Polisi Masih Gelar Perkara Dugaan Perdagangan Anak dan Pencabulan di Kompleks Perumahan Dinas BMKG Alor

0
52
Polisi Masih Gelar Perkara Dugaan Perdagangan Anak dan Pencabulan di Kompleks Perumahan Dinas BMKG Alor
Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira

TIMORDAILY.COM,ALOR – Satuan Reskrim Polres Alor masih menunggu gelar perkara dugaan kasus perdagangan anak dibawah umur dan pencabulan yang sebelumnya digrebek masyarakat di kompleks perumahan dinas Kantor BMKG Kabupaten Alor di Kawasan Bandara Mali.

Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti untuk dibahas dalam gelar perkara guna menentukan kasus tersebut.

Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Alor, IPTU. Yohanis Wila Mira, S.Sos kepada Timor Daily di Kalabahi pada akhir Juli 2020. Berita ini sebelumnya telah diberitakan Timor Daily, pada edisi Sabtu (18/7/2020).

Menurut Wila Mira, Polisi sudah melakukan pemeriksaan atau minta keterangan dari semua pihak, termasuk dengan nama-nama yang disebut dalam laporan itu, yakni salah seorang oknum pegawai kontrak bandara Mali berinisial Ia, Pejabat BMKG, AB, seorang ibu rumah tangga, dan seorang oknum aparat.

Bukti dan hasil pemeriksaan yang ada, ungkap Wila Mira, nanti dibahas dalam kegiatan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut.

Wila Mira ketika itu menampik berkaitan dengan adanya informasi bahw kasus tersebut telah dimediasi di Polisi. Informasi tersebut, menurut Wila Mira, adalah informasi yang tidak benar.

Sementara itu Kepala BMKG Kabupaten Alor, AB yang namanya juga dilaporkan dalam kasus itu ketika dikonformasi Timor Daily, Selasa (28/7/2020) membenarkan dirinya telah di periksa Polisi.

Menurut AB, dirinya dalam kasus ini juga merupakan korban, karena dirinya sepertinya dijebak.

“Ceriteranya panjang. Saya sebagai orang tua membantu anak tersebut. Tapi sepertinya dijebak. Kita ikuti saja kasus ini,” tandas AB singkat.

Untuk diketahui sebelumnya pada edisi, Sabtu (18/7/2020) Timor Daily memberitakan Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Alor tengah melakukan penyelidikkan terhadap laporan kasus dugaan terjadinya perdagangan anak dibawah umur dan pencabulan.

Kasus ini dilaporkan oleh orang tua anak, setelah dilakukan pengrebekan di sebuah rumah di kompleks BMKG di Kawasan Bandara Mali, Kabupaten Alor.

Kasus ini dilaporkan oleh orang tua dari salah seorang anak pada tanggal 14 Juli 2020. Dalam kasus ini ada 3 orang anak dibawah umur yang diduga menjadi korban perdagangan dan pencabulan.

Kasatreskrim Polres Alor Wila Mira dalam penjelasannya mengatakan, Polisi baru mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah pihak berkaitan dengan kasus ini.

“Jadi dugaan kasus ini begini, lokus dari kasus ini sama yang melibatkan beberapa oknum , tetapi tempusnya (waktu) yang berbeda. Sementara keterangan yang kita kumpulkan terkait dengan laporan, bahwa ada seorang Ibu Rumah Tangga yang diduga melakukan perdagangan anak-anak tersebut. Namun untuk ini kita masih gali lagi apakah benar atau tidak. Demikian pula dalam kasus ini ada seorang pegawai di instansi vertikal yang dilaporkan diduga melakukan pencabulan terhadap anak tersebut,” jelas Wila Mira.

Wila Mira melanjutkan, pengakuan dari anak yang rata-rata masih berusia 15 tahun tersebut, perbuatan bejat itu selain dilakukan pegawai itu, juga ada oknum lainnya yang berambut cepak “berseragam” dan diduga ada juga “orang besar”.

“Kami masih terus dalami dan kembangkan laporan kasus ini. Apa yang ada ini merupakan pengakuan dari anak-anak tersebut, sementara bukti yang lain seperti hasil visum masih ditunggu,” kata Wila Mira.

Wila Mira mengungkapkan, dirinya belum mendapat informasi jelas berkaitan dengan status anak-anak tersebut apakah masih sekolah atau tidak. Juga latar belakang lainnya dari anak-anak tersebut, sehingga pihaknya masih mencari tahu secara detail latar belakang mereka.

“Informasi yang ada anak-anak tersebut selama ini bersama di rumah Ibu Rumah Tangga yang dilaporkan tersebut. Modusnya, Pegawai ini datang bertemu dengan ibu itu dan menanyakan apakah anak-anak tersebut bisa “dipakai”. Ibu itu kemudian menjawab bahwa dirinya tidak tahu, dan minta pegawai itu langsung tanya ke anak-anak tersebut. Jadi kejadiannya anak-anak ini diajak jalan-jalan dan traktir makan, kemudian dibujuk rayu,” ungkap Wila Mira.

Wila Mira menambahkan, penyidiknya masih terus menggali lagi dalam pemeriksaan berikutnya, pasalnya mereka yang dilaporkan masih membantah atau tidak mengakui melakukan perbuatan bejat tersebut.

“Memang beberapa hari lalu kita sempat amankan ibu rumah tangga tersebut dan pegawai itu di Kantor Polisi, dan kami belum tahan karena masih kumpulkan bukti lagi,” tandas Wila Mira. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat