Rencana Pemkab Belu Bangun PII Dapat Sambutan Menteri dan Dukungan Anggota DPR RI

0
66
Rencana Pemkab Belu Bangun PPI Dapat Sambutan Menteri dan Dukungan Anggota DPR RI
Bupati Belu Willy Lay mempresentasikan rencana pembangunan Pasar Ikan Internasional di Kantor Kementerian KKP, Senin (24/02/2020).

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu terus berupaya melakukan terobosan guna meningkatkan ekonomi masyarakat termasuk nelayan di daerah itu.

Salah satu langkah terobosan yang tengah dilakukan Pemkab Belu saat ini adalah mengajukan pembangunan Pasar Ikan Internasional (International Fish Market) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Sebagai tindaklanjutnya, Bupati Belu, Willybrodus Lay telah mempresentasekan rencana tersebut di Kantor Kementerian KKP, Senin (24/02/2020).

Dalam presentasinya mengusulkan Kabupaten Belu sebagai lokasi pembangunan Pasar Ikan International karena didukung dengan sejumlah indikator.

BACA JUGA : Kemenkominfo Gelar Seminar Literasi Digital di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Bupati Belu Willy Lay Janji Kirim Kepala Desa dan BPD ke Luar Negeri

BACA JUGA : Pemerintah Kabupaten Belu Bakal Punya Agen Informasi di Desa-desa, Ini Tugasnya

Di antaranya, Kabupaten Belu berada diantara tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang memiliki Potensi Tangkap dan Jenis Ikan terbesar di Indonesia yakni WPP-NRI 573, 714 dan WPP-NRI 718.

Kemudian, Atambua-Belu telah ditetapkan sebagai KSPN (Kawasan Strategis Prioritas Nasional) sebagai pintu masuk, terluar dan terdepan antara RI-RDTL serta menjadi pusat pertumbuhan baru bagi wilayah-wilayah tertinggal sekitarnya.

Bupati Willy Lay mengatakan, usulan rencana atau proposal tersebut dipresentasikan agar dapat dijadikan informasi awal sekaligus masukan bagi Kementerian KKP dalam kerangka membangun wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL).

Kepada wartawan di rumah jabatan Bupati Belu pada Kamis petang, (27/02/2020), Bupati Wily menjelaskan bahwa Belu sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Nasional sebagai pintu masuk, terluar dan terdepan antara Indoensia, Australia dan Timor Leste menjadi pusat pertumbuhan baru bagi wilayah-wilayah tertinggal sekitarnya merupakan salah satu alasan Pemkab Belu mengajukan permohonan pembangunan pasar Ikan Internasional di kabupaten Belu.

Selain itu, lanjutnya, Kabupaten Belu berada di antara tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang memiliki potensi tangkap dan jenis ikan terbesar di Indonesia. Tiga WPP yang dimaksudnya adalah WPP 7.18, WPP 7.14 dan WPP 5.73.

“Pada Desember 2019 lalu, saya mendapat informasi adanya penawaran dari pusat terkait pembangunan tempat pelelangan Ikan Internasional. Saya kira ini adalah peluang. Karena kita merupakan kawasan strategis Nasional dan kita terletak di tengah-tengah wilayah penangkapan ikan yakni di zona WPP RI 5.73, WPP RI 73.13 dan WPP RI  7.18. dimana Belu berada di tengah tiga wilayah ini” jelas Bupati Wily kepada awak media.

Dijelaskannya, wilayah pantai utara yang dimiliki kabupaten Belu juga merupakan tempat migrasi ikan dari Australia, dari laut Jawa ke Maluku dan sebaliknya.

Terkait rencana pembangunan pasar Ikan Internasional tersebut, Bupati Wilybrodus Lay telah melakukan presentasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada pekan kemarin.

Sementara terkait lokasi pembangunan Pasar Ikan Internasional dimaksud, saat ini Pemkab Belu sementara melakukan identifikasi terhadap sejumlah lokasi yang layak dan menunjang untuk dijadikan tempat pembangunan Pasar Ikan Internasional.

“Saat ini kita sementara menanti jawaban dari Kementerian. Kalau soal lokasi nanti menjadi tanggungjawab dan urusan pemerintah daerah,” jelas Bupati yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat Belu ketika ditemui pada Kamis petang (27/02/2020).

Diharapkan dengan adanya Pasar Ikan Internasional di Belu ini, masyarakat khususnya nelayan diharapkan dapat bersaing secara global karena  setelah dibangun, Pemkab melalui Dinas terkait sebagai pengelola Pasar Ikan Internasional akan bekerja sama dengan sejumlah tempat pelelangan  Ikan Internasional di beberapa negara.

Keuntungannya adalah masyarakat akan menjual ikan segar dengan harga yang lebih kompetitif karena pelelangan dilakukan secara online dan terbuka untuk dunia.

Hal ini menurut Bupati Lay, nelayan akan lebih diuntungkan apabila dibandingkan dengan praktek dagang yang selama ini dilakukan di mana, nelayan menjual ikan segar dengan sistim penawaran manual.

Selain membantu para nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan ikan, keberadaan Pasar Ikan Internasional juga menjadi destinasi wisata baru di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Ditanya mengenai waktu pembangunan Pasar Ikan Internasional, Bupati Wily menjawab singkat bahwa pasar ikan dimaksud akan segera dibangun. “Akan segera dibangun dalam tahun ini,” tutupnya.

Menteri Sambut Baik

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo menyambut baik usulan Bupati Belu, Willybrodus Lay terkait rencana pembangunan Pasar Ikan International (International Fish Market) di Kabupaten Belu.

Demikian disampaikan Mantan Anggota DPR RI, Ir. Farry Dj Francis yang saat itu hadir mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo dalam pertemuan presentase Bupati Belu Willy Lay terkait rencana pembangunan Pasar Ikan Internasional tersebut di Kantor Kementerian KKP, Senin (24/02/2020).

Menurut Farry yang saat ini menjabat Ketua Tim Ahli Fraksi Gerindra DPR RI itu bahwa, Menteri Eddy Prabowo yang merupakan kader Gerindra itu sangat mendukung usulan (proposal) pembangunan pasar Ikan Internasional di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu setelah mendengar langsung presentase dari Bupati Belu Willy Lay.

Menteri Eddy Prabowo jelas Farry meminta Pemda Belu melalui dinas teknis untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Dirjen Budidaya Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait usulan pembangunan pasar ikan internasional tersebut.

“Pak menteri dukung dan diminta agar kadis perikanan belu kordinasi dan membicarakan teknisnya dengan dirjend budidaya tangkap,” kata Farry yang adalah Anggota DPR RI dua periode (2009-2019).

Bupati Belu juga kata Farry diminta untuk menyiapkan lahan dan pembagian peran terhadap pembangunan pasar internasional itu.

“Apa yang mesti didukung pemerintah pusat, investor dan maanfaat yang didapat masyarakat seperti apa,” pungkas mantan Ketua Komisi V DPR RI ini.

Ansy Lema Dukung Pemkab Belu

Dukungan lainnya datang dari Anggota DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema ketika mengunjungi Kabupaten Belu pada Minggu (8/3/2020).

Dukungan disampaikan dalam pertemuannya dengan Bupati Belu dan jajarannya  yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Belu.

Yohanes dalam sambutannya mengatakan, sejak menjadi anggota DPR RI, dirinya fokus pada pengembangan pertanian lahan kering di NTT, dengan mengutamakan pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Namun, lanjutnya, khusus untuk Kabupaten Belu dirinya mendengar rencana pembangunan Tempat Pelelangan Ikan Internasional (TPII) yang diprakarsai Bupati Belu, Willybrodus Lay.

“Tadi saya dengar ada usulan untuk bangun TPII. Ide ini kita dorong,” tuturnya.

Dikatakan, dirinya akan memperjuangkan rencana itu. Sebagai beranda depan republik, harusnya Belu mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. (advetorial Pemkab Belu/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Leave a Reply