Proyek Bawang Merah Bermasalah Hingga Dugaan Adik Titip Uang di 5 Rekening, TPDI NTT Sebut Kemungkinan Kecil Bupati Malaka Tidak Tahu

0
238
Proyek Bawang Merah Bermasalah Hingga Dugaan Adik Titip Uang di 5 Rekening, TPDI NTT Sebut Kemungkinan Kecil Bupati Malaka Tidak Tahu
Koordinator TPDI NTT, Meridian Dewanta Dado

“Adanya skandal korupsi dalam Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran (TA) 2018 di Kabupaten Malaka dengan segala dugaan modus operandi dan kecurangannya tersebut bukan tidak mungkin terjadi juga pada Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2017 dengan Nilai Pagu Paket Rp 3.000.000.000 yang dimenangkan PT. Mitra Pilar dan Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2019 dengan Nilai Pagu Paket Rp 8.250.000.000 yang dimenangkan oleh CV. Euaggelion.”

 

TIMORDAILY.COM, – Pemberitaan media massa berjudul, “Adik Kandung Bupati Malaka Diduga Menerima Fee Proyek Rp 3 Miliar yang Disimpan di 5 Rekening,” sudah pasti menjadi informasi yang sangat berharga bagi pihak Polda NTT guna mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang sebagai lanjutan dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2018 yang menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp 10,8 miliar di Kabupaten Malaka yang membuat Kadis Pertanian Malaka Yustinus Nahak serta 8 (delapan) pihak lainnya telah ditetapkan sebagai para tersangka oleh Polda NTT.

Fee miliaran rupiah dalam Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2018 di Dinas Pertanian Kabupaten Malaka itu selain dinikmati oleh 9 tersangka, juga diduga diterima oleh Yanuarius Bria Seran selaku Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Malaka yang merupakan adik kandung Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

BACA JUGA : Adik Kandung Bupati Malaka Diduga Menerima Fee Proyek Rp 3 Miliar yang Disimpan di 5 Rekening

Bahkan sejak awal Proyek Pengadaan Bibit Bawang tahun anggaran 2018 itu disetting oleh Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda alias Epy Mapa atas perintah Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Malaka, Yanuarius Bria Seran.

Skenarionya yaitu Epy Mapa diperintahkan oleh Yanuarius Bria Seran untuk mengurus dokumen CV. Timindo dan dokumen penawaran proyek. Sedangkan Jepot diminta untuk ‘mengamankan’ Ketua Pokja, Agustinus Klau Atok. Sementara Yanuarius Bria Seran sendiri bertugas mencari pemodal yang belakangan Tony Baharuddin alias Tony Tanjung dipercayainya sebagai Kuasa Direktur CV. Timindo. Selanjutnya hasil dari rantai kerjasama ini pun berujung Pokja memenangkan  CV. Timindo seperti yang sudah disetting oleh Jepot dan Ketua Pokja sebelumnya.

Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2018 itu lantas dikerjakan oleh Toni Baharudin dan Jepot. Sayangnya apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi bibit bawang merah yang dibutuhkan, bahkan sepihak menaikan harga bibit bawang merah (mark up), serta tidak sesuai dengan petunjuk teknis maupun Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Bibit Bawang Merah senilai Rp 9,6 miliar dari total Rp 10,8 miliar yang ditenderkan itu.

Hasilnya mereka untung besar dan keuntungan itu mereka bagi-bagi, termasuk kepada Yanuarius Bria Seran. Sumber media online SERGAP seperti dikutip oleh TimorDaily.com pun menegaskan bahwa Yanuarius Bria Seran menerima Fee proyek sebanyak Rp 3 miliar lebih yang disimpan di lima (5) rekening berbeda yang dibuka oleh Tony Kerek atas perintah adik kandung Bupati Malaka itu.

Dengan adanya sinyalemen-sinyalemen sebagaimana terungkap dalam pemberitaan di media massa maka Polda NTT dipastikan sudah memiliki rencana untuk melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap Bupati Malaka Stefanus Bria Seran sebab Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2018 yang menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp 4,9 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp 10,8 miliar itu merupakan program unggulan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang mulai dikembangkan di Kabupaten Malaka sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 dengan sebutan Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Bahkan kelak bilamana benar Yanuarius Bria Seran terbukti menerima Fee proyek sebanyak Rp 3 miliar lebih yang disimpan di lima (5) rekening berbeda, maka banyak kalangan mencurigai bahwa sangatlah kecil kemungkinannya Bupati Malaka Stefanus Bria Seran untuk tidak mengetahui proses perbuatan ilegal tersebut sebab proyek dimaksud merupakan program unggulan Pemkab Malaka dibawah rentang kendali kebijakan Bupati Malaka demi meningkatkan nilai jual dan popularitas dirinya menjelang perhelatan Pilkada Malaka 2020.

Pengungkapan skandal korupsi oleh Polda NTT dalam Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2018 dimaksud juga bisa semakin mengingatkan kita semua pada proses pengungkapan skandal suap yang menjerat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara oleh KPK-RI dimana terungkap bahwa ada peran Akbar Tandaniria Mangkunegara yang merupakan adik kandung Bupati Lampung Utara guna mengatur penerimaan fee proyek senilai ratusan miliyar rupiah sejak tahun 2014 sampai 2018 dari berbagai dinas di Kabupaten Lampung Utara, sehingga dalam proses penentuan pemenang lelang proyek di berbagai dinas di Kabupaten Lampung Utara  sudah ditetapkan pemenangnya sebelum proses lelang dilakukan.

Adanya skandal korupsi dalam Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran (TA) 2018 di Kabupaten Malaka dengan segala dugaan modus operandi dan kecurangannya tersebut bukan tidak mungkin terjadi juga pada Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2017 dengan Nilai Pagu Paket Rp 3.000.000.000 yang dimenangkan PT. Mitra Pilar dan Proyek Pengadaan Bibit Bawang Merah tahun anggaran 2019 dengan Nilai Pagu Paket Rp 8.250.000.000 yang dimenangkan oleh CV. Euaggelion.

Sehingga pantaslah apabila publik berharap juga agar Polda NTT bisa membidik dan membongkar adanya praktek dugaan tindak pidana korupsi dalam kedua proyek pada program unggulan Bupati Malaka di kedua tahun anggaran tersebut. (TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Penulis : Meridian Dewanta Dado/Advokat Peradi/Koordinator TPDI NTT

Leave a Reply