Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan

0
32
Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
Wabup Belu, JT. OSe Luan saat menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak Covid 19

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pandemi corona virus disease 2019 (Covid 19) juga melanda Kabupaten Belu. Meski kasus positifnya nihil sejak awal sampai saat ini, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu untuk meminimalisir dampaknya terhadap warga.

Salah satu upaya Pemkab Belu adalah memastikan agar bantuan-bantuan kepada warga terdampak seperti bantuan langsung tunia (BLT) yang bersumber dari dana desa, juga bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari APBD Belu harus tepat sasaran.

Tercatat, untuk bantuan JPS Pemkab Belu menyediakan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Dana ini untuk mengakomodir masyarakat desa dan kelurahan yang tidak menerima bantuan lain sebelumnya.

Selain itu, ada juga bantuan sosial tunai (BST) dan Perluasan Program Sembako di Kabupaten Belu, tercatat ada sekitar kepada 14.152 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan rincian, penerima BST sebanyak 10.174 KPM dan Perluasan Progam Sembako kepada 3978 KPM.

Untuk memastikan bantuan-bantuan tepat sasaran, Pemkab Belu melalui Bupati Willy Lay dan Wabup JT. Ose Luan harus melakukan kunjungan ke desa-desa dan kelurahan-kelurahan.

Ada kesan bahwa kunjungan-kunjungan itu sebagai bentuk kampanye dini mengingat pada Desember 2020 mendatang akan ada Pilkada.

Meski ada kesan miring tersebut, Bupati Willy dan Wabup Ose Luan tetap semangat dan terus mendatangi warganya, memastikan bantuan tepat sasaran, sembari mendorong agar tetap semangat bekerja, tetap produktif, mematuhi prokol covid 19. Karena niat mereka tulus untuk membantu masyarakat.

Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan

Yang pasti, Bupati Willy dan Wabup Ose Luan berkeliling ke kota dan desa untuk memastikan apakah masyarakat Belu sehat dan berkecukupan pangan atau tidak.

Saat berkeliling ke kota dan desa, keduanya secara simbolis menyerahkan bantuan sembako dan uang.

Sembako dan uang itu bukan dari kantong pribadi. Tetapi, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2020. Karena itulah, masyarakat Belu berhak atas anggaran itu dalam bentuk apa pun.

Di hadapan rakyat, Bupati Willy dan Wabup Ose selalu bilang, sembako dan uang yang diberikan hanya untuk satu dua hari. Tetapi, yang sangat mencengangkan, keduanya mengingatkan dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan mereka yang kosong untuk ditanami tanaman hortikultura.

Antara lain tomat, lombok, sayur-sayuran, mentimun, semangka, pepaya, sayur-mayur dan kacang-kacangan.

Hal ini dijelaskan sebagai upaya memenuhi pangan masyarakat Kabupaten Belu. Dengan demikian, ketersediaan pangan masyarakat selalu terpenuhi dalam situasi sulit apa pun.

Pekan lalu, Willy-Ose mendatangi antara lain masyarakat Kelurahan Lidak, Manumuti, Tulamalae dan Fatubenao. Semuanya di Kecamatan Kota Atambua.

Di Kelurahan Manumuti Kecamatan Kota Atambua, misalnya, ada pembagian bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga setempat.

Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan saat menyerahkan bantuan BLT kepada warga

Bantuan tersebut diserahkan Wabup Ose Luan secara simbolis kepada beberapa Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari total 874 KPM di Kelurahan Manumuti. Nilainya memang tak seberapa, Rp600.000,00 per KPM. Tetapi, Bupati Willy dan Wabup Ose tidak ingin bantuan itu jatuh ke tangan orang yang tidak berhak.

Karena itulah, untuk mempermudah dan memastikan bantuan-bantuan itu diterima KPM yang berhak, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu bekerjasama dengan BRI dan bankNTT Cabang Atambua. Pimpinan masing-masing bank juga ikutserta dalam kunjungan-kunjungan itu.

Sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara atau daerah, Bupati Willy dan Wabup Ose meminta para lurah dan kepala desa mengumumkan nama-nama penerima bantuan di papan informasi desa dan kelurahan.

Jangan heran bila setiap kali hadir di kelurahan dan desa, Bupati Willy dan Wabup Ose terlebih dahulu harus mengecek nama-nama KPM di papan informasi desa.

Menurut Wabup Ose, bantuan JPS disalurkan bagi masyarakat kelurahan dan desa.

“Bantuan JPS yang diberikan pemerintah ini untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat adanya pandemi Covid-19,” tandas Wabup Ose.

Selain memastikan penyaluran bantuan di kelurahan, Bupati Willy dan Wabup Ose juga berkunjung ke desa-desa. Mereka memberikan semangat dan meneguhkan keinginan warga untuk membangun desa. Sebab, urusan membangun desa tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tapi juga perlu ada partisipasi masyarakat.

Tidak hanya memberikan semangat dan meneguhkan keinginan warga desa. Bupati Willy dan Wabup Ose juga berkunjung ke desa-desa untuk menggali informasi, mendengar dan menampung berbagai masukan, saran dan aspirasi dari masyarakat.

Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
Warga desa saat dalam pertemuan dengan Bupati Belu

Di Desa Lutharato Kecamatan Lamaknen Selatan, misalnya, warga mengeluhkan akses jalan yang belum memadai, warga yang belum memiliki meteran listrik, wabah penyakit yang menyerang anak-anak hingga orang dewasa, wabah penyakit yang menyerang ternak milik warga seperti ayam, babi dan sapi.

Soal akses jalan, Bupati Willy bilang, Pemkab Belu tidak diam. Tetapi, keluhan-keluhan masyarakat Desa Lutharato itu akan diperhatikan pemerintah. Hanya perencanaan dan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap. Sebab, anggarannya terbatas. Bersamaan dengan pandemi Covid-19, pelaksanaan semua kegiatan pembangunan pun ditunda.

Hal serupa terjadi di Desa Lo’onuna, Debululik dan Sisi Fatuberal. Semuanya di Kecamatan Lamaknen Selatan pula.

Di Desa Lo’onuna, Bupati Willy mencatat 1.200 rumah tidak layak huni bagi warga baru yang dibangun pada 2005-2006.

“Rumah-rumah ini akan diprioritaskan untuk direhab supaya layak huni,” tandas Bupati Willy.

Tak Sekadar Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabup Belu Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan
Bupati Belu, Willy Lay dalam kunjungannya ke desa baru-baru ini.

Di Desa Debululik, Bupati Willy mengharapkan desa ini menjadi desa peternakan. Antara lain ternak sapi. Sebab, sesuai data Desa Debululik, jumlah sapi milik masyarakat setempat saat ini sebanyak 1.075 ekor.

Bahkan, dalam anggaran desa tahun anggaran 2017 dan 2018, Pemerintah Desa Debululik membuat pagar kawat sepanjang enam kilometer sebagai padang penggembalaan sapi.

Sedangkan Pemkab Belu melalui Dinas Peternakan akan membuat program dan memberikan pelatihan manajemen pakan ternak untuk masyarakat Desa Debululik.

Di bidang pertanian, Pemdes Debululik akan mengadakan bibit maek bako sebanyak 1.032 kilogram. Sebab, sesuai laporan Kepala Desa Debululik Oktovianus Bau Mau, maek bako adalah salah satu komoditi unggulan di desa itu.

Dilaporkan pula, Pemdes Debululik pada 2018 mendapat bantuan bibit maek bako dari Pemkab Belu melalui Dinas Pertanian. Bantuan bibit itu telah ditanam pada lahan seluas dua hektar.

“Permintaan masyarakat akan bibit maek bako sangat banyak. Sehingga, untuk memenuhi permintaan masyarakat, Pemerintah Desa membuat pengadaan bibit maek bako melalui alokasi dana desa tahun anggaran 2020. Selanjutnya, bibit itu dibagi-bagi gratis kepada masyarakat,” kata Kades Oktovianus.

Pihak Pemdes setempat pun akan menyediakan anakan kelor sebanyak 3.680 anakan dengan anggaran yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD).

Masih di bidang pertanian, Desa Debululik juga diakui memiliki potensi hortikultura seperti kacang tanah, kacang hijau, bawang merah dan bawang putih namum masih kekurangan bibit.

Harapan masyarakat Desa Debululik ini menjadi harapan masyarakat Desa Sisi Fatuberal pula. Mungkin desa-desa lain.

Di titik ini, semua anak Rai Belu patut memaknai kehadiran kepemimpinan Bupati Willy dan Wabup Ose untuk memberi solusi atas berbagai permasalahan yang ada di daerah ini. (advertorial pemkab belu/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)