Salip China, Kasus Positif Corona Terbanyak Ada di Amerika

0
113
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

TIMORDAILY.COM, JAKARTA-Wabah virus corona menjadi masalah global di awal tahun 2020. Berawal dari Wuhan,  Tiongkok. Kini menyebar ke penjuru dunia.

China mulai menangani virus ini dan negara-negara lain sedang berusaha untuk melawan menuntaskan pendemi covid-19.

Tercatat,  pada Kamis (26/3/2020), kasus positif corona di Amerika Serikat menduduki peringkat pertama. Artinya,  mengalahkan China,  Italia dan Spanyol.

BACA JUGA : BRI Cabang Atambua Ajak Masyarakat Belu Berwirausaha

BACA JUGA : Senayan Berduka, Dua Anggota DPR Meninggal Dunia

BACA JUGA : Anggota DPR dari PDI Perjuangan Jadi PDP dan Meninggal Dunia Usai Bagikan Masker

Dilansir CNBC Indonesia, terdapat penambahan kasus yang melonjak hingga 13.968, menggeser posisi China yang sebelumnya ada di urutan teratas dengan 81.285, di mana hanya ada tambahan 67 kasus baru.

Sedangkan pada data Sabtu (28/3/2020) pukul 14.30 WIB, dikutip dari situs Worldometers, pasien positif di negara Paman Sam secara kumulatif adalah 104.256 orang dengan 130 kasus baru.

Lalu jumlah pasien meninggal di AS juga naik menjadi 1.704 orang, dengan pasien sembuh sebanyak 2.525 kasus. Jika rinci, hingga kini ada sebanyak 100.027 kasus aktif, dengan 2.494 kasus pasien kritis.

Setidaknya ada lima negara bagian dengan kasus terbanyak, yakni New York (46.262), New Jersey (8.825), California (4.905), dan Washington (3.700), serta Michigan (3.657). Angka pasien meninggal terbanyak ada di New York dan Washington, masing-masing 606 dan 175 kasus.

BACA JUGA : Cegah DBD dan Covid-19, Komunitas Kitapun Lakukan Bakti Kemanusiaan di Desa Jenilu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Bawaslu Tunda Verifikasi Faktual Calon Perseorangan Paket Viva Mateke

BACA JUGA : Stefanus Matutina Dinilai Melanggar Kode Etik Advokat Tentang Larangan Benturan Kepentingan

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menghubungi Presiden China Xi Jinping. Dalam sebuah konferensi pers, Trump mengatakan bahwa dia akan berbicara dengan Xi pada Kamis (26/3/2020) pukul 21:00 malam waktu setempat.

Trump mengatakan dia dan Xi membahas pandemi corona dan kejatuhan ekonomi besar-besaran karena lockdown sejumlah negara. Trump dan Xi juga membahas rencana untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan keduanya.

Secara global kini, sudah ada 199 negara dan teritorial yang terpapar virus corona, dengan 598.094 kasus terjangkit, dengan 27.371 kasus kematian, dan 133.391 kasus berhasil sembuh.(CNBC/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat