Tangani CoronaVirus di Perbatasan RI-RDTL, Pemda Belu Siapkan Anggaran Rp 13 Milyar 

0
108
Tangani CoronaVirus di Perbatasan RI-RDTL, Pemda Belu Siapkan Anggaran Rp 13 Milyar 
Bupati Belu, Willy Lay

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Data terkini perkembangan kasus pandemi coronavirus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat.

Jika pada Selasa (24/3/2020) jumlah orang dalam pengawasan (ODP) covid-19 sebanyak 130 orang, maka pada periode Kamis (26/3/2020) atau dua hari setelah itu jumlah ODP bertambah menjadi 254 orang.

Dari jumlah ini, sebanyak 221 orang melakukan karantina mandiri sedangkan 26 orang dinyatakan selesai masa pemantauan.

BACA JUGA : Update Covid-19 di NTT ODP Bertambah 20 Orang Jadi 130 Orang, Kabupaten Belu Sudah 10 Orang

BACA JUGA : Camat Mataru Alor Minta Tim Teknis Periksa Kualitas Pembangunan Jalan Rp 2,8 Miliar

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang Imbau Warga Isolasi Diri

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Mere, M.Kes saat memberi keterangan pers tentang ODP di NTT di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kamis (26/3/2020) seperti dilansir poskupang.com menjelaskan, Jika dirinci per kabupaten maka jumlah OPD terbanyak di Kota Kupang sebanyak 48 orang, disusul Kabupaten Sikka sebanyak 39 dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 35 orang.

Sedangkan kabupaten dengan jumlah paling sedikit adalah Kabupaten Malaka dan Alor masing-masing satu ODP disusul Sabu Raijua sebanyak dua orang.

Kabupaten Belu sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL) yang sebelumnya mencatat 10 ODP, kini telah bertambah menjadi 18 orang.

Bertambahnya kasus secara cepat ini membuat Pemerintah Kabupaten Belu melalui bergerak cepat. Berbagai upaya dilakukan termasuk menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan kasus covid-19 ini.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Belu di bawah kepemimpin Bupati Willybrodus Lay dan Wakil Bupati JT Ose Luan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 13 Milyar untuk menghadapi dan menangani kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Belu.

Anggaran itu akan digunakan untuk membiayai kebutuhan penanganan Covid-19 sesuai petunjuk protokol pemerintah pusat dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Bupati Belu, Willybrodus Lay ketika dikonfirmasi Jumat (27/03/2020) pagi membenarkan hal tersebut.

Menurut Bupati Willy Lay, Pemda Belu mengalokasikan anggaran senilai Rp 13 Miliar yang bersumber dari APBD. Jumlah itu akan bertambah sesuai dengan tingkat kebutuhan daerah.

Dilansir dari pos-kupang.com, pemerintah juga melakukan rasionalisasi anggaran untuk penambahan anggaran penanganan Covid-19 sebagaimana diarahkan oleh pemerintah pusat.

Dana tersebut dipakai untuk menyediakan sarana dan prasarana penanganan Covid-19 seperti, penyedian tangki air dan tempat cuci tangan yang ditempatkan di semua ruang publik.

“Kami menangani covid-19 sesuai ketentuan antara lain menyediakan tangki air dan tempat mencuci tangan pada semua ruang publik terutama pasar-pasar. Menyediakan hand sanitizer, serta rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap tiga hari sekali di pasar, perkantoran, terminal, dan ruang pelayanan publik lainnya,” jelas Bupati Willy Lay.

Terkait dengan pengadaan alat pelindung diri (APD), lanjut Bupati Willy Lay, pemerintah telah mengajukan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dan saat ini masih dalam proses pengadaan.

Sesuai permintaan manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua dibutuhkan 150 unit Pakaian APD dan semuanya masih dalam proses pengiriman.

“Kami sudah mengajukan permintaaan pengadaan APD kepada pemprov NTT dan Pempus, dan saat ini kami masih menunggu proses pengadaannya karena semua daerah juga mengajukan permintaan APD,” ujarnya.

Terkait dengan kesiapan RSUD Atambua sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, Bupati Willy Lay mengaku optimis dan harus siap dengan berbagai kondisi. Apalagi, Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan negara sehingga harus selalu siap.

“RSUD Atambua harus selalu siap untuk menangani Covid-19 dan semua jenis penyakit lainnya, dan saat ini pihak rumah sakit sementara mempersiapkan ruangan isolasi khusus dilengkapi fasilitas penunjang,” tutur Bupati Willy Lay.

Pemerintah tambah Bupati Willy Lay, menghimbau semua masyarakat Belu agar selalu waspada terhadap Covid-19 dengan cara menghindari kerumunan orang banyak dan tetap tinggal di rumah manakala tidak ada urusan penting.

RSUD Atambua Siapkan Ruang Isolasi Khusus

RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua menjadi salah satu dari lima rumah sakit rujukan untuk menangani pasien terjangkit virus Covid-19 (corona).

Hal ini disampaikan Wakil Bupati JT Ose Luan, usai memimpin rapat pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Aula Gedung Dharma Wanita Batelalenok Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/3/2020) pekan lalu.

Terkait kesiapan RSUD Atambua sebagai salah satu rumah sakit rujukan, Direktur RSUD Atambua dr. Batsheba Elena Corputty, MARS, dikonfirmasi Timor Daily, Kamis (26/03/2020) mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan ruang isolasi.

Tangani CoronaVirus di Perbatasan RI-RDTL, Pemda Belu Siapkan Anggaran Rp 13 Milyar 
Direktur RSU Atambua, dr. Elena

BACA JUGA : Polres Alor “Ciduk” Pelaku Penipuan Pembangunan Gereja di Alor dan Flores

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Rumah Perubahan Dokter Agus Taolin Gandeng Golkar, Nasdem dan Gerindra Semprot Desinfektan

BACA JUGA : Update Covid-19 di NTT Kamis 26 Maret 2020 – ODP Bertambah Jadi 254 Orang, 221 Karantina Mandiri

“Ruang isolasi sementara siap,” tulis Elena melalui pesan WhatsApp kepada media ini kamis (26/03/2020) sore.

Namun, lanjut dr. Elena, sebagai rumah sakit rujukan,  RSUD Atambua belum memiliki Alat Pelindung Diri (APD)  standar,  layaknya seperti rumah sakit lainnya.

Dikatakannya, selain ruang isolasi yang disiapkan,  RSUD Atambua masih kekurangan APD standar.

“APD yang terstandar belum ada,” tulis dr. Elena.(advetorial Pemkab Belu/ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply