Program Inovasi Desa di Belu Perbatasan RI-RDTL Harus Prioritaskan Penanganan Stunting

0
139
Program Inovasi Desa di Belu Perbatasan RI-RDTL Harus Prioritaskan Penanganan Stunting
Peserta Bursa Inovasi Desa

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA –  Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Belu, Januaria Nona Alo menegaskan komitmen inovasi desa harus diarahkan pada upaya penanganan stunting.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Sehingga anak yang terkena stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya.

Program Inovasi Desa di Belu Perbatasan RI-RDTL Harus Prioritaskan Penanganan Stunting
Kadis PMD Belu, Januaria Nona Alo dalam Kegiatan Bursa Inovasi Desa di Lasiolat, Senin (15/7/2019)

Penegasan ini disampaikan Kadis PMD dalam sambutannya pada acara Bursa Inovasi Desa (BID) yang digelar Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Lasiolat dan Kecamatan TasifetoTimur (Tastim) di Lasiolat, Senin (15/7/2019).

“Dalam komitmen inovasi khususnya di bidang SDM, agar memprioritaskan pada upaya penanganan stunting demi mewujudkan generasi Rai Belu yang sehat, cerdas dan kreatif,” tegasnya.

BACA JUGA : Komsos Keuskupan Atambua dan Bank NTT Produksi Film Pendek Tentang Perantau

BACA JUGA : Pilkades Serentak 2019 – PMKRI Atambua Desak Polisi, Jaksa dan Bupati Belu Lakukan Hal ini

BACA JUGA : 10 Tahun Jadi Anggota DPRD Belu-NTT, Paulus Samara Kini Maju Calon Kades

Program Inovasi Desa di Belu Perbatasan RI-RDTL Harus Prioritaskan Penanganan Stunting
Para pejabat foto bersama pada kegiatan bursa inovasi desa di Lasiolat, Senin (15/7/2019)

Peserta BID sebagai keterwakilan dari desa yakni kepala desa dan BPD. Ada juga Lembaga P2KTD yang hadir yaitu, PPSE Keuskupan Atambua, Save the Children, CIS Timor, Plan Internasional dan FPPA.

Camat Lasiolat, Stefanus Don Peira saat membuka kegiatan tersebut meminta agar desa-desa wajib mereplikasi komitmen inovasi melalui kegiatan BID hari ini dalam perencanaan pembangunan desa tahun 2020.

Untuk diketahui, sejak tahun 2017, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mulai meluncurkan Program Inovasi Desa (PID). Program ini untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan masyarakat desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) lebih berkualitas.

PID sebagai suatu strategi yang digunakan untuk pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan khususnya di bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Desa dan Kewirausahaan, Bidang Pengembangan SDM, Pelayanan Sosial Dasar serta Bidang Infrastruktur Desa.

Tujuan PID untuk meningkatkan kualitas penggunaan DD melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarkat yang inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa. (citizen journalizm by Gusti Atok-TA PMD Kabupaten Belu)

Editor : Fredrikus R. Bau