Ruas Jalan di Lolowa Kota Atambua Menuju Kampus STISIP Fajar Timur Terkesan Tak Terurus

0
75
Ruas Jalan Lolowa Atambua Menuju Kampus STISIP Fajar Timor Atambua Terkesan Tak Terurus

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Jalan adalah akses penghubung dan urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jika jalan sudah tidak lagi diurus atau jauh dari perhatian pemerintah, maka fungsi jalan sebagaimana mestinya tidak akan terwujud.

Hal ini tentunya sangat mengganggu para penguna ruas jalan tersebut.

Seperti halnya pada ruas jalan di Lolowa Kota Atambua, Kabupaten Belu menuju Kampus Stisip Fajar Timur Atambua (FTA).

Jika melintasi jalan Maroe Rai persis di samping Gereja Paroki ST. Petrus Tukuneno ke arah Kampus STISIP FTA, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan akan dijumpai kondisi jalan yang dalam kondisi rusak berat dan terkesan tak terurus.

Pantauan TIMORDAILY.COM, Sabtu (24/8/2019) siang, terlihat para penguna ruas jalan ini terlebih yang menggunakan kendaraan roda dua atau empat dan sarana transportasi lainnya harus berjalan pelan dan hati-hati melewatinya . Pasalnya aspal yang sudah terkelupas meninggalkan batu-batu besar terlihat sana-sini.

BACA JUGA : Tolak Ujaran Kebencian dan Diskriminasi Etnis, Pemuda Bersama Tokoh Agama di Belu Tandatangani Petisi untuk Presiden Jokowi

BACA JUGA : Aksi Demo Mahasiswa Papua Bawa Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Presiden RI Bukan Pelanggaran Hukum

BACA JUGA : Terobosan Baru, Puskot Atambua di Perbatasan RI-RDTL Terbitkan Inovasi Cekatan

Tak hanya itu, dengan terdapat lubang dalam ruas jalan tersebut yang cukup mengancam bagi pengguna jalan tersebut .

Kondisi tersebut dipicu oleh tidak adanya drainase yang baik dari ruas jalan ini.

Heribertus Atok, salah seorang pengguna ruas jalan ini mengatakan, dirinya harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan ini pasalnya aspal dari jalan ini sudah terkelupas meninggalkan batu-batu lepas yang sangat mengganggu apabila berkendara.

Lanjut Heribertus, terdapat pula lubang-lubang kecil di ruas jalan ini yang juga membuat penguna jalan harus mengambil sisi jalan lain apabila melewatinya.

Menurutnya, seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan umum, harus memperhatikan secara serius karna sangat menggu pengguna jalan ini.pasalnya jalan ini tidak hanya digunakan oleh masyarakat sekitar, tapi juga menjadi penghubung ke arah Gua Maria Mahanu dan Perguruan Tinggi STISIP Fajar Timur Atambua.

“Ruas jalan ini harus diperhatikan secara serius oleh pihak terkait karena sangat rawan kecelakaan. Jika tidak hati-hati kita bisa jatuh dan kendaraan akan cepat rusak. Ruas jalan inikan menuju Gua Mahanu dan Kampus Perguruan Tinggi STISIP FTA jadi, kalau bisa segera diperbaiki,” pintanya. (ito/ TIMORDAILY.COM,ATAMBUA).

Editor : Fredirikus R. Bau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here