Pimpin Komisi III DPR RI, Herman Herry Disebut TPDI Punya Prestasi Membanggakan

0
145
Pimpin Komisi III DPR RI, Herman Herry Disebut TPDI Punya Prestasi Membanggakan
Pimpin Komisi III DPR RI, Herman Herry Disebut TPDI Punya Prestasi Membanggakan

TIMORDAILY.COM, JAKARTA – Satu lagi putra terbaik NTT, Herman Herry, Anggota DPR RI, Fraksi PDIP tiga periode, daerah pemilihan (Dapil) NTT II, dipercaya di pentas politik nasional bidang hukum yaitu menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Pilihan DPP Partai PDIP dan DPR RI mempercayakan Herman Herry untuk menakhodai Komisi III DPR RI, bukannya tanpa alasan.

Selain karena Herman Herry selama menjadi Wakil dari NTT telah berhasil membawa PDIP NTT tampil sebagai peraih suara terbanyak di setiap pilpres, pileg dan pilkada, juga karena  selama Herman Herry menjadi wakil dari Dapil NTT II beberapa tokoh muda berhasil dikaderkan dan diberi kesempatan untuk mengikuti kontestasi dalam pileg dan pilkada, seperti Ansy Lema, Emi Nonlemy, Dokter Kornelis Kodimete dan lainnya tokoh muda kader PDIP di Provinsi NTT.

BACA JUGA : Herman Herry Resmi Pimpin Komisi III DPR RI, Agenda Pertamanya Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon Kapolri

BACA JUGA : Suster Aloisia Terharu Dapat Bantuan Ambulans dari Anggota DPR RI Herman Herry

BACA JUGA : Pilkades Serentak 2019 di Belu – Calon Kades Leowalu Kabupaten Belu Ajukan Gugatan ke PTUN

Hal ini disampaikan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus ketika dihubungi TIMORDAILY.COM, Sabtu (2/10/2019).

Dikatakannya, munculnya sejumlah kader muda tersebut tidak terlepas dari peran seorang Herman Herry dan ini merupakan sebuah prestasi yang dimiliki politisi PDI Perjuangan ini.

“Inilah prestasi yang mesti dibanggakan yang lahir dari seorang Herman Herry karena mau memberi peluang kepada kader-kader muda se-Partainya untuk bertarung bersamanya dalam kontestasi pileg dan pilkada serta sama-sama sukses,” ujar Selestinus.

Dikatakannya, Komisi III yang kini dipim[in Herman Herry adalah sebuah komisi yang dalam tugas dan peran utamanya bermitra dengan KemenkumHAM, Polri, Kejaksaan, KPK, Mahkamah Agung, MK, PPATK, LPSK, BNN, BNPT, Komisi Yudisial, Komnas HAM dan lain-lain singkatnya semua bidang menyangkut pembangunan hukum, penegakan hukum dan penegakan ketertiban umum di bawah rumpun kekuasaan eksekutif dan Yudikatif berada dalam pengawasan dan tanggung jawab Komisi III DPR RI.

Sebagai putra daerah yang dikenal militan, otodidak dan mau belajar dari banyak tokoh hebat di DPR, lanjut Selestinus, maka Herman Herry diyakini sudah punya bekal pengalaman empiris, pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena selama 15 tahun berada di Komisi III DPR RI.

Segala denyut nadi kemana fungsi Komisi III DPR RI harus dibawa pasti sudah dikuasai, maka tidak berlebihan kalau semua stakeholders di DPP PDIP dan DPR RI mempercayakan Herman Herry untuk memimpin sebuah badan publik Komisi III DPR RI, sebuah Komisi yang  sangat prestisius dalam menentukan hitam putihnya pembangunan hukum, budaya hukum dan penegakan hukum di negeri ini.

“Inilah yang disebut semangat kepemimpinan Kapitan Perahu, suatu semangat di mana seorang pemimpin lahir dari bawah, kemudian membimbing yang muda-muda untuk bersama-sama naik dan maju menuju tahapan memikul tanggung jawab yang lebih besar,” ungkapnya.

Herman Herry, lanjut Selestinus, telah sukses melahirkan kader-kader muda penerus untuk memimpin negeri ini di masa yang akan datang.

“Selamat mengabdi dan berjuang Bung Herman Herry dari NTT untuk Indonesia (NKRI), proficiat untuk semua hal yang baik. Publik NTT berharap dengan tampilnya Herman Herry menjadi Ketua Komisi III DPR RI, maka fungsi pengawasan DPR RI di bidang hukum akan mengalami perbaikan dan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Publik NTT, kata Selestinus, sangat berharap agar penempatan pejabat publik bidang hukum di NTT harus diawasi agar mereka yang ditempatkan di NTT adalah pejabat yang rekam jejak pengabdiannya benar-benar bisa diterima, mau mengabdi dan melayani masyarakat NTT dari tugas utama selaku pelayan publik.

“NTT masih  menghadapi sejumlah persoalan sosial seperti perdagangan orang, korupsi, radikalisme, TKI NTT yang terlantar di Malaysia dan lainnya yang memerlukan perhatian khusus,” pungkasnya. (roy/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau

Leave a Reply