Pemuda Faturika Minta Kades Segera Bagi BLT ke Masyarakat

0
100
Pemuda Faturika Minta Kades Segera Bagi BLT ke Masyarakat
Armandus Bria, Pemuda Desa Faturika.

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Pandemi Covid-19 yang telah menyebar di seluruh Indonesia berdampak serius kepada masyarakat.

Untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, pemerintah pusat telah mengucurkan dana sebesar Rp 22,4 triliun untuk 12.487.646 kartu keluarga miskin.

Menanggapi hai ini, Armandus Bria seorang pemuda asal Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu kepada TimorDaily.com, Kamis (7/5/2020) via telefon meminta Kades Faturika untuk segera membagikan BLT kepada masyarakat.

Armin menandaskan, selain pembagian BLT, pemerintah desa segera mengadakan APD dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Kapan Puncak Covid-19 di Indonesia, Simak Pendapat Pakar Epidemiologi

BACA JUGA : Begini Pengakuan Orangtua di Alor yang Anaknya Ikut Majelis Tablig di Gowa

BACA JUGA : Ingin Jenguk Nenek di TTU, Dua Warga Timor Leste Nekad Masuk Indonesia Tanpa Paspor

“Saya tegaskan agar pihak berwenang dengan secepatnya mengambil sikap untuk adakan sosialisasi dan memberikan pemahaman terkait isu yang menakutkan masyarakat itu,” ujar Armin.

Dikatakan Armin, pemahaman masyarakat Faturika sangat minim mengenai virus corona sehingga perlu secepatnya diadakan sosialisasi kepada masyarakat.

Pasalnya, saat ini masyarakat sangat panik terkait wabah yang bermula dari Wuhan, China.

BACA JUGA : Judi Bola Guling Jadi Biang Penganiayaan Terhadap Warga Oleh Kades Faturika dan Pegawai Polres Belu

BACA JUGA : Didampingi Danyon 744, Connie Amelia Tesalonika Melapor Lagi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Belu

BACA JUGA : TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Belu Santuni RSUD Atambua dengan APD dan Makanan Sehat

“Contoh, lingkungan Webaha secara keseluruhan sampai saat ini masih saja rasa panik akibat mendengarkan informasi tidak jelas dari orang lain,” pungkasnya.

Armin menegaskan, saat ini belum ada langkah sosialisasi kepada masyarakat dan ia menilai pemerintah desa seolah diam.

“Rakyat kecil yang saat ini rasa gemetar, panik bahkan sampai sakit, namun pihak berwenang pun diam. Ataukah rakyat kecil itu perlu mengambil sikap untuk aksi demo?” tanya Armin.

Tambah dia, saat ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah desa untuk pembangunan posko Covid-19 di seluruh pintu masuk. Bahkan,  kata Armin, di desa lain telah ada posko-posko untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hingga berita ini diturunkan, TimorDaily.com sedang berusaha konfirmasi dengan Kades Faturika.(Veg/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat