PLH Sekda Belu Benarkan Bahwa Warga Mengambil Maek Bako Milik Pemerintah

0
66

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA – PLH Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Marsel Mau Meta membenarkan bahwa masyarakat ikut mengambil dan mencuri maek bako (pirang) milik Pemda di dalam Hutan Jati Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL.

Mungkin juga itu mereka yang tinggal di disekitar hutan jati Nenuk situ, untuk ditanam di lahan milik warga mereka.

Demikian PLH Marsel Mau Meta kepada TimorDaily.com Via Telepon, Selasa (11/2/2020) malam sesaat setelah kunjungan Kerja Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ke lahan porang milik warga di Hutan Jati, Nenuk.

Menurut Mau Meta, jika sekarang maek bako milik pemerintah tidak ada di hutan jati nenuk, itu disebabkan karena pencurian dari masyarakat sebab tidak dijaga sedangkan milik kelompok di sekitar hutan jati itu tetap ada karena dijaga.

“Saya memang omong benar bahwa itu maek bako dong itu yang ada di hutan jati nenuk itu tidak ada karena masyarakat yang curi to,” kata dia.

Ini juga, lanjut Mau Meta kami dua camat Tasifeto Barat yang omong bilang, kita punk di hutan jati itu tidak ada karena masyarakat yang curi karena tidak ada penjaga, sedangkan kelompok ini dong punk ada karena mereka jaga.

“Saya kira maek ini, dulu belum ada harga orang tidak toe, sekarang sudah ada harga baru orang baku rampas. Soal mereka (kelompok) ambil maek bako dari mana, mungkin dorang cari sendiri atau juga dikasi oleh pemda lewat bantuan,” jelas dia.

Dalam kunjungan Kerja Gubernur NTT itu, Gubernur Viktor Laiskodat diajak mengunjungi lahan penanaman Maek bako (porang)milik pemerintah Kabupaten Belu, namun Rombongan Gubernur NTT diarahkan ke lahan Porang Milik warga yang tumbuh subur di sekitar hutan jati nenuk.
(ito/TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Laporan Wartawan : Oktofianus Fatin

Leave a Reply