Polres Alor “Ciduk” Pelaku Penipuan Pembangunan Gereja di Alor dan Flores

0
114
Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Unit Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Alor “menciduk” atau menangkap JB (60) seorang warga asal Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah yang selama ini bermukim di Kabupaten Flores Timur.

JB merupakan pelaku penipuan pembangunan Gereja Protestan dan Katolik di Kabupaten Alor dan di Flores dengan modus minta sumbangan di masyarakat melalui proposal palsu yang dibuatnya.

Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos yang dihubungi Timor Daily di Kalabahi, Kamis (26/3/2020) berkaitan dengan kasus tersebut membenarkan pelaku telah ditahan dengan jeratan pasal membuat surat palsu. Pelapor kasus ini adalah Pendeta Gereja Ora et Labora Alikalang di Pulau Pantar, Pendeta Elihud Pandu.

Kronologisnya, Wila Mira menjelaskan, pelaku JB memulai aksinya pada tanggal 17 Januari 2020, dengan membuat surat atau proposal sumbangan pembangunan Gereja Ora et Labora Alikalang dengan mencantumkan nama Pendeta tersebut.

Proposal atau surat tersebut, ungkap Wila Mira, dibawanya pelaku ke masyarakat di Daratan Timor mulai dari Kota Kupang sampai ke Atambua untuk meminta sumbangan.

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Rumah Perubahan Dokter Agus Taolin Gandeng Golkar, Nasdem dan Gerindra Semprot Desinfektan

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Covid-19, Objek Wisata Pantai di Gunungkidul Ditutup

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang Imbau Warga Isolasi Diri

Besar sumbangan yang diraupnya, sebut Wila Mira, sebesar Rp 16 juta. Uang yang didapatnya ini tidak diserahkan kepada gereja, namun dipakai untuk keperluannya.

Dalam pemeriksaan ini, lanjut Wila Mira, berkembang lagi. Ternyata yang bersangkutan atau pelaku juga melakukan hal yang sama untuk pembangunan rumah pastoran Paroki Helandohi, Pantar.

Untuk pembangunan rumah pastoran ini, pelaku minta sumbangan umat di sejumlah wilayah di Flores, dan berhasil mendapatkan uang sebesar Rp 41 juta.
Tidak hanya itu saja, tandas Wila Mira, pelaku juga minta sumbangan di Kota Kupang untuk pembangunan Gereja Katolik Boanio di Kabupaten Nagekeo. Uang yang terkumpul sebanyak Rp 3 juta.

“Total uang yang pelaku dapat dari hasil operasinya itu sekitar Rp 50 juta. Pelaku cerdik sekali, kalau untuk pembangunan gereja di Alor dirinya minta sumbangan di Timor dan Flores, sehingga masyarakat atau umat berani memberikan sumbangan,” ungkap Wila Mira.

Menurut Wila Mira, penyidik telah selesai melakukan pemberkasan atau tahap I kasus ini dan sudah kirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalabahi. Penyidik tinggal menunggu saja hasil pemeriksaan Kejaksaan apakah sudah lengkap atau belum.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply