Simak Kisah Pilu Pemulung Asal Kefamenanu di Kota Kupang

0
118
Herman, seorang pemulung asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Kota Kupang yang sedang markir di Oeba, Sabtu (21/3/2020). Foto : Vegal Manek

TIMORDAILY.COM, KUPANG-Seorang warga asal Kefamenanu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) menjadi pemulung di Kota Kupang.

Ditemui Timor Daily, Sabtu (21/3/2020), Herman (40) yang sedang mangkir di Jl. Oeba, mengatakan, ia menjadi seorang pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

Meski pendapatan minim, kata Herman, uang yang didapatkan bisa membiayai keluarga setiap hari.

Herman mengungkapkan, dirinya menjadi pemulung sejak tahun 2016 dengan alasan menghidupi keluarga kecilnya.

“Pendapatan Rp 40.000 untuk menjamin istri dan anak,” katanya.

BACA JUGA : Selama 7 Tahun Nenek di Yogyakarta ini Jadi Pemulung Biayai Anak dan Cucu

BACA JUGA : Wanita Asal Klaten ini Memilih Jadi Pengemis di Yogyakarta, Begini Pesan Untuk Masyarakat

BACA JUGA : Pedagang Kaki Lima di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta Selalu Dihantui Ketakutan, Begini Kisahnya

Menjadi seorang pemulung tidak mudah, lanjut Herman, dirinya harus mendorong gerobak keliling Oeba untuk mengumpulkan rongsokan. Seperti, botol aqua, gardus, botor beer dan barang bekas lainnya.

Dikatakan, tempat tinggalnya di Batu Nona, setiap hari ia harus menuju Oeba untuk mencari barang berkas di setiap tumpukan sampah.

Saat malam hari, tukas Herman, ia masih keliling daerah tersebut mencari rumah warga untuk menitipkan gerobaknya, sebelum mencari bemo balik ke rumah.

Mencari rupiah di jalan, akui Herman, tidak seperti seorang pegawai yang mudah mendapatkan penghasilan. Pasalnya, pendapatan pemulung tak selalu pasti, tergantung seberapa rongsokan yang dikumpulkan.(veg/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply