Tak Mengenal Lelah, Nenek Asal Purwokerto di Yogyakarta Gendong Anaknya Sambil Cari Rongsokan

0
370
Tak Mengenal Lelah, Nenek Asal Porwokerto di Yogyakarta Gendong Anak Sambil Cari Rongsokan
Nenek Sami asal Purwokerto yang sedang mangkal di Jl. Adisucipto, Banguntapa, Yogyakarta. Jumat (6/12/2019). Foto : Wilson/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, YOGYAKARTA – Seorang Nenek asal Purwokerto di Yogyakarta setiap hari bersama buah hatinya selalu berkeliling di Kota Gudeg untuk mengumpulkan barang bekas demi kebutuhan hidup sehari-hari.

Nenek Sami harus mendorong gerobak sambil menggendong anaknya untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik, gardus rusak, botol minuman untuk dijual demi kebutuhan hidupnya.

Ditemui TIMORDAILY.COM, Jumat (06/12/2019), Nenek Sami yang sedang mangkal di Jl. Adisucipto, Banguntapan, Yogyakarta, mengatakan, dirinya memilih bekerja seperti ini guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga : Wanita Asal Klaten ini Memilih Jadi Pengemis di Yogyakarta, Begini Pesan Untuk Masyarakat

Baca juga : Selama 7 Tahun Nenek di Yogyakarta ini Jadi Pemulung Biayai Anak dan Cucu

Baca juga : Pedagang Kaki Lima di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta Selalu Dihantui Ketakutan, Begini Kisahnya

Menurutnya, ia sudah hidup bekerja selama tiga tahun tanpa mengenal rasa malu dan lelah. Lanjut Nenek Sami, akhirnya ia terbiasa dengan pekerjaan tersebut, mondorong gerobak untuk mencari sesuap nasi.

Dia menjelaskan, aktivitas sehari-hari ia hanya mendorong gerobak keliling Kota Yogyakarta. Walaupun kondisi tidak stabil dengan kaki bagian kanan mengalami cedera (patah tulang).

“Saya kerja sehari-hari hanya mencari barang bekas. Contohnya, aqua bekas, koran, gardus,” ujarnya.

Baca juga : Rumah Ambruk Akibat Gempa, Kakek Asal Banjarmasin di Yogyakarta Selama 18 Tahun Tidur di Emperan Toko

Baca juga : Kakek  Umur 83 Tahun Asal Magelang Ini Selalu Bekerja Keras Demi Mengobati Istri Yang Lumpuh

Lanjutnya, selama tiga tahun ia bekerja tidak membebani orang lain karena ia merasa dirinya mampu menafkahi anak semata wayangnya.

“Suaminya telah meninggal dunia dan hidup bersama anaknya yang masih kecil,” jelas Nenek Sami.

Dia berpesan, semoga ada uluran tangan dari pemerintah atau siapa saja yang ingin memberi bantuan untuk dirinya bersama buah hati yang masih kecil.(wil/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat