Ternak Babi Milik Warga Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Begini Penjelasan Kadis Peternakan

0
122
Ternak Babi Milik Warga Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Begini Penjelasan Kadis Peternakan
Ilustrasi Babi Mati

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Ternak babi milik warga di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL mati secara tiba-tiba dalam beberapa pekan terakhir.

Kematian ternak babi terjadi di sejumlah wilayah yakni di Kecamatan Raihat, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Raimanuk dan Kota Atambua.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri mengatakan Kasus kematian Babi di wilayah Kabupaten Belu Karena terserang kolera atau yang biasa dikenal Demam Babi.

BACA JUGA : 96 Orang Lulus Passing Grade Hari Pertama Tes SKD

BACA JUGA : Pemda Belu Atensi Kerusakan Ruas Jalan Provinsi, Wabup Ose Luan Pantau Langsung Lokasi 

BACA JUGA : Hadiri Fit and Proper Test SBS-WT di Partai Gerindra, Sejumlah ASN Malaka Dilaporkan Germas Prodem ke Bawaslu NTT

Ternak Babi Milik Warga Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Begini Penjelasan Kadis Peternakan
Kadis Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu

“Gejala yang kita lihat di lapangan kematian Babi ini lebih mengarah pada kolera atau Demam Babi yang biasa,” jelasnya saat ditanyai TIMORDAILY.COM di Atambua, Selasa (4/2/2020).

Kadis Nikolaus menjelaskan, ternak babi yang terkena kolera atau demam babi memiliki ciri-ciri yakni tidak bisa berdiri.

“Ciri-cirinya babi tidak bisa berdiri hanya bisa makan,” ujar mantan Kasat Pol PP Belu ini.

Menurutnya, kematian ternak babi terjadi akibat dari perubahan cuaca maupun stok makanan yang berkurang yang mempengaruh babi terserang colera/demam Babi.

“Ada perubahan cuaca sehingga babi mengalami hal ini dan juga babi saat musim kemarau makannya kurang, jadi kami sampaikan untuk jaga makannya dan juga kandang babinya,” jelasnya.

Meski demikian, Kadis Nikolaus mengatakan, untuk lebih memastikan virus yang menyebabkan kematian ternak babi di Kabupaten Belu pihaknya telah mengirimkan sampel untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner di Bali.

“Kemarin Kita sudah kirim 20  sampel  darah ke Balai Besar veteriner di Bali untuk memastikan ada virus atau tidak”Ujarnya.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here