Tenaga Medis Asal Flores Timur Ini Kecewa dengan Kebijakan Pemerintah

0
70
Tenaga Medis Asal Flores Timur Ini Kecewa dengan Kebijakan Pemerintah
Selvi Barek, tenaga medis asal Flores Timur yang saat ini bekerja di Puskesmas Cijati, Cianjur, Jawa Barat.

TIMORDAILY.COM, LARANTUKA-Tenaga medis selalu menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19.

Tercatat, hingga saat ini sudah banyak puluhan medis yang terpapar virus corona. Banyak pula yang meninggal akibat wabah ini.

Selain dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD), para tenaga medis harus ditopang dengan kebijakan yang mumpuni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selvi Barek, salah satu tenaga medis asal Flores Timur yang saat ini bekerja di Puskesmas Cijati, Cianjur, Jawa Barat dihubungi TimorDaily.com dari Larantuka, Selasa (19/5/2020) mengungkapkan, bahaya virus corona yang telah mewabah di negeri ini.

BACA JUGA : Begini Nasib Mahasiswa Asal Flores Timur di Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19

BACA JUGA : Aktivis Perempuan Sorot Kunjungan Gubernur NTT ke Pubabu Timor Tengah Selatan

BACA JUGA : FMN Cabang Kupang Mengecam Tindakan Penggusuran Pemprov NTT Terhadap Masyarakat Adat Pubabu

Barek menuturkan, virus yang berawal dari Wuhan pada Desember 2019 ini, telah memakan banyak korban jiwa termasuk para medis sendiri yang menjadi garda terdepan.

“Menjadi garda terdepan di tengah wabah Covid-19 membuat nasib para medis cukup memprihatinkan,” tutur Barek.

Tak segan-segan Barek membeberkan kekecewaan terhadap pemerintah atas kebijakan yang mengizinkan transportasi dari luar daerah terus beroperasi di tengah serangan Covid-19 semakin masif.

Menurutnya, kebijakan ini dinilai tidak tepat untuk melawan wabah Covid-19 yang telah menjalar di Indonesia.

“Sehingga agak keliru jika ada yang masih berpikir kalau Covid-19 sama dengan flu biasa sehingga disuruh untuk berdamai dengan Covid-19,” tandas Barek.

Barek menilai, kebijakan tersebut justru akan semakin menambah banyak pasien yang terpapar pandemi ini.

“Kalau seperti ini yang bekerja lebih berat nantinya, pastinya para tenaga medis,”ungkapnya.

BACA JUGA : Tengkulak Beroperasi, Harga Komoditi Petani di Pasar Baiona Flores Timur Mencekik

BACA JUGA : Satu Negatif, Alor Tinggal Satu Swab yang Belum Diperiksa

BACA JUGA : Seorang Ibu Hamil Reaktif Rapid Test, Bupati TTU : Tunggu Hasil Swab

Barek secara tegas meminta pemerintah harus matang dalam mengambil kebijakan sehingga tidak merugikan pihak manapun.

Untuk diketahui, hingga pertengahan bulan April tercatat sebanyak 44 tenaga medis meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

Sesuai rincinan Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES/R), pada 12 April 2020, 44 tenaga medis yang meninggal itu 32 dokter dan 12 perawat.

Sedangkan, hingga Senin (18/5/2020) total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 18.010 kasus. Sebanyak 4.324 orang dinyatakan sembuh, dan 1.191 orang lainnya meninggal dunia.(pib/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat