Polres Belu Dapat Penghargaan dari Lembaga ini Karena Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Motaain Perbatasan RI-RDTL

Polres Belu Dapat Penghargaan dari Lembaga ini Karena Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Motaain Perbatasan RI-RDTL

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Polres Belu mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Penghargaan ini diperoleh lantaran Polres Belu berhasil memprakarsai pembentangan bendera merah putih raksasa di Perbatasan Negara Republik Indonesia – Timor Leste di Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Rabu (16/08/2018) siang.

Acara penyerahan penghargaan rekor pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Perbatasan Indonesia – Timor Leste ini dilakukan  Ketua Umum sekaligus Pendiri LEPRID, Paulus Pangka di lapangan upacara Mako Polres Belu, Rabu (24/04/2019) pagi.

Dalam sambutannya Paulus Pangka menyampaikan bahwa Lembaga LEPRID telah dua kali datang ke Kabupaten Belu untuk memberi apresiasi di daerah perbatasan negara dan semua yang berhubungan dengan kegiatan dalam rangka untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada masyarakat dan diri masing-masing.

Foto Bersama Penerima Penghargaan dari LEPRID

Kali pertama, lanjutnya, pada tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, LEPRID datang ke Belu untuk memberikan penghargaan atas rekor dalam gerakan Milenial Road Safety Festival yang secara Nasional diadakan oleh Kepolisian Republik Indonesia dengan rekor atau prestasi tarian tradisional Tebe Kreasi Lalu Lintas Merah Putih yang diikuti oleh peserta terbanyak sejumlah 7.650 peserta.

“Kali ini kami datang lagi untuk memberikan penghargaan atas rekor pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Perbatasan Indonesia – Timor Leste.”

Disampaikan bahwa untuk kegiatan ini dilihat oleh pihak LPRID melalui siaran televisi bahwa ada suatu kegiatan luar biasa yang dilakukan di daerah Perbatasan Negara RI-RDTL.

“Berdasarkan pemantauan kami hingga saat ini belum pernah ada pembentangan bendera merah putih yang terbesar di Perbatasan Negara seperti yang terjadi di Polres Belu karena itu kami dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia memberi apresiasi penghargaan Rekor kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut,” pungkas Paulus.

Bendera raksasa yang dibentangkan di Motaain Batas RI-RDTL pada tanggal 16 Agustus 2018 lalu

Ketua LEPRID juga mengungkapkan bahwa untuk masuk ke dalam rekor LPRID harus atas usulan dari masyarakat atau calon rekor sendiri yang mengusulkan untuk kemudian ditinjau oleh Pihak LEPRID.

Kapolres Belu AKBP Christian Tobing dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan dari LEPRID kepada semua elemen yang ada di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL atas kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Perbatasan Negara Republik Indonesia dengan Negara Timor Leste yang dilaksanakan sehari menjelang upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73.

“Terima kasih kepada bapak Paulus Pangka sebagai Ketua Umum LEPRID atas pemberian penghargaan kepada kami yang ada di perbatasan Indonesia Timor Leste ini,” imbuhnya.

Dirinya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Perbatasan Negara RI-RDTL tersebut sebagai bukti sinergitas yang baik dari aparat TNI-POLRI, Pemerintah Daerah, Stakeholder dan seluruh masyarakat yang ada di daerah Perbatasan Negara RI-RDTL.

“Kami merasa bangga bisa mengibarkan Bendera Merah Putih di Perbatasan Indonesia – Timor Leste dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan Bangsa dari daerah Perbatasan Negara,” tutur Kapolres Tobing.

Adapun pemberian penghargaan kegiatan pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar pertama di Perbatasan Indonesia – Timor Leste diberikan kepada Penyelenggara Polres Belu – Polda NTT dan sebagai Pemrakarsa lrjen Pol Drs. Raja Erizman (Kapolda NTT),

Kepada Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing, serta kepada inisiator Willybrodus Lay (Bupati Belu), Letkol Inf Ari Dwi Nugroho (Dandim 1605 Belu), KOMPOL I Ketut Perten (Wakapolres Belu), KOMPOL Apolinario Da Silva, S. H. (Kabagops Polres Belu),

Kepada KOMPOL Alfonsus Hale Mau (Kabagren Polres Belu) dan sebagai Pendukung, AKP Januarius Seran, S. H. (Kabag Sumda Polres Belu), AKP Didid W Agustyawan, S.H. (Kasat Intelkam Polres Belu), IPTU Vonny Farizky, S.I.K. (Danki 2 Den A PeIOpor Sat Brimob Polda NTT), IPTU Filomena Bene Bere, S. H. (Kasat Binmas Polres Belu), IPTU I Ketut Setiasa, S. H. (Kasat Sabhara Polres Belu), IPTU Ivans Drajat, S.I.K. (Kasat Resnarkoba Polres Belu),

Kepada AKP Harman R Sitorus S.I.K, AKP SHABDA P PUTRA, SH, SIK ( Kasat Lantas Polres Belu ), AKP ARDYAN YUDO SETYANTONO, SH, SIK (Kasat Reskrim Polres Belu) dan IPDA AGUSTINUS SABONO, SH (Wadanki 2 Den A Pelopor Sat Brimob Polda NTT).

Seperti diketahui, sehari sebelum upacara peringatan 17 Agustus 2018, terjadi peristiwa pembentangan dua  Bendera Merah Putih berukuran raksasa di tebing gunung Sarabon yang berada di dua jalur menuju Pos lintas batas negara (PLBN) Motaain.

Bendera raksasa yang dibentangkan di Motaain Batas RI-RDTL pada tanggal 16 Agustus 2018 lalu

Bendera Merah Putih pertama berukuran 40 x 60 meter dibentangkan dengan cara rapling di tebing gunung Sarabon oleh prajurit TNI, Polri dan Basarnas.

Sepanjang proses pembentangan bendera, seluruh peserta melakukan penghormatan seraya mengumandangkan lagu kemerdekaan Indonesia Raya.

Ratusan anggota TNI, Polri, tokoh lintas Agama, mahasiswa, pelajar serta masyarakat ini mengikat kain Merah Putih dikepala dan menggenggam Bendera Merah Putih kecil di tangan.

Pembentangan Bendera Merah Putih ukuran raksasa untuk pertama kalinya dihelat di tapal batas Indonesia – Timor Leste ini, dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Bupati Belu Willybodus Lay, Kapolres Belu, Dandim 1605 Belu, Sekda Belu, Danposal Atambua, Kepala Imigrasi Atambua, Kepala BNNP Mota’ain, Waka Polres Belu, Bea Cukai, tokoh lintas agama serta sejumlah Perwira dari Polres Belu, Subden 2 Pelopor Brimob Atambua dan TNI.

Seusai membentang Bendera Merah Putih di tebing gunung Sarabon, kegiatan dilanjutkan dengan pembentangan Bendera Merah Putih yang kedua sepanjang 2,2 kilometer (2,200 Meter) di dalam kompleks atau area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain yang berbatasan langsung dengan Distric Batugade – Timor Leste.

Pembentangan bendera panjang di PLBN Motaain, 16 Agustus 2018 lalu.

Bendera ini dibentangkan dengan cara dipegang setiap warga sipil maupun aparat keamanan mulai dari pintu Lintas Batas mengelilingi atau mengitari jalur dalam kompleks PLBN sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Hal ini dipantau oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang di mana merupakan suatu Lembaga Independen yang mencatat Prestasi Insan Indonesia secara profesional, akuntabel dan transparan serta bermatabat.

LEPRID akhirnya memutuskan untuk memberi Penghargaan Rekor Pembentangan Bendera Merah Putih Terbesar di Perbatasan Indonesia-Timor Leste. (Ron/TD)

Editor : Fredrikus R. Bau

 

Leave a Reply