Polres Alor Tahan “Penyelundup” BBM yang Ditangkap TNI

0
127
Polres Alor Tahan
Kapolres Alor, AKBP Darmawan Marpaung

TIMORDAILY.COM, ALOR – Kepolisian Resort (Polres) Alor menahan IBP seorang pedagang di Kabupaten Alor yang berupaya melakukan “penyelundupan” Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium atau bensin ke Pulau Lirang di wilayah Maluku Tenggara Barat.

Pelaku IBP ini sebelumnya ditangkap oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) bersama anggotanya di wilayah Pantai Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut bersama anggotanya.

“Kemarin Pak Dandim telepon mau serahkan pelakunya, dan saat ini pelakunya sudah ada di Polisi untuk menjalani prosesnya,” singkat Kapolres Alor, AKBP. Darmawan Marpaung, SIK kepada wartawan di Mapolres Alor, Kamis (20/2/2020).

BACA JUGA : Jelang HUT Bhayangkara 2020, Kapolres Cup di Alor Digulir Bulan Mei

BACA JUGA : Pemprov Alokasikan 63,2 Miliar untuk Lima Ruas Jalan di Alor

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Ini Partai Politik yang Disinyalir Usung Paket GEMA

Secara tekhnisnya, Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yonahis Wila Mira, S.Sos menjelaskan, pelaku ini ditangkap oleh Danramil dan anggotanya di sebuah pantai di Taramana pada tanggaln18 Februari 2020.

Menurut Wila Mira, pelaku sudah menjalani pemeriksaan dan hari ini dilakukan penangkapan atau penahanan. Pelaku melakukan tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Migas Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Wila Mira menjelaskan, pelaku ketika ditangkap masih berada di pantai. Bersama pelaku juga diamankan barang bukti berupa bensin yang telah diisi dalam puluhan gerigen yang total jumlahnya mencapai 1 ton atau 1.000 liter.

Pelaku, jelas Wila Mira, membeli bensin ini di SPBU Bukapiting dengan menggunakan gerigen, kemudian menggunakan ojek menampung di Pantai tersebut.

Menurut Wila Mira, pelaku ini adalah pedagang yang bermukim di Kabir, Kecamatan Pantar.

Pelaku sudah sering bawa barang jualan kebutuhan pokok masyarakat dari Kabupaten Alor untuk berjualan di Lirang. Pelaku ke sana dengan menggunakan kapalnya sendiri.

“Kalau untuk BBM ini menurut pengakuannya sudah kali keenam dirinya bawa ke sana. Jumlahnya sampai 2,5 ton. Dirinya beli di Alor dengan harga subsidi dan jual di Lirang dengan harga Rp 12.500 perliter,” ujar Wila Mira.

Wila Mira menambahkan, akibat perbuatannya tersebut, maka pelaku disangkakan dengan pasal menyimpan BBM tanpa izin.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat