Proyek Jalan Sonis Laloran Kabupaten Belu Senilai Rp 5,2 Miliar Terbengkalai

Proyek Jalan Sonis Laloran Kabupaten Belu Senilai Rp 5,2 Miliar Terbangkalai

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Pekerjaan jalan dan saluran drainase ruas jalas Sonis Laloran di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu terbengkalai dan terancam tidak selesai sesuai waktu kontraknya.

Kondisi terbengkalainya pekerjaan tersebut terungkap ketika VoxNtt.Com mendapat pengaduan dari para pekerja lantaran pihak kontraktor PT. Sarana Timor Konstruksi mengurangi volume pekerjaan para tukang.

Persoalan pemotongan volume pekerjaan akhirnya kembali ditambahkan pihak kontraktor setelah melalui perdebatan panjang antar para tukang dan pengawas serta konsultan.

Namun demikian, pengakuan para tukang dan pengawas bahwa dari delapan kelompok yang mengerjakan saluran drainase, tujuh kelompok terpaksa menerima upah dengan volume pekerjaan dikurangi secara sepihak oleh pihak kontraktor dan hanya satu kelompok yang menerima upah sesuai dengan volume kerja.

BACA JUGA : BBM Bersubsidi di Atambua Kota Perbatasan RI-RDTL Kembali Langka

BACA JUGA : Pilkades Serentak 2019 di Belu – Arnoldus Lay Pastikan Materi Gugatan Desa Leowalu ke PTUN Lengkap

BACA JUGA : Warga Leuntolu Beberkan 14 “Dosa” Mantan Kades, Begini Tanggapan Patris Luan

Proyek Jalan Sonis Laloran Kabupaten Belu Senilai Rp 5,2 Miliar Terbangkalai

Proyek Jalan Sonis Laloran Kabupaten Belu Senilai Rp 5,2 Miliar Terbangkalai. Foto by Marcel-Voxntt

Selain pengurangan volume kerja, saat berada di lokasi,Jumat, (01/11/2019) VoxNtt.com menemukan banyak kejanggalan pekerjaan jalan yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) afirmasi tahun 2019 dengan besar anggaran Rp 5.297.217.500 dengan volume pekerjaan panjang jalan 2.784 KM dan panjang saluran drainase 650 kubik.

Betapa tidak, tidak hanya terjadi pemotongan hak para pekerja, PT. Sarana Timor Konstruksi juga mengabaikan keselamatatan para pekerja. Disaksikan awak media ini, para pekerja bekerja di bawah terik matahari dengan tidak difasilitasi kelengkapan keselamatan kerja seperti helm, sepatu boot dan rompi sebagaimana diamanatkan UU Ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu, jalan yang dikerjakan dengan dana miliaran rupiah ini terkesan asal dikerjakan. Hal ini terlihat dari ketebalan sertu yang dihampar terlihat tipis. Selain itu, agregat yang digunakan dalam hamparan masih terdapat batu bulat yang berukuran besar.

Dari data yang tertera pada papan informasi proyek, pekerjaan jalan ini dimulai sejak 17 Juni 2019 dan sudah harus selesai pada 14 November 2019 mendatang.

Namun capaian pekerjaan masih di bawah 50 persen di mana hingga Jumat (01/11/2019) jalan yang sudah diaspal baru mencapi 450 meter dan kondisi ini diakui kontraktor bahwa pihaknya tidak mungkin menyelesaikan pekerjaan ini dalam kurun waktu dua minggu.

Keterlambatan ini diakui pengawas lapangan Ose Heje yang mengakui bahwa pihaknya tidak akan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tanggal kontrak.

Ditanyai mengenai sejumlah kejanggalan Ose enggan bicara. Dirinya mengaku baru dua bulan bekerja bersama PT. Sarana Timor Konstruksi sehingga ia tidak punya wewenang untuk berbicara.

Saat awak media ini datang ke lokasi proyek, Jumat siang (01/11/20190) Ose masih berada di lokasi namun melihat wartawan tiba, Ose bergegas meninggalkan lokasi proyek.

“Maaf kakak, saya tadi buru-buru pulang mau ke kampung,” jawab Ose ketika dihubungi melalui sambungan telpon selulernya.

“Saya baru bekerja dua bulan bersama PT. Sarana Timor Konstruksi. Nanti kakak berurusan dengan orang kantor saja karena saya kerja dan kasih masuk laporan saja,” jelas Ose

Terpisah, Direktris PT. Sarana Timor Konstruksi, Suci yang dihubungi via pesan watssappnya mengatakan bahwa saat ini ia masih berada di luar kota. Ditanyai mengenai sejumlah hal yang ditemui di lapangan, Suci hanya membaca dan tidak merespon. Awak media ini coba mengubungi lewat sambungan telepon tapi tidak diterima.

“Nanti saya tanya staf saya dulu. Saya masih di luar kota,” jawab Suci singkat. (Marcel-VoxNTT/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau

 

Loading...