Satu Negatif, Alor Tinggal Satu Swab yang Belum Diperiksa

0
26
Satu Negatif, Alor Tinggal Satu Swab yang Belum Diperiksa
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor saat menyampaikan informasi ke sejumlah Wartawan, Senin (18/5/2020.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Hasil pemeriksaan satu sampel Swab dari Kabupaten Alor di Laboratorium PCR Rumah Sakit Umum (RSU) Prof, Dr. W.Z. Yohanes Kupang dinyatakan negatif covid 19.

Sampel Swab tersebut milik dari KR (17), pemuda asal Kabupaten Alor yang menempuh pendidikan di Magelang, namun memiliki riwayat perjalanan dari cluster Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Swab pemuda ini dikirim Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Alor pada awal bulan Mei 2020 lalu.

BACA JUGA : Gali Informasi di WAG Pers & Polres Malaka, Wartawan ini Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik dan Diperiksa 4 Jam

BACA JUGA : Vaksin yang Ditemukan China Bakal Jadi Milik Global untuk Perang Lawan Covid-19

BACA JUGA : Aktivis Perempuan Sorot Kunjungan Gubernur NTT ke Pubabu Timor Tengah Selatan

Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Alor yang terdiri dari Penjabat Sekda Alor selaku Ketua Harian, Yustus Dopong Abora, SP, Juru Bicara yang juga Asisten I Setda Alor, Fredik Lahal, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemory, dan Sektetaris BPBD Kabupaten Alor, Esau Lobain dalam keterangan pers di Posko Pencegahan Covid 19 Kabupaten Alor, Senin (18/5/2020) menyebutkan hasil Swab dari RK yang dikategorikan cluster Gowa dinyatakan negatif. Dengan demikian untuk Kabupaten Alor tinggal satu Sampel Swab lagi yang segera dikirim untuk di periksa di Kupang.

“Satu Swab yang kemarin dikirim dinyatakan negatif. Saat ini kita segera kirim lagi 1 sampel Swab milik pasien 01 yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi. Sampel Swab ini baru mau dikirim, karena kendala logistik, dan barangnya telah ada sehingga segera dikirim,” demikian penjelasan Ketua Harian, Dopong Abora yang ditegaskan dr. Christine.

Kendati sampel yang ada negatif, Dopong Abora minta masyarakat harus tetap waspada dengan menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan serta jaga kebersihan lingkungan. Intinya anjuran dan himbauan pemerintah dijalankan.

Menurut Dopong Abora, dirinya mengamati tingkat kedisplinan warga kota rendah dibandingkan dengan warga di desa yang benar-benar melaksanakan anjuran pemerintah.

Berkaitan dengan hal itu, Dopong Abora mengatakan, Gugus Tugas akan melaksanakan sejumlah tindakan pencegahan, termasuk dengan melakukan tindakan penilangan masker.

“Tidak bawa masker kita tilang. Bagi pengendara yang tidak pakai masker, kendaraannya ditilang diminta ambil masker baru bisa ambil kendaraannya,” ungkap Dopong Abora.

Sementara itu berkaitan dengan terakhir yang direlease Gugus Tugas Kabupaten Alor, hingga Senin (18/5/2020), Juru Bicara Fredik Lahal menyebutkan, untuk pelaku perjalanan sebanyak 1.590, dari jumlah tersebut sebanyak 1.477 telah selesai isolasi mandiri dan 113 pelaku masih menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA : Kasat Pol PP Belu Bantah Tak Pernah Menyuruh Pedagang Berjualan di Tengah Jalan

BACA JUGA : Tengkulak Beroperasi, Harga Komoditi Petani di Pasar Baiona Flores Timur Mencekik

BACA JUGA : Pandemi Covid19-Angka Kehamilan di Belu Capai 696, Tertinggi di Atambua Barat

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 14 yang tinggal satu saja yang masih dalam masa perawatan, sedangkan 13 pelaku telah dinyatakan sembun. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari 29 orang, 27 orangnya telah selesai pemantauan dan 2 orang dalam pemantauan.

“Kita bersyukur penangganannya berjalan lancar, dan sampai saat ini Kabupaten Alor masih zona hijau atau tidak ada yang positif. Mari kita jaga bersama sehingga angka-angka yang ada tidak naik lagi,” ungkap Lahal.

Menyinggung soal logistik, dr. Christine menjelaskan, untuk APD telah dilakukan pengadaan baik dari sumber dana di Dinas Kesehatan maupun di BPBD Kabupaten Alor.

Kabupaten Alor juga, jelas dr. Christine, mendapat bantuan lagi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, yaitu alat pengambilan specimen berkaitan dengan Swab dan 50 rapid test.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat