Perayaan Misa di Keuskupan Atambua Kembali Aktif, Ini Syarat yang Harus Diketahui

0
73
Gereja Katederal Atambua.

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Uskup Atambua, Mrg. Dominikus Saku, Pr resmi mengeluarkan pengumuman tentang pastoral dalam situasi normalisasi baru.

Pengumuman dengan nomor : 108/2020 yang diterima TimorDaily.com, Senin (15/6/2020) ditujukan kepada kepada semua Biarawan-Biarawati dan semua umat di Keuskupan Atambua.

Surat Pengumuman Uskup Atambua ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama RI No.SE.15 tahun 2020 tentang Panduan Penyelengaraan Kegiatan Keagamaan di rumah Ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid di masa pandemi dan Surat Edaran Gubernur NTT No.BU.440/II/DINKES/2020 tentang Penegasan Persiapan New Normal.

Merujuk pada dasar aturan ini, Uskup Atambua mengeluarkan pengumuman bahwa kegiatan misa di Paroki, komunitas di seluruh Keuskupan Atambua kembali aktif pada Sabtu 20 Juni 2020.

BACA JUGA : Jelang Kunker Menkopolhukam dan Mendagri ke Belu, Seluruh Pegawai BNPP Mota’ain Jalani Rapid Test

BACA JUGA : Sambut New Normal, Total Covid-19 di NTT Berjumlah 108 Kasus

BACA JUGA : Baru 6 Bulan Diserahkan, Bangunan 4 Sekolah Bantuan Kementerian PUPR Senilai Rp 9 Miliar di Belu Rusak

Dalam surat tersebut, Uskup Atambua Mrg. Dominikus Saku, Pr menegaskan pelayanan misa di masa New Normal dilakukan sebagai berikut :

a. Tetap memperhatikan pembatasan kehadiran, bisa misa per lingkungan/stasi/KUB atau model pembagian lain sesuai kondisi umat di Paroki.

b. Tetap berlaku Protokol Covid-19: umat memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki gereja, jaga jarak (penggunaan tempat duduk selang-seling) dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gereja.

c. Perayaan ekaristi dan lainnya dirayakan dalam waktu yang singkat tanpa mengurangi kekhusukan dan kemeriahaannya (misa tanpa koor, homili/kotbah singkat, tidak berjabat tangan dan pengumuman untuk hal-hal mendesak saja).

d. Petugas Liturgi dibatasi agar tidak terjadi kerumunan.

e. Imam menyiapkan sendiri caliks, patena dan kain-kain piala lainnya.

f. Komuni dijalankan dengan tetap jaga jarak, umat ambil Tubuh Tuhan dari sibori yang disiapkan di atas altar atau meja kecil yang disiapkan khusus. Atau kalau pastor yang membagi Tubuh Tuhan harus menggunakan masker dan sarung tangan: dan Tubuh Tuhan hanya boleh diterima dengan tangan.

g. Bayi, Anak-anak dan Lansia belum diperkenankan mengikuti misa hingga ada pengumuman resmi dari pemerintah.

Demikian bunyi pengumuman yang ditandatangani Uskup Atambua, Mrg. Dominikus Saku, Pr terkait perayaan misa di era New Normal di Keuskupan Atambua.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat