Ratusan Mahasiswa Undana Kupang “Serbu” 21 Desa di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL

0
68
Ratusan Mahasiswa Undana Kupang
Mahasiswa Undana Kupang yang akan melakukan KKN di Kabupaten Belu. Foto by Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Univertas Nusa Cendana (Undana) Kupang kembali melepas 178 orang Mahasiswanya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 2 Bulan di 21 Desa yang berada di 3 Kecamatan di Kabupaten Belu,Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pantauan TIMORDAILY.COM, sebelum berangkat menuju desa tujuan KKN Rombongan mahasiswa KKN beserta beberapa orang dosen pendampingnya masih diterima oleh Wakil Bupati Belu JT. Ose Luan bersama camat dan para kepala desa di aula lantai I Kantor Bupati Belu selasa (10/03/2020).

Koordinator Mahasiswa wilayah Kabupaten Belu Dr. Ir. Yohana Suek, dalam kesempatan itu mengatakan, jumlah mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang yang akan melakukan KKN di Kabupaten Belu sebanyak 178 dan tersebar di 3 Kecamatan dan 21 Desa.

BACA JUGA : Dalami Kasus Pembunuhan di Halilulik, Polisi Tetapkan Pelaku Sebagai Tersangka

BACA JUGA : Kasus Bawang Merah Malaka – Herman Hery Minta Penyidik Polda NTT Telusuri Aliran Dana dan Seret Siapapun yang Terlibat

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka – Ditahan Polisi Gegara Terima Rp 25 Juta, PPK Siap Ungkap Aliran Dana ke Pejabat dan DPRD

“Ada 178 Mahasiswa nanti akan melakukan KKN di 3 Kecamatan di Kabupaten Belu,masing – masing Desa nanti akan ada 12 sampai 13 orang,” ujar Yohana.

Selanjutnya kata Y,ohana Agenda KKN Mahasiswa Undana Pada Tahun 2020 ini,yakni Membantu Masyarakat untuk Melakukan Sensus Penduduk, melakukan sensus kesejahteraan dan yang berikutnya mahasiswa juga bisa membantu melaksanakan program-program yang ada di desa.

Selain Yohana, Wabub Belu, JT Ose Luan saat menerima Mahasiswa KKN Undana, mengucapkan apresiasi serta harapannya agar mahasiswa bisa membantu Masyarakat Kabupaten Belu terkait dengan agenda soal Sensus penduduk dan sensus kesejahteraan yang akan dilakulan oleh mahasiswa.

“Saya bangga mahasiswa datang ke Belu yang artinya sahabat ini, sehingga saat saya dengar mahasiswa mau datang saya langsung keluarkan instruksi secara lisan, komunikasi bersama camat dan kepala desanya dan instruksi agar protokol siapkan tempat.

Saat ini Kabupaten Belu sedang mengalami beberapa kejadian di antaranya, adanya kekeringan dan serangan penyakit DBD serta stunting.

Oleh karena itu Wabub Belu ini berharap agar mahasiswa dapat berperan aktif membantu pemerintah dalam mengatasi kejadian tersebut.

“Kabupaten Belu, NTT dan hampir seluruh indonesia saat ini mengalami kekeringan akibat dari itu DBD melanda Kabupaten Belu, sehingga saya sampaikan para camat, untuk membersihkan lingkungan dalam rangkah membasmi nyamuk dan melakukan fogging dan kalau adek-adek turun ke sana pasti akan bersama membersihkan lingkungan mencegah DBD ini,” ujarnya

Selain itu terkait dengan sensus penduduk yang akan di lakukan oleh mahasiswa KKN, Wabub Belu ini menyampaikan turut senang karena menurutnya hal ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Belu dalam melakukan sensus, yang mana dilakukan secara online.

“Orang kampung memang belum tahu sensus online, ini kalau disuruh daftar online saya pikir parah, jadi kalau adek-adek membantu mereka itu saya pikir baik,” ujar Orang No 2 di Kabupaten Belu ini.

Secara terpisah Camat Raihat, Arther H. Rinmalae mengucapkan terimakasih atas KKN yang dilaksankan di Kecamatan Raikat aerta mengatakan akan siap membantu para mahasiswa KKN dalam memberikan data terkait dengan sensus Penduduk maupun sensus kesejahteraan yang akan dilakukan oleh para mahasiswa KKN di Wilayah kecamatannya.

“Kita berterimakasih karena mereka bisa membantu kita dalam hal sensus penduduk yang mana saat ini dilakukan secara online dan saya juga tadi dengar soal stunting dan untuk stunting atau orang kerdil,saya pikir mereka bisa membatu dengan datang ke Posyandu, Paud serta membantu memberikan makanan tambahan kepada balita,” ujar Arther.

Lebih lanjut Rinmalae mengatakan mahasiswa yang saat ini melakukan KKN di wilayah Kecamatan Raihat banyak yang mempunyai latar belakang pertanian, dengan latar belakang pertanian yang dimiliki mahasiswa ia berharap agar bisa memanfaatkan lahan yang ada di wilayah Kecamatan Raihat.

“Kita punya Iklim yang berubah ini kan mereka bisa sedikit berikan arahan kepada masyarkat kita,walaupun dianggap terlambat tapi masih bisa mengoptimalkan lahan yang ada”ujar Camat Rinmalae. (ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply