Tagih Janji Penyelesaian Sengketa Pilkades, Masyarakat Rafae Geruduk Lagi Kantor PMD Belu

0
65
Tagih Janji Penyelesaian Sengketa Pilkades, Masyarakat Rafae Geruduk Lagi Kantor Pemdes Belu
Masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu di Kantor PMD Kabupaten Belu, Senin (22/6/2020).

TIMORDAILY. COM, ATAMBUA-Sejumlah masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, didampingi salah satu Pemerhati Demokrasi Arnoldus Lay, mendatangi lagi Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Belu, Senin (22/06/2020).

Kedatangan sejumlah Tokoh Adat serta Pemerhati Demokrasi di Kabupaten Belu ke Kantor PMD Kabupaten Belu tersebut, ingin mempertanyakan lagi kejelasan terkait kepala Desa Rafae terpilih hasil Pilkades serentak 16 Oktober 2019.

Pasalnya, hingga kini belum ada dari pemerintah untuk melantik Kades terpilih.

“Kami datang ini hanya mau tanya kejelasan soal pilkades yang sudah kami lakukan di Desa Rafae, kenapa penjabat yang dilantik dan kenapa bukan kades yang dilantik dan kenapa juga kades tidak dilantik,” jelas Vinsen Nahak salah satu Tokoh Adat Desa Rafae kepada media ini,  Senin (22/6/2020) di Kantor PMD Kabupaten Belu.

BACA JUGA : Pilkades Serentak 2019 di Belu – Anggota Pol PP Belu Dihukum Karena Berulah Dalam Pleno Pilkades Rafae

BACA JUGA : Masalah Kades Rafae Terpilih Belum Dilantik, Warga Kembali Duduki Gedung DPRD Belu

BACA JUGA : Kades Terpilih Tak Dilantik, Warga Rafae Geruduk Kantor Bupati Belu

Menurutnya, terkait hasil Pilkades di Desa Rafae, hingga saat ini pemerintah hanya berjanji akan menuntaskan persoalannya. Namun hingga hari ini tidak ada tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Belu untuk menyelesaikan persoalan terkait Pemilihan Kepala Desa.

“Kami sudah tiga kali datang ke sini (Kantor PMD Belu.Red) mereka janji akan  secepatnya menyelesaikan tapi mana, janji hanya tinggal janji saja ini, mereka janji terus tanpa ada penyelesaian,” tutur Nahak.

Senada, Pemerhati Demokrasi Ayus lay mengatakan dirinya hadir mendampingi masyarakat Desa Rafae untuk mempertanyakan kejelasan terkait Pilkades di Desa Rafae, hingga hari ini tidak ada kejelasan dari pemerintah mengenai alasan mengapa Kades yang sudah dipilih tidak dilantik.

“Saya diberi mandat oleh Kepala Desa yang sudah terpilih secara demokrasi oleh masyarakat Desa Rafae, namun tidak dilantik,ini harus ada penjelasan Bupati untuk seluruh masyarakat Desa Rafae sehingga persoalan ini tidak terkatung begitu saja,” kata Lay.

Terkait persoalan di Desa Rafae ini, jelas Lay, apabila tidak digubris oleh Bupati maka dirinya bersama sejumlah masyarakat di Desa Rafae akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian untuk segera diselesaikan. Sehingga ada kepastian hukum dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Rafae.

“Tadi kami sudah ketemu Kepala Bidang PMD, beliau katakan masih akan koordinasi dulu dengan Bupati Belu. Kami tunggu saja kalau besok tidak ada informasi lagi maka kami akan laporkan masalah ini ke Polres Belu,” ungkap Lay.

BACA JUGA : Ketua DPRD Belu Minta Bupati Segera Lantik Hironimus Pareira Jadi Kades Rafae

BACA JUGA : Air Bersih Menjadi Keluhan Warga Kalabahi Dalam Reses Anggota DPRD Partai Berkarya

BACA JUGA : Pemkab Belu Dukung Pengembangan Kawasan Ekonomi di Perbatasan RI-RDTL

Terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Belu melalui Kepala bidang, Marsel Koli, mengatakan masih akan akan melakukan koordinasi lagi dengan Bupati terkait persoalan di Desa Rafae.

“Intinya pelantikan dan pengesahan Kepala Desa oleh Bupati. Jadi kita masih komunikasikan dulu dengan Bupati karena mereka mempertanyakan soal pelantikan, itu bukan kewenangan kita,” ungkapnya.

“Tapi kita akan terus berupaya melakukan Komunikasi dengan bupati belu,” kata Marsel sesaat setelah menerima sejumlah masyarakat Desa Rafae.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat