Puluhan Warga di Perbatasan RI-RDTL Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis Dari Tim Dokter Australia

0
113
Puluhan Warga di Perbatasan RI-RDTL Ikut Operasi Bibir Sumbing Gratis Dari Tim Dokter Australia
Operasi bibir sumbing gratis oleh tim Dokter Australia di RS Marianum Halilulik, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL

Puluhan Warga di Perbatasan RI-RDTL Tersentuh Operasi Bibir Sumbing Gratis Dari Tim Dokter Australia

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA – Lembaga Overseas Specialist Surgical Association of Australia (OSSAA) atau Himpunan Dokter Spesialis Australia bekerjasama dengan Rumah Sakit Marianum Halilulik melaksanakan bakti sosial berupa kegiatan operasi bibir sumbing secara gratis bagi warga.

Kegiatan operasi bibir sumbing secara dilaksanakan selama lima hari yang dimulai sejak Senin (29/7/2019) kemarin hingga Jumat mendatang berlangsung di RS Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL.

Direktur RS Marianum Halilulik, dr. Lau Fabianus, Rabu (31/7/2019) menuturkan, kegiatan operasi bibir sumbing gratis ini merupakan kegiatan bakti sosial dari OSSAA atau organisasi Himpunan Dokter Spesialis Australia kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit Halilulik.

“Operasi mulai sejak Senin kemarin dengan pasien enam orang. Hari kedua kemarin tujuh orang pasien. Untuk hari ini dilayani sembilan pasien, besok dan lusa hari terakhir masing-masing enam orang pasiennya,” urai Lau Fabianus.

Dijelaskan bahwa, kegitan operasi ini pasiennya tidak hanya warga Kabupaten Belu tetapi juga ada warga dari Kabupaten Alor, TTU, Malaka dan TTS. Kegiatan bakti sosial membantu mengurangi beban masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terutama operasi bibir sumbing.

“Operasi gratis pasien gratis tidak dipungut biaya, kecuali untuk obatnya ditanggung oleh warga. Terima kasih untuk OSSAA yang telah hadir di Kabupaten Belu untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis,” ujar dia.

BACA JUGA : Persiapan KSR PMKRI Regio Timor di Malaka sudah mencapai 80 Persen

BACA JUGA : Ini Tiga Simpulan Dalam Seminar Wawasan Kebangsaan LPMTI di Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Seminar Nasionalisme, Warga Perbatasan RI-RDTL Pegang Teguh NKRI Harga Mati

Mantan Kadinkes Belu itu jelaskan, tim dokter tidak hanya menolong pasien tapi juga membagikan ilmu pengetahuan pada tenaga kesehatan di RS Marianus secara khusus ilmu dalam bidang operasi.

“Tim OSSAA yang lakukan operasi sebanyak lima orang dipimpin Dokter Spesialis Plastik, Dokter Mark Moore. Selain itu kegiatan ini juga didukung Pemkab Belu juga BRI,” ucap Lau Fabianus.

Dokter Mark Moore selaku Ketua Tim Dokter menuturkan, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing di wilayah Timor Barat sudah dilakukan sejak 1990. Awalnya itu ada Dokter Jhon Hagreif yang kunjungi Timor Barat, dan pada tahun 2000 Dokter Jhon pensiun, dan sejak tahun itu pekerjaan dilanjutkan oleh kami.

“Sejak tahun 2000 kami sudah ada hubungan yang dekat sekali dengan Rumah Sakit Halilulik. Jadi kami dari hari Senin sampai Jumat melakukan operasi dan kebanyakan yang kami operasi anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, juga luka bakar, kesulitan kesulitan akibat luka bakar itu dan kondisi lain yang bisa ditangani dokter bedah plastik,” jelas Dokter Mark Moore.

Jelas dia, kegiatan operasi ini dilaksanakan karena kami punya hubungan baik dengan pihak Rumah Sakit Halilulik juga didukung oleh Pemkab Belu dalam hal ini Bupati Belu.

“Jadi sebenarnya kami datang bukan hanya untuk operasi saja, tapi membagi ilmu, pengetahuan dengan perawat dan dokter setempat. Kami senang sekali bisa kembali lagi, karena kami merasa seperti keluarga,” kata Dokter Mark Moore.

Kesempatan itu Ketua PKK Kabupaten Belu, Ny. Vivi Ng Lay didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Belu, Roni Mau Luma yang turut menyaksikan operasi menyampaikan terima kasih kepada tim Dokter Australia yang sudah membantu masyarakat di Belu dan Kabupaten tetangga lewat operasi bibir sumbing secara gratis serta terima kasih kepada manajemen RS Marianum yang selalu membangun kerja sama dengan tim Dokter Australia.

Beberapa orang tua anak pasien disela-sela kegiatan tersebut mengutarakan, operasi bibir sumbing gratis ini sangat membantu anak mereka yang mengalami bibir sumbing. Oleh karena itu terimakasih kepada tim Dokter Australia serta Rumah Sakit Halilulik yang telah meluangkan waktu peduli penderita bibir sumbing melalui operasi yang dilaksanakan selama lima hari. (yan/TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau