembali lagi untuk selesaikan dinamika dengan tenang.

“Pusat itu adalah titik akhir dari sebuah dinamika. Jadi kalau DPP putuskan, suka tidak suka kita jalani keputusan itu dan tetap jaga komunikasi politik jangan putus,”pinta Ketua DPD I Golkar NTT itu.

Sementara itu, Epi Nahak mengatakan, pelaksanaan Musda lima tahun ini wajib dilaksanakan partai Golkar di seluruh Kabupaten dengan agenda memilih ketua dan menyusun program ke depan. Musda utamakan musyawarah untuk mufakat.

“Kita hindari untuk terjadi saling sikut, kami utamakan aklamasi dan utamakan Pilkada dan menangkan Pilkada Belu dan kita serahkan sepenuhnya keputusan dari pusat,” kata Epi.(yan/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat