Pilkada Belu 2020 – Bupati Belu Willy Lay, Penjabat Sekda dan Kadis PUPR Dinilai Melanggar UU Pilkada dan UU ASN

0
91
Hadiri Musda Golkar Belu Sebagai Bakal Calon Bupati, Vincent Laka Pakai Atribut Berlambang Dinas
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena foto bersama para bakal calon bupati Belu usai acara pembukaan Musda ke X Partai Golkar Kabupaten Belu yang berlangsung di Gedung Betelalenok Atambua, Selasa (21/7/2020). foto by pos kupang

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Bupati Belu Willy Lay, Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta dan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Belu dinilai telah melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang (UU) tentang Pilkada dan UU tentang ASN.

Pelanggaran terhadap UU tersebut terkait kehadiran Bupati Belu sebagai pejabat negara dan Penjabat Sekda serta Kadis PUPR selaku pejabat ASN yang mengenakan atribut dinas saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Belu di Atambua pada Selasa (21/7/2020).

Penilaian ini disampaikan Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Nusa Cendana Kupang, DR. John Tuba Helan ketika dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020). Dikatakannya, jika bupati, penjabat sekda dan kadis ini diundang hadir sebagai pejabat maka boleh mengenakan atribut ASN, dan tidak melanggar undang-undang.

“Sebaliknya, jika mereka hadir sebagai calon bupati atau sebagai peserta musda maka telah melanggar undang-undang pilkada dan undang-undang ASN,” jelas Tuba Helan.

Menurutnya, seharusnya jika mereka melepaskan segala atribut pejabat dan atribut ASN saat menghadiri kegiatan politik tersebut sehingga tidak terjadi konflik kepentingan di sana.

“Seharusnya mereka sebagai calon, melepaskan atribut ASN sebelum menghadiri kegiatan politik,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Tuba Helan, menjadi ranah Bawaslu untuk menindaklanjuti sebagai temuan atau bisa saja ada pihak yang melaporkan peristiwa ini untuk diproses sesuai peraturan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, Vincent Laka adalah salah satu bakal calon bupati belu untuk Pilkada Belu 2020 yang telah mendaftar di sejumlah partai politik yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

Vincent yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu ini mendaftar ke partai politik pada september tahun 2019 silam.

Saat ini, dua partai politik tempat vincent mendaftar belum memberikan rekomendasi atau keputusan untuk mendukung bakal calon manapun.

Belum diketahui apakah Vincent telah mengantongi izin atau belum dari pimpinan daerah terkait keputusannya maju bertarung dalam Pilkada Belu ini namun yang jelas, aktivitas politik yang bersangkutan terus berjalan.

Di sini lain, aktivitasnya sebagai pimpinan instansi pemerintah juga makin gencar dan dipublikasi secara luas.

Salah satu aktivitas politik Vincent Laka terlihat saat menghadiri musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Belu pada Selasa (21/7/2020).

Dia hadir bersama sejumlah bakal calon yang sebelumnya mendaftar di partai berlambang pohon beringin itu.

Meski hadir sebagai bakal calon, Vincent mengenakan kemeja lengan panjang berwarna kuning, masker berwarna kuning dan topi berwarna biru. Pada bagian dada kiri kemejanya terpasang jelas logo Dinas PU, bukan logo Partai Golkar. Begitupun topi yang dikenakannya bukanlah logo Partai Golkar melainkan logo Dinas PU.

Selain Kepala Dinas PUPR, Vincent Laka yang mengenakan atribut dinas pada Musda Partai Golkar Belu, Selasa (21/7/2020), Bupati Willy Lay dan Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta juga melakukan hal yang sama.

Bupati dan Penjabat Sekda ini sama-sama hadir sebagai bakal calon bupati yang mendaftar di Partai Golkar. Tidak seperti Vincent Laka yang mengenakan atribut logo dinas, Bupati dan Penjabat Sekda ini “kompak” mengenakan seragam dinas keki lengkap dengan emblim ASN.

Dilansir pos kupang.com, Partai Golkar Kabupaten Belu menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke X tahun 2020 yang berlangsung di Gedung Betelalenok Atambua, Selasa (21/7/2020) siang.

Para bakal calon bupati Belu yang telah mendaftar di Partai Golkar turut diundang untuk menghadiri acara pembukaan Musda tersebut. Para bakal calon non kader Golkar yang hadir saat itu yakni, Willybrodus Lay, Agus Taolin, Apolinario Da Silva, Vincet K. Laka, Marsel Mau Meta dan Yoanetha Mesak.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena diawal sambutannya mengucapkan, selamat datang kepada para bakal calon bupati Belu yang telah mendaftar di Partai Golkar yang bersedia hadir dalam acara Musda.

Kehadiran para bakal calon bupati dalam acara Musda Golkar merupakan bagian dari komunikasi politik. Walaupun pada saatnya nanti keputusan partai hanya untuk satu orang calon namun sebagai bakal calon tetap membangun komunikasi politik. Politik tidak harus lawan terus menerus dan tegang. Tetapi sesekali bisa saling bertemu dan terus membangun komunikasi politik.

Menurut Melki, sampai hari ini DPP Golkar belum memutuskan siapa bakal calon bupati dan wakil bupati Belu yang akan diusung Partai Golkar, karena untuk Kabupaten Belu masih dilakukan survey. Di NTT baru lima kabupaten yang telah diputuskan oleh Partai Golkar yakni, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur dan Ngada.

Sedangkan, lima kabupaten lainnya temasuk Kabupaten Belu masih dilakukan survey elektabilitas para kandidat. Diperkirakan minggu pertama Agustus 2020, hasil survey sudah ada dan akan dibahas di tingkat DPP. Untuk keterbukaan dan lebih fer, hasil survey nanti akan disampaikan kepada seluruh bakal calon yang mendaftar.

Melki berharap, hasil survey nanti dapat diterima dengan baik dan keputusan DPP untuk mengusung calon siapa pun nanti harus dapat terima dengan jiwa besar.

“Kita berharap hasil survey nanti dapat diterima dengan baik oleh semua calon yang mendaftar dan keputusan partai untuk mengusung calon siapa saja, kita bisa menerima itu. Karena apa yang diputuskan partai kita siap laksanakan”, kata Melki yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Lanjut Melki, para bakal calon yang mendaftar di partai golkar adalah orang-orang hebat dan dewasa dalam berpolitik. Bila kesempatan kali ini, Golkar belum mendukung, jangan cepat patah semangat, bisa saja giliran berikutnya mendukung. Karena sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati pasti selalu bertemu dengan pimpinan partai.

“Bakal calon yang sudah mendaftar tapi belum mendapat dukungan dari partai jangan dulu patah semangat. Terus membangunan komunikasi. Kehadiran Bapak-Ibu semua adalah bagian dari kebersamaan kita. Saya yakin, para bakal calon yang hadir ini semuanya orang-orang hebat dan dewasa dalam berpolitik”, pungkas Melki.

Usai sambutan, Melki Laka Lena mengundang semua bakal calon untuk memukul gong secara bergantian sebagai tanda Musda dibuka. Giliran pertama adalah Melki Laka Lena dilanjutkan Willybrodus Lay, Agus Taolin, Apolinario Da Silva, Marsel Mau Meta, Yoanetha Mesak dan diakhiri Vincet K. Laka. (r-3/poskupang/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat