PMKRI Atambua Minta Polres Belu Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan ODGJ

0
86
Ketua PMKRI Atambua
Ketua PMKRI Cabang Atambua, Oktofianus Tefa. Foto : Istimewa

TIMORDAILY.COM, ATAMBUAPerhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua mempertanyakan keseriusan pihak Polres Belu tentang penanganan kasus dugaan penganiayaan anak pengusaha Timor Permai terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Jumat (13/3/2020).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua, Oktofianus Tefa kepada Timor Daily, Jumat (20/3/2020) via WhatsApp meminta Polres Belu serius tangani kasus pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

Menurut Tefa, dugaan penganiayaan yang diketahui melibatkan 2 anak pengusaha Timor Permai beserta 4 karyawannya harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dikatakannya, PMKRI Cabang Atambua melihat tindakan oknum tersebut telah melanggar hukum di Indonesia.

Berikut aturan yang dianggar, ungkap Tefa,  Pasal 351 ayat (2) KUHP ; penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dan hukum dengan hukuman penjara maksimal lima tahun penjara.

BACA JUGA : Video Bukti Penganiayaan Anak Pengusaha Terhadap ODGJ, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Akibat Benturan di Mobil Pikap

BACA JUGA : Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Benturan Pick Up, Ternyata Ini Tinju Anak Pengusaha Timor Permai ke Wajah Kakek Rodrigo

BACA JUGA : Wajah ODGJ Babak Belur, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Terbentur Pick Up

Lanjut dia, diatur juga pada pasal 354 ayat (1) KUHP ; barang siapa sengaja melukai orang lain diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

Dia menambahkan, Pasal 170 ayat (1) KUHP, memiliki unsur utama dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang lain dengan ancaman sanksi pidana penjara.

Ketua PMRKI Cabang Atambua ini menegaskan, Polres Belu segera memproses dan penjarakan pelaku jika berbukti bersalah.

“Kita berharap agar Polres Belu dapat memprosesnya dan penjarakan saja orang-orang ini, sebab mereka tidak memiliki nilai kemanusiaan sama sekali,” tegasnya.

Kasus ini tidak tangani, Kata Tefa, masyarakat bisa mengambil kesimpulan bahwa hukum hanya berlaku untuk masyarakat kecil.

Dia juga berjanji, kasus penganiayaan tidak ditangani dengan serius, pihaknya akan melakukan demokrasi untuk menuntut keadilan hukum.

“Apabila kasus ini dalam prosesnya secara berbelit-belit, maka PMKRI Cabang Atambua akan mengabil langkah atau tindakan turun di jalan, melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran soal ini,” jelas Tefa.

Beritakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL yang diduga mengalami gangguan jiwa dihajar oleh putra pemilik Toko Timor Permai, Jumat (13/2/2020).

Pantauan Timor Daily, sebelumnya, pria yang diduga gila ini sedang membersihkan rumput dan membakarnya di depan Toko Timor Permai.

Tidak terima dengan perbuatannya, kedua putra pemilik Toko Timor Permai melakukan penganiayaan dengan dibantu oleh 4 karyawan karena dianggap mengganggu dan mengotori halaman toko tesebut.

Rodrigo Bere Lelo sedang berada di atas mobil, Jumat (13/2/2020). Foto : Nandito Fatin/TIMORDAILY.COM

Akibatnya, pria diketahui bernama Rodrigo Bere Lelo (64) warga Haekesak, Kecamatan Raihat ini mengalami luka serius di bagian wajahnya.

BACA JUGA : Pimpin IKABE Malang, Edel Soro Tekad Jaga Keharmonisan Antar Organisasi

BACA JUGA :  Mahasiswa Ikip Budi Utomo Malang Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

BACA JUGA : Pilkada Malaka 2020 – PSI Serahkan SK Dukungan untuk Paket Sakti

Fanus seorang pengendara motor yang juga dalam kerumunan masa itu mengatakan, pria yang dihajar hingga babak belur ini, awalnya terlihat sedang membakar kotoran di depan toko.

“Mungkin, pemilik toko rasa tidak nyaman atau bagaimana, sehingga anak pemilih toko itu dengan 4 orang karyawannya pi tangkap dia di depan dan ikat tangannya baru pukul mukanya sampai babak belur seperti itu,” urai Fanus.

Terlihat banyak pengendara motor dan mobil memadati tempat itu, memprotes dan menuntut untuk para pelaku diproses hukum, dan nyaris terjadi bentrok serta penyerangan dari warga yang hadir di tempat itu terhadap pemilik toko dan karyawannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resort Belu sudah mengamankan para pelaku di Polres Belu juga korban penganiyayaan.(ino/ito/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply