PMKRI Kupang Kutuk Tindakan Anggota DPRD TTS dan Minta Nasdem Pecat Hendrik Babys

0
333
PMKRI Kupang Kutuk Tindakan Anggota DPRD TTS dan Minta Nasdem Pecat Hendrik Babys
Ketua PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng

TIMORDAILY.COM, KUPANG –  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mengutuk tindakan Anggota DPRD TTS dari Fraksi Nasdem, Hendrik Babys yang mencaci maki dan mengancam pastor John Watimena.

Menurut PMKRI, perilaku Hendrik Babys telah melukai hati, tidak hanya Romo sebagai korban melainkan seluruh masyarakat lebih khusus umat Katolik.

PMKRI Kupang bahkan memberi waktu paling lama 1 x 24 jam kepada Anggota DPRD TTS tersebut untuk meminta maaf kepada romo John.

“Kami mengutuk keras dan meminta pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, umat, termasuk hirarki Gereja paling lambat satu kali dua puluh empat jam. Yang mana, tindakan ini telah melukai hati, tidak hanya Romo sebagai korban melainkan seluruh masyarakat lebih khusus umat Katolik,” ujar Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Adrianus Oswin Goleng saat dihubungi TIMOR DAILY, Minggu (22/3/2020).

BACA JUGA : Dinkes Provinsi NTT Kirim Tim Periksa Pasien Status PDP Corona di Alor

BACA JUGA : Resmi, Timor Leste Umumkan Kasus Pertama Covid-19

BACA JUGA : Anak, Sopir dan Asisten Pribadi Menteri Tjahjo Kumolo Positif Terpapar Covid-19

Lebih lanjut, Oswin mengatakan, PMKRI Kupang mendukung langkah Romo John yang telah mengambil langkah hukum melaporkan politisi Nasdem tersebut sembari menghimbau umat untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan-tindakan provokatif.

“Kami mendorong dan mendukung penuh langkah-langkah yang sudah ditempuh. Sembari kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Katolik untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang justru menambah keruh suasana ditengah situasi nasional dan daerah yang sedang mengalami “sosial distancing” Covid-19,”  ujarnya.

PMKRI Kupang, lanjut Oswin, menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kalolisian untuk memrosesnya serta meminta pimpinan partai dari Hendrik Babys untuk menindak tegas jika terbukti melakukan tindakan tersebut.

“Kita juga meminta kepada pimpinan partai agar segerah mengambil langkah tegas, bila perlu memecat apabila terbukti melakukan tindakan sesuai pemberitaan. Sehingga dari kejadian ini memberikan efek jerah dan pendidikan moral bagi kita sekalian lebih khusus mereka yang sedang mengemban tugas dan tanggung jawab publik,” pungkasnya.

Sebelumnya seperti dilansir selatanindonesia, Oknum anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi Nasdem, Hendrik Babys yang diduga mengeluarkan kata-kata kasar juga mengajak “duel” terhadap pemimpin umat Romo Yeremias Yohanes Watimena adalah sikap dan tindakan yang tidak terpuji. Apa lagi dia sebagi pejabat publik yang mestinya memberi teladan bagi sesama, baik ucapan maupun tindakan.

Sebagai pejabat, apapun persoalan yang dihadapi harus lebih arif dan bijaksana bukan menunjukan watak arognsi dan premanisme. Ini tindakan bar-bar yang tidak pantas ditiru yang justru merusak citra lembaga dewan terhormat.

Romo Yeremias Yohanes Watimena, Pr pastor pembantu Paroki St. Theresia Kanak-Kanak Yesus Panite yang bertugas di Stasi Noemuke pada Sabtu (21/3/2020) melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten TTS Hendrikus Babys ke polisi dengan dugaan penghinaan, ancaman dan ajak duel dengan nomor laporan polisi Nomor Laporan STYLP/76/III/2020/RES TTS.

Menurut Romo yang biasa disapa Romo Jhon ini, kejadian berawal dari tanggal 19 Maret 2020 sekitar pukul 08.30 Wita, Romo Jhon bertemu dengan Hendrik Babys untuk mengklarifikasi bahasa yang dikeluarkan oleh Hendrik Babys di mimbar gereja St. Dominikus Noemuke mengenai kalimat yang disampaikan “Lu hanya tidur bangun, berak di Noemuke lu ini kecil seperti kuku jari tangan dan Hendrikus juga memaki Romo Jhon dengan kata-kata anjing, babi” serta sempat mendorong dan mengancam untuk memukul Romo Jhon. Atas perbuatan tersebut Romo Jhon memilih melaporkan peristiwa itu ke polisi.

“Saya laporkan ke polisi disamping untuk diproses hukum saya juga meminta perlindungan karena saya diancam untuk dipukul,” ujar Romo Jhon di Mapolres TTS Sabtu (21/3/2020) usai memberikan keterangan di SPKT Mapolres TTS.

Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Jamari,SH.MH yang ditemui mengatakan akan menindaklanjuti dengan memproses kasus tersebut yang dimulai dengan memeriksa saksi-saksi, ahli bahasa dan klarifikasi dengan terlapor.

“Kita akan tindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi, ahli bahasa dan klarifikasi dengan terlapor,” tegas Kasat Jamari.

Sesuai rencana, Romo Jhon juga akan mengadu kasus tersebut ke Badan Kehormatan DPRD TTS pada Senin (23/3/2020).  (R-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply