Terminal Pembantu Fatubenao Kabupaten Belu Mubazir, Begini Penampakannya

0
50
Terminal Pembantu Fatubenao Kabupaten Belu Mubasir, Begini Penampakannya
Terminal Fatubenao

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Terminal merupakan sarana penunjang utama bongkar muat barang dan penumpang baik itu darat laut dan udara.

Selain sebagai penunjang utama transaksi perpindahan barang dan manusia, terminal juga sebagai pelopor pertumbuhan daya dukung transportasi serta salah satu indikator perkembangan suatu daerah.

Mengacu pada deskripsi singkat tentang terminal ini, rasanya cukup miris bila kita melihat fungsi dari Terminal Pembantu Fatubenao yang hampir tidak ada dan nyaris tidak ada aktifitas layaknya terminal lainya alias mubasir.

Pantauan TIMORDAILYCOM, Senin (26/8/2019) siang, suasana terminal ini tampak sepi. Tidak ada aktivitas bongkar-muat barang maupun penumpang di terminal ini.

Terminal Pembantu Fatubenao Kabupaten Belu Mubasir, Begini Penampakannya
Terminal Pembantu Fatubenao mubasir. Suasana sepi terpantau pada Senin (26/8/2019) siang. Foto by Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

BACA JUGA : Mahasiswa Asal Pulau Timor di Yogyakarta Jadi Petugas Parkir, Begini Kisahnya

BACA JUGA : Ruas Jalan di Lolowa Kota Atambua Menuju Kampus STISIP Fajar Timur Terkesan Tak Terurus

BACA JUGA : Tolak Ujaran Kebencian dan Diskriminasi Etnis, Pemuda Bersama Tokoh Agama di Belu Tandatangani Petisi untuk Presiden Jokowi

Yohanes kun, salah satu pengendara ojek yang mangkal di depan terminal ini menuturkan, bahwa fungsi utama dari terminal ini sudah hampir tidak ada.

Akibatnya para pengendara ojek di sekitar terminal dan masyarakat yang dulunya mengais  rejeki di terminal ini, kini telah beralih ke tempat lainya.

Hal ini dikarenakan, munculnya terminal bayangan di Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Lama Atambua, persisnya di ruas jalan pertokoan, depan Toko Daya Baru dan sekitarnya.

Tentunya, lanjut Yohanes Kun, inilah kendala utama mengapa terminal ini terlihat sepi dan nyaris tidak ada aktifitas.

“Ini terminal sudah tidak rame (ramai, red) lagi seperti dulu lagi. Kami yang ojek ini dulu yang mangkal di sini banyak dan dulu penghasilan yang didapat cukup memuaskan. Sedangkan sekarang, mulai ada terminal bayangan di pasar lama, depan toko daya baru itu, mobil-mobil lebih memilih mangkal penumpang di sana ketimbang di terminal ini. Penghasilan kami menurun dan teman-teman ojek lainya memilih untuk pindah tempat mangkal,” ungkapnya.

Menurutnya, seharusnya Dinas Perhubungan Kabupaten Belu harus tegas dengan terminal bayangan itu bukan malah membiarkannya mubasir.

Terminal Pembantu Fatubenao Kabupaten Belu Mubasir, Begini Penampakannya
Suasana semrawut di terminal bayangan Pasar Lama Atambua, jalan Jenderal Sudirman. Senin (26/8/2019). Foto by Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

BACA JUGA : Jaga Keberagaman, Pemuda Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Gelar Aksi Bakar Lilin Tanggapi Video Viral UAS

BACA JUGA : Film Anak Garuda – Kisah Nyata Perjuangan Generasi Millennial 

BACA JUGA : Kali Pasar Baru Atambua Dipenuhi Sampah dan Tebar Aroma Tak Sedap

Ketika ditanya apakah pernah menyampaikan hal ini ke pada DPRD Belu dan pihak terkait, Yohanes mengaku tidak berani untuk mengadukan hal ini.

Untuk diketahui, Terminal Pembantu Fatubenao yang berada di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua ini menjadi terminal penumpang dan barang bagi masyarakat yang bepergian ke wilayah Tasifeto Timur (Tastim) sampai dengan Kecamatan Lamaknen Selatan.

Sesuai dengan pantauan TIMORDAILY.COM, di terminal bayangan jalan Jenderal Sudirman Pasar Lama Atambua, persisnya di pertokoan daya baru, terdapat angkutan bus yang mangkal penumpang di tempat ini. Hal ini menyebabkan arus lalulintas terganggu bahkan sering macet ruas jalan sempit dan hanya berupa satu lajur. (ito/TIMOR DAILY/ TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau

Leave a Reply