Pilkades Serentak 2019 di Belu – Puluhan Warga Desa Leowalu Ikut Pantau Sidang PTUN Kupang

0
624
Puluhan masyarakat Leowalu yang hendak ke Kupang, Senin (16/12/2019). Foto : Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Belu pada 16 Oktober 2019, selain euforia kemenangan dari kades terpilih, juga melahirkan masalah serius yang harus diselesaikan dalam persidangan PTUN.

Sengketa Pilkades Leowalu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu  akan disidangkan pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Kupang, Selasa (17/12/2019).

Salah satu tokoh masyarakat (Tomas) Leowalu, Martinus Ukat yang ditemui Timor Daily di Fatubenao, Senin (16/12/2019) siang, yang hendak berangkat ke Kota Karang mengatakan, pihaknya berangkat ke Kota Kupang untuk menghadiri proses persidangan PTUN Kupang, Selasa (17/12/2019) mengenai sengketa Pilkades Leowalu.

Menurut Ukat, sejumlah masyarakat Leowalu menghadiri persidangan untuk mengetahui proses penerapan aturan yang benar dalam pilkades serentak di Kabupaten Belu khususnya Desa Leowalu.

“Ini masalah sengketa pilkades di Desa Leowalu, jadi kami berangkat untuk lihat proses sidang di PTUN Kupang, kira-kira penerapan aturan yang jelas itu seperti apa,” ujarnya.

Baca juga : Kabar Tapal Batas – Lagi, Satgas Yonif Raider 142/KJ Resmikan Bedah Rumah dan Gelar Baksos di Belu Perbatasan RI-RDTL

Baca juga : Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Belu Melonjak Tinggi, Harga Daging Stabil

Baca juga : Kabar Tapal Batas – Peduli Kesehatan, Satgas Yonif Raider 142 Data Stunting di Belu Perbatasan RI-RDTL

Lanjut Ukat, pihaknya ingin mendengar secara jelas di saat proses persidangan PTUN Kupang. “Ada dua point yang kami ingin dengar dari pemerintah. Point satu, kenapa tidak ada sosialisasi pencoblosan untuk kami yang orang bodoh ini, yang kedua, kenapa laporan kami tidak ditanggapi pemerintah, ada apa ini,” kata Ukat.

Dikatakannya, panita diduga tidak netral dalam melaksanakan proses pilkades di Desa Leowalu. Pasalnya, seluruh panitia adalah orang-orang perangkat desa.

“Masa panitia dong ini hampir semua mereka ambil dari perangkat desa, sekretaris desa juga rangkap jadi sekretaris panitia pilkades juga, ini yang aneh menurut kami,” ujarnya kesal.

Senada disampaikan Emanuel Tuas, salah satu Tokoh Pemuda yang turut dalam rombongan tersebut. Dia mengatakan, para masyarakat berangkat ke Kupang ingin ikut menyaksikan proses persidangan karena diduga adanya kecurangan yang dilakukan panitia.

“Kami memang menduga panitia itu tidak netral, untuk itu biar nanti kami dengar langsung di sidang PTUN-nya seperti apa,”jelas Eman.

Baca juga : Tolak Pengadaan 13 Unit Mobil, GEMMA Kefamenanu Bakal Geruduk DPRD dan Bupati Malaka

Baca juga : Pembekalan Para Calon Ketua Oleh Senior Menuju 01 IMMALA Kupang

Salah satu pemerhati demokrasi, Arnoldus Lay mengatakan, pihaknya akan berjuang hingga tuntas demi masyarakat mengenai hasil Pilkades Leowalu.

“Saya bersama masyarakat akan berjuang sampai tuntas, biar masyarakat puas dengan hasil pilkades, karena kami duga ada kecurangan yang dilakukan oleh panitia pilkades,” pungkasnya.

Baca juga : Ditabrak Harley, Nenek di Bogor Tewas dan Cucunya Dirawat Serius

Baca juga :Tolak Pengadaan 13 Unit Mobil, GEMMA Kefamenanu Bakal Geruduk DPRD dan Bupati Malaka

Terpisah, pengacara dari penggugat, Jorang mengatakan, sebelumnya sidang ditunda karena ia sedang berada di Rote. “Saya kebetulan kemarin di Rote sehingga sidangnya ditunda, jadi besok kita sidang,” kata jorang singkat saat dihubungi media ini via telefon, Senin (16/12/2019).(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply