Proyek Sanitasi Rp 4,6 Miliar Bermasalah, Polisi Tetapkan 5 Tersangka dan Limpahkan ke Kejari Belu

0
80
Ilustrasi proyek bermasalah

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Kasus dugaan korupsi di Kabupaten Belu pada masa kepemimpinan Bupati Willy Lay dan Wakil Bupati JT. Ose Luan mulai mencuat ke permukaan.

Salah satunya terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan yakni kasus dugaan korupsi dalam program lingkungan sehat perumahan pembangunan sanitasi lingkungan pada

Program yang bersumber dari APBD Belu tahun anggaran 2017 ini sudah ditangani Penyidik Polres Belu dan telah menetapkan lima orang tersangka. Berkas kasus ini juga sudah dilimpahkan Polres Belu ke Kejaksaan Negeri Belu pada hari ini, Rabu (29/07/2020).

“Kita sudah melakukan proses tahap satu dan kita kirimkan ke Kejaksaan,” demikian kata Kapolres Belu AKBP Clifry S Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat ditemui awak media ini, Rabu sore (20/07/2020).

Dijelaskan program lingkungan sehat perumahan pembangunan sanitasi lingkungan tersebut terjadi pada Tahun Anggaran 2017 ini menggunakan anggaran sebesar Rp 4,6 Miliar.

Proyek miliaran rupiah ini terdapat pada sepuluh (10) lokasi yang tersebar wilayah Kabupaten Belu.

“Semuanya tidak selesai. Cuman sempat ada pengembalian – pengembalian dari pihak pelaksana,” tandas AKP Sepuh Siregar.

Lanjutnya, dari 10 lokasi yang tidak selesai kemudian dilakukan audit dan 4 lokasi di antaranya dari pihak kontraktor telah melakukan pengembalian dan tersisa 6 lokasi yang sampai naik ke penyidikan tidak ada inisiatif dari pelaksana untuk mengembalikan keuangan negara.

“Kita naikkan ke penyidikan, kita lakukan perhitungan dan ditemukan kerugian negara sebesar 290.637.000, Rupiah,” pungkas Kasat Siregar.

AKP Ade Irsyam Siregar juga menerangkan bahwa pada tahap pertama ini telah ditetapkan 5 tersangka di antaranya RYB selaku PPK, SA selaku pengawas serta pihak pelaksana GGR, TT dan FXP.

Hanya saja kelima tersangka proyek miliaran dibawah pimpinan mantan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan, EB ini tidak ditahan oleh pihak Kepolisian Resort Belu.

“Para tersangka tidak ditahan. Yang pasti setelah perkaranya sudah P21 kita langsung serahkan dan limpahkan ke Kejaksaan dengan pertimbangan tersangka tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti karena semua barang bukti sudah kita amankan,” tutur Kasat Reskrim Polres Belu. (Ronny theeast/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat