Resmi, Dana BLT Diperpanjang Selama 6 Bulan

0
43
Ilustrasi.
Ilustrasi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

TIMORDAILY.COM, JAKARTA-Membantu masyarakat terdampak Covid-19, Pemerintah mengucurkan dana sebesar triliunan rupiah. Dana BLT, Bansos termasuk sembako dari Pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi telah memperpanjang masa penyaluran Bantuan Sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Bantuan ini dari Dana Desa yang sebelumnya hanya tiga bulan diperpanjang menjadi 6 bulan.

BACA JUGA : Diduga Empat Pelajar, Anak Sekdes dan Anak Mantu Kades Duakoran Masuk Daftar Penerima BLT

BACA JUGA : Bupati Belu Willy Lay Tegaskan Tenaga Kontrak Tidak Terima BLT

BACA JUGA : Pemuda Faturika Minta Kades Segera Bagi BLT ke Masyarakat

Melansir Kompas.com, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti pun menjelaskan, dengan perpanjangan masa penyaluran tersebut maka pemerintah juga menambah besaran BLT menjadi Rp 2,7 juta per keluarga penerima manfaat (KPM), dari yang sebelumnya Rp 1,8 juta per KPM.

“Sehingga total anggaran untuk BLT Desa meningkat dari Rp 21,19 triliun menjadi Rp 31,79 triliun,” kata Astera dalam keterangannya yang diterima.

Lebih rinci Astera menjelaskan, pada tiga bulan pertama, KPM akan mendapatkan BLT sebesar Rp 600.000 per bulan, sementara tiga bulan berikutnya sebesar Rp 300.000 per bulan.

Selain itu, untuk mempercepat penyaluran BLT Dana Desa, pemerintah pun mendesain ulang sistem pencairan Dana Desa.

Pemerintah pusat memberikan relaksasi dalam persyaratan penyaluran Dana Desa Tahap I dan Tahap II, yaitu mengalihkan persyaratan Peraturan Desa mengenai APBDes sebagai persyaratan penyaluran Dana Desa tahap I menjadi persyaratan penyaluran tahap III.

Akibatnya persyaratan penyaluran Dana Desa Tahap I akan lebih sederhana, yaitu hanya Perbup/walikota tentang penetapan rincian Dana Desa atau keputusan bupati/walikota mengenai penetapan rincian Dana Desa dan Surat Kuasa Pemindahbukuan.

Adapun persyaratan penyaluran Dana Desa tahap II berupa laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran Dana Desa tahun anggaran dialihkan menjadi persyaratan penyaluran Dana Desa tahap III, sehingga penyaluran Dana Desa tahap II menjadi tanpa persyaratan.

Penyaluran Dana Desa Tahap I dan Tahap II masing-masing dilakukan dalam tiga kali penyaluran, yaitu 15 persen, 15 persen dan 10 persen.

Penyaluran Dana Desa tahun 2020 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2019 dimana hingga 30 April 2020, penyaluran Dana Desa telah terealisasi sebesar Rp 20,99 triliun atau 29,48 persen dari pagu alokasi.

BACA JUGA : Berlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong, AS Kutuk China

BACA JUGA : Update Covid-19 Kabupaten Belu, 23 OTG Tersebar di 4 Kecamatan

BACA JUGA : Pilkada 2020, DPC Partai Demokrat Belu Usung Sahabat Jilid II

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 195,95 persen (yoy).

Sementara itu, penetapan PMK 50/PMK.07/2020 diharapkan semakin mempercepat penyaluran Dana Desa.

Penyaluran Dana Desa pada bulan Mei diperkirakan sebesar Rp 11,67 triliun sehingga sampai dengan akhir Mei penyaluran Dana Desa dapat mencapai Rp 31,96 triliun, atau sama dengan 44,9 persen dari pagu Dana Desa.

Selanjutnya, pada akhir Juni penyaluran Desa diperkiran sudah mencapai Rp 42,64 triliun atau sama dengan 59,9 persen dari pagu Dana Desa. Dengan demikian, pada semester I tahun 2020 penyaluran Dana Desa dapat melebihi 50 persen pagu Dana Desa.(Kompas/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat