Tarian Tradisional Asal Lembata Menyapa Pengunjung Kafe Play On di Yogyakarta

0
147

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA ~ Para pemuda dan pemudi asal Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam tim sanggar Ikatan Keluarga Mahasiswa Lembata Yogyakarta (IKALAYA) Sanggar,  menampilkan tarian tradisonal asal Lembata di kafe Play On Yogyakarta.

Komunitas Keliling Indonesia menghubungi para mahasiswa asal Lembata ini untuk tampil tarian daerah guna menghibur para pengunjung di Kafe Play On Yogyakarta, Rabu (15/10/19).

Nope Semuki yang juga salah satu pendiri Sanggar Ikatan Keluarga Mahasiswa Lembata, kepada TIMORDAILY.COM, Rabu (16/10/19), mengatakan, selain dihubungi oleh Komunitas Keliling Indonesia, penampilan tradisional ini guna merayakan hari bersejarah masyarakat Lembata pada tanggal 12 Oktober 2019.

“Kami merasa ikut merayakan hari bersejarah masyarakat lembata yang genap merayakan otonomi Lembata yang ke 20 bertepat di tanggal12 Oktober 2019,” ujarnya.

Tarian Tradisional Asal Lembata Menyapa Pengunjung Kafe Play On di Yogyakarta

Tim Sanggar Ikatan Keluarga Mahasiswa Lembata Yogyakarta saat tampil tarian tradisional di Kafe Play On Yogyakarta, Selasa (15/10/19).

Sanggar  Ikatan Keluarga Mahasiswa Lembata Yogyakarta ini menampilkan tarian Beku dan tarian Baleo untuk merayakan hasil bersejarah masyarakat Lembata.

Pihaknya berharap kepada mahasiswa asal Lembata di Yogyakarta yang mempunyai bakat seni untuk bergabung dan bersama mempromosikan tarian khas asal Lembata.

“Kami berharap kawan – kawan  mahasiswa Lembata yangg memiliki niat yang sama, mau merawat budaya dan memperkenalkan kepada dunia luar maka dengan senang hati kami membukakan pintu kepada teman – teman yang mau bergabung,” sambung Nope Semuki.

Lanjutnya, tim sanggar ini mengharapkan  dukungan dari para orangtua asal Lembata di Yogyakarta dan pemerintah daerah Kabupaten Lembata untuk memberikan sumbangsih pemikiran beserta perlangkapan alat – alat tarian.

“Dan kepada para orangtua, senior dan pihak pemerintah daerah kabupaten Lembata agar dapat memberikan support, baik pemikiran, tenaga bahkan alat perlengkapan sanggar agar semangat yang ada tetap terpelihara dan mampu memainkan peranan orang muda dengan maksimal,” pinta Nope Semuki.

Nope menjelaskan, tarian tradisional patut dilestariikan sebagai identitas  masyarakat Lembata dan sebagai kekayaan budaya negara Indonesia.

Menurut Mariano Lejap yang juga salah satu inisiator IKALAYA Sanggar, mengatakan, tim sanggar asal Lembata ini baru dibentuk, sehingga masih kekurangan dan materi – materi. Namun, berkat semangat tim sanggar asal Lembata ini, pihaknya bisa menampilkan tarian tradisonal kepada para pengunjung kafe Play On Yogyakarta.

“IKALAYA Sanggar ini sendiri baru memulai sehingga masih banyak kekurangan personil dan materi – materi yang siap ditampilkan. Namun, dengan semangat muda kawan – kawan mahasiswa Lembata Yogyakarta, yang dengan sukarela mau bergabung maka ke depannya kami optimis mampu menampilkan yang terbaik dan istimewa seperti Istimewanya kota Yogyakarta,” tutur Mariano Lejap pemuda asal Lembata ini.

Untuk diketahui, pada pembukaan acara tersebut, para mahasiswa asal Lembata ini menyanyikan lagu yang berjudul ‘Tanah Lembata Helero’ dan tampilkan tarian Beku yang menceritakan perjalanan masyarakat yang tersirat suka dan suka, diperagakan dalam irama yang ditampilkan, tarian Baleo pertunjukan penangkapan ikan paus Lamahera secara tradisional dan ditutup dengan menyanyikan lagu Flobamora Manise, kebanggan orang NTT.(gus/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat