Pena Batas Kecam Kekerasan Pejabat ASN Malaka Terhadap Wartawan RRI

0
87

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Persatuan Jurnalis Perbatasan Belu (Pena Batas) RI-RDTL mengecam tindakan kekerasan oleh oknum ASN Kabupaten Malaka terhadap Maria Kehi wartawati (reporter) Radio Republik Indonesia yang bertugas di wilayah Malaka.

Perbuatan tidak menyenangkan (pelecehan) terhadap kontributor RRI Malaka Maria Kehi oleh pejabat publik lingkup Pemkab Malaka saat sedang melaksanakan tugas peliputan merupakan bentuk pelecehan terhadap Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Pena Batas mengutuk keras kasus pelecehan yang di lakukan oleh oknum ASN yang juga merupakan pejabat publik terhadap reporter RRI yang sedang melakukan tugas peliputan,” tegas Ketua Pena Batas Stefanus Dile Payong di Atambua, Rabu (5/2/2020).

Dikatakan, sebagai sesama jurnalis tindakan yang dilakukan oknum ASN yang menjabat Sekretaris Dinas Sosial Malaka kepada pekerja jurnalis sangat tidak manusiawi dan dan mengancam kinerja jurnalis.

“Sebagai pejabat harus menunjukan sikap yang sopan dan saling menghargai, bukan arogan,” ketus Evan.

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Butuh 13.400 Dukungan Untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati Jalur Independen

BACA JUGA : Strategi Penurunan Stunting Melalui Pendekatan Multisektor dan Intervensi Terintegrasi

BACA JUGA : Waktu Pelaksanaan Proyek Jalan Dalam Kota Atambua Berakhir 2019, Kontraktor Masih Kerja Hingga Februari 2020

BACA JUGA : Ternak Babi Milik Warga Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Begini Penjelasan Kadis Peternakan

Dia berharap, pihak kepolisian Polres Malaka yang telah menerima laporan segera mengambil tindakan terhadap perbuatan oknum ASN Malaka sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini tidak manusiawi lecehkan wartawan, apalagi korban merupakan seorang perempuan. Pena Batas juga akan siap mengawal proses hukumnya hingga tuntas, untuk mendapatkan keadilan bagi wartawan karena ini berkaitan dengan kemerdekaan pers berdasarkan UU No 40 Tahun 1999,” tandas Evan.

Diketahui, Maria Kehi reporter RRI Malaka mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Malaka, Yohanes Lau (Jhon Lau) ketika menjalankan tugas peliputan mewawancara Camat Wewiku Yulius Bria, Senin (3/2).

Saat sedang mewawancara, datang Sekretaris Dinas Sosial dan langsung menyuruh dirinya untuk bergeser (minggir) dari hadapan nara sumber, Camat Wewiku sambil mencengkram lengannya dengan kasar lalu menariknya minggir.

Kejadian tersebut oleh wartawan RRI telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Polres Malaka, Selasa (4/2). Adapun laporan wartawati RRI itu tercatat di SPKT Polres Malaka dengan nomor : LP/B / 02 /II/ 2020/ Res Malaka tertanggal 3 Februari 2020.

Terkait kejadian itu, pihak Sat Reskrim Polres Malaka telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi guna dimintai keterangan atas kejadian tersebut. Sementara itu, pengakuan Jhon Lau dirinya telah meminta maaf dan berdamai dengan korban.(TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here