Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Pengadaan Tahun 2018, Ada Poktan Terima Bibit Rusak, Ada yang Belum Terima

0
256
Proyek Maek Bako Kabupaten Belu - Pengadaan Tahun 2018, Ada Poktan Terima Bibit Rusak, Ada yang Belum Terima
Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, FX Mauk

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pengadaan bibit maek bako alias porang di Kabupaten Belu dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2019.

Selama tiga tahun ini, ada alokasi anggaran untuk pengadaan benih dimaksud dan berdasarkan data dari dinas pertanian, sudah dibagikan kepada kelompok tani sesuai nama dalam kelompok dan surat keputusan (SK).

Penelusuran TIMORDAILY.COM, ternyata ada kelompok tani yang namanya disebutkan telah menerima bibit maek bako justru belum menerima sama sekali.

Ada juga poktan yang menerima bibit sudah dalam keadaan rusak sehingga tidak dilakukan penanaman.

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – 20 Poktan Disebut Ikut Menanam di Hutan Jati Nenuk Termasuk Poktan Pancing Mania

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Penyidik Tipikor Polres Belu Lakukan Pendalaman Kumpulkan Bahan dan Keterangan 

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Sebanyak 48 Kelompok Tani Terima Benih Maek Bako, Paling Banyak Tahun 2018

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur,  FX Mauk, ditemui TIMORDAILY.COM di Desa Tohe Leten, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Jumat (28/02/2020) mengatakan, bibit anakan porang yang diberikan oleh pemerintah kepada kelompoknya sebagian besarnya dalam kondisi rusak.

“Kami dapat bantuan bibit tapi bibit yang kasih untuk kami itu banyak yang rusak, itu setengah bagian tu rusak semua, sekitar 4 karung dong yang rusak dia punya juga busuk sekali,” ujar FX. Mauk.

Dijelaskannya, Poktan Sumber Makmur yang diketuainya mempunyai 17 anggota yang mana setiap anggotanya menerima 2 hingga 3 karung bibit maek bako, dan ada yang sudah terima tapi hanya simpan saja juga jadi rusak semua.

“Kami anggota ada 17 orang waktu itu ada yang angkat dua karung ada yang 3 karung ada juga yang terima habis simpan saja jadi rusak semua,” ujarnya.

Dikatakannya, saat menerima bibit maek bako tersebut, tidak ada penjelasan apapun terkait penanan  maek bako. Mereka hanya diberitahu kalau cara tanam seperti ubi kayu saja. “PPL hanya bilang nanti tanam seperti ubi kayu saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ia mengatakan ada beberapa anakan yang ditanam kelompoknya sudah mulai tumbuh. “Ada juga yang  rusak ada juga yang sudah mulai tumbuh,” ujarnya.

Selain Poktan Sumber Makmur, Yohanes Leto Dasi yang adalah Ketua Poktan Melati di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak yang dihubungi secara  terpisah Jumat (28/02/2020 mengatakan  kelompoknya hingga saat ini belum menerima bantuan anakan maek bako. “Maek bako ini saya pernah kasih masuk permohonan tapi tidak dapat,” ucap Dasi.

Dikatakannya, kelompoknya sudah pernah memasukan persyaratan untuk mendapatkan bantuan dan informasi yang diperolehnya bahwa kelompoknya akan mendapatkan bantuan bibit anakan maek bako namun hingga saat ini kelompoknya belum menerima bibit tersebut.

“Saya sudah masukan persyaratan waktu itu katanya mau dapat tapi tidak dapat,” ujar Ketua Kelompok Melati ini.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Pertanian kepada TIMORDAILY.COM, saat diwawancarai Senin (24/02/2020), tercatat kelompok Melati yang berada di Desa Kabuna dan Kelompok Tani Sumber makmur merupakan poktan penerima bibit maek bako.

Nama-nama poktan penerima ini sesuai dengan yang telah ditetapkan dengan surat keputusan (SK) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan dengan Nomor,DTHP.525/52/III/2018, tanggal 20 maret, tentang Penetapan Kelompok tani Pelaksana Kegiatan pengembangan kemiri, kopi dan maek bako.

“Kalau Data saya punya lengkap dari tahun 2017, 2018 dan 2019 tapi kalau bicara uang itu saya tidak tahu,” ujar Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Frida A Bria.

Sedangkan Kadis Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu Mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara jelas mengenai Kelompok penerima maupun penyebaran bibit anakan porang.

“Saya juga tidak tau banyak terkait ini, tapi terus terang karena kalian datang bertanya ya saya jawab sebisa mungkin,” katanya.

Seperti diketahui, proyek maek bako ini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian Polres Belu karena diduga ada penyimpangan.

Penyidik Polres Belu telah melakukan pemanggilan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) dan juga kontraktor pelaksana proyek ini. (ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply